BURUH SEMAKIN TERJEPIT, DI SAAT PENGUSAHA SEMAKIN PELIT DAN PEMERINTAH TIDAK KOMIT!

MAY DAY 2017, MELAWAN KETIDAKADILAN

Jakarta, 1 Mei 2017 – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyatakan keprihatinannya atas kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang semakin memburuk. Semakin hari semakin terlihat dan terasa, bagaimana pengusaha dan Pemerintah semakin ingin mempersulit ruang gerak dan meminimalisir kesejahteraan bagi pekerja di Indonesia. Berbagai keinginan dari pengusaha, atas nama kemudahan investasi, justru direspon cepat oleh Pemerintah melalui berbagai regulasi yang hanya mementingkan keuntungan pengusaha dan korporasi. Dialog sosial hanya menjadi jargon di mulut, namun implementasinya tidak seindah yang dibayangkan. Berbagai regulasi ketenagakerjaan justru keluar tanpa melibatkan peran dan masukan dari serikat pekerja, khususnya yang duduk di dalam Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Demikian disampaikan oleh Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia dalam keterangan pers menyambut Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei 2017. Mirah menambahkan contoh yang paling nyata adalah keluarnya Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, yang tidak pernah dibahas di forum LKS Tripartit Nasional, bahkan PP 78/2015 tersebut menabrak Undang Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Selain itu, pada akhir tahun 2016 yang lalu, Menteri Ketenagakerjaan juga mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.36 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri, yang tidak lebih dari upaya legitimasi atas eksploitasi sumber daya manusia Indonesia yang mengabaikan hak untuk sejahtera. PP 36/2016 ini telah memberi hak kepada pengusaha untuk bisa mempekerjakan tenaga magang hingga 30% dari jumlah karyawan yang ada di perusahaan, dengan jangka waktu paling lama 1 tahun namun bisa diperpanjang lebih dari 1 tahun dengan Perjanjian Pemagangan baru, dan tenaga magang hanya diberi uang saku yang besarannya tidak jelas.

Lengkap sudah rejim upah murah diberlakukan di Indonesia, mulai upah minimum yang tidak lagi berdasarkan hasil survey kebutuhan hidup layak (KHL), kemudahan kontrak kerja berkedok pemagangan ditambah kemudahan tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 16 Tahun 2015 sebagai revisi Permenaker No. 12/2013, Pemerintah menghilangkan aturan yang mewajibkan TKA memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Kemudahan dalam berbahasa inilah yang menjadi salah satu sebab membanjirnya TKA, khususnya dari China.

ASPEK Indonesia juga mengkritisi kebijakan Pemerintah yang akan menerapkan sistem non tunai atau elektronik secara penuh untuk pembayaran tol di seluruh Indonesia, melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau cashless society, yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 2014 lalu. Dengan GNNT artinya pembayaran tunai atau secara cash tidak lagi dilayani. Kebijakan ini berpotensi melahirkan puluhan ribu pengangguran baru, di saat masih tingginya angka pengangguran di Indonesia. Pemerintah dinilai hanya peduli pada kepentingan bisnis semata, dan melalaikan kewajiban Negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah telah menjadi pihak yang justru melahirkan pengangguran baru! tegas Mirah Sumirat.

Bagaimana mungkin konsumen yang membayar dengan menggunakan uang rupiah yang sah berlaku di negeri ini, justru ditolak untuk dilayani? Cara ini merupakan konspirasi dunia perbankan bersama Pemerintah, untuk bisa menarik dana dari masyarakat, dan meraup keuntungan bisnis dari setiap transaksi non tunai. Coba jelaskan kepada masyarakat, untuk kepentingan siapa GNNT itu? Apakah rakyat Indonesia membutuhkan GNNT? Jelas tidak, karena GNNT di-desain hanya untuk menguntungkan korporasi! Mirah menjelaskan bahwa pemilik dan pengguna kartu e-toll, tanpa sadar sesungguhnya telah “diambil paksa” uangnya oleh pihak pengelola jalan tol dan oleh bank yang menerbitkan kartu e-toll. Mirah mencontohkan, apabila masyarakat membeli kartu e-toll seharga Rp.50.000,- sesungguhnya hanya mendapatkan saldo sebesar Rp.30.000,-. Kemana selisih uang yang Rp.20.000? Konsumsen “dipaksa” untuk merelakan kehilangan dananya, bahkan sebelum kartu e-toll digunakan untuk transaksi! Bayangkan, berapa triliun dana masyarakat yang akan diambil paksa dari sistem 100% GNNT ini? tegas Mirah Sumirat.

Saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah kemudahan akses untuk bisa mendapatkan pekerjaan, untuk bisa memperoleh penghasilan, untuk bisa meningkatkan daya beli terhadap kebutuhan pokok yang semakin melambung harganya!, tambah Mirah Sumirat.

Mirah Sumirat yang juga merupakan Wakil Ketua LKS Tripartit Nasional, meminta Pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan komitmen NAWACITA-nya, yang katanya akan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan bukan menghadirkan pengangguran. Presiden Jokowi perlu segera menghentikan rencana otomatisasi gardu tol di seluruh Indonesia, karena akan berdampak ribuan pekerja jalan tol ter-PHK.

Dalam May Day tahun ini, ASPEK Indonesia juga menyuarakan tuntutan penghapusan praktek kerja outsourcing dan kontrak yang melanggar Undang Undang, peningkatan jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia, serta jaminan pensiun untuk pekerja yang setara dengan jaminan pensiun untuk pegawai negeri sipil (PNS).

Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2017. Buruh Indonesia teruslah berjuang untuk kesejahteraan yang adil dan merata, karena Pemerintah dan pengusaha belum berpihak kepada kita!

Jakarta, 1 Mei 2017

Dewan Pengurus Pusat
Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia

Mirah Sumirat, SE
Presiden
08129190308

Sabda Pranawa Djati, SH
Sekretaris Jenderal
0815 8811145

Generasi Y, Otomatisasi, Robotisasi,Elektronisasi Dan Masa Depan Serikat Pekerja

 

Oleh: Putu Raka Pendit( Ketua Litbang ASPEK Indonesia)

 

Generasi Y atau generasi milenial membawa cara pandangnya sendiri di dunia kerja, kalau tidak di sikapi akan memberi perubahan bagi Serikat Pekerja, bahkan dapat menggerus keanggotan Serikat Pekerja.

Generasi milenial lahir antara tahun 1980 sampai 2000, mereka mendominasi tenaga kerja saat ini dan mereka mempunyai ciri khas yakni kutu loncat, bosenan dan nggak mau di atur, sering kali malah terkesan sok tahu. Dunia ada dalam genggaman dan mereka lekat dengan teknologi, internet, media sosial. Generasi Y tidak mengutamakan loyalitas, mereka mudah untuk berhenti bekerja dan pindah pindah pekerjaan.

Alasan pindah kerja bisa soal finansial, bosan, management yang tidak sesuai dengan gaya mereka, kepemimpinan. Dengan demikian apakah Serikat Pekerja itu perlu bagi mereka? Apa yang bisa di tawarkan oleh Serikat Pekerja sehingga mereka mau menjadi anggota dan betah bekerja di perusahaan. Bila di tawari untuk menjadi anggota Serikat Pekerja mereka akan balik bertanya, apa itu Serikat Pekerja?

Coba di cek apakah anggota Serikat Pekerja bertambah komposisinya dari generasi Y? Serikat Pekerja harus segera beradaptasi dengan zaman yang begitu cepat berubah untuk menghadapi situasi generasi Y ini. Pola organising perlu strategi baru dengan menggunakan teknologi, media sosial, internet yang begitu akrab  dengan mereka.

Serikat Pekerja dapat menjadi alternatif menjawab kebosanan mereka, perjuangan yang memiliki dampak sosial yang luas dan tantangan tersendiri yang tidak mereka dapatkan di tempat lain. Rata rata usia generasi Y di kisaran 24 tahunan dan lebih senang menyendiri, cenderung acuh dan mereka asyik dengan dunianya yakni dunia maya.

Keadaan semakin runyam karena saat ini terjadi gelombang industri ke 4 di mana ada pekerjaan yang dulunya di kerjakan manusia, sekarang di gantikan oleh mesin, serba e.. e-toll,e-cash, beberapa industri percetakan kini di ganti dengan digital printing, kecerdasan buatan, robitisasi di negara maju sudah terjadi dan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja dan ini pun sekarang telah mulai menggejala di negara perkembang yang justru tenaga kerjanya berlimpah dan bisa di tebak bahwa efek ini semakin menggelembungkan pengangguran.

Serikat pekerja atau Serikat Buruh akan merasakan dampak langsung yakni semakin menyusutnya jumlah keanggotan. Siapa yang bisa mencegah dengan menghadapi situasi ini? Pemerintah? Anggota Dewan? Sebenarnya yang bisa mencegah semua ini adalah Serikat pekerja itu sendiri. Persoalannya bagaimana hal itu bisa berjalan ada generasi Y. Robotisasi dan serba e-/-elektronik, outsourcing, otomatisasi yang membuat anggota Serikat Pekerja berkurang. Kaderisasi harus adaptif dengan mengemas isu perjuangan secara cerdas dan genial, bukan semata upah dan upah namun apakah kita besok bisa bekerja? Itulah yang harus kita pikirkan sekarang ini.

Bersatu Berjuang Sejahtera!

Tausiah K.H. Muhammad Arifin Ilham Dalam Peringatan Isra Miraj

Bro Jakwan saat mendampingi ustad Arifin Ilham Dalam peringatan Isra Miraj(dokumentasi: Bro Jakwan)

 

 

Bertempat di Hero Emerald Bintaro, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di gelar dan menampilkan dai kondang yang di kenal dengan gerakan dzkirnya, Ustadz Muhammad Arifin Ilham memberikan tausiah penuh makna berkenaan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Hadir pula ketua umum Serikat Pekerja Hero Super Market yang juga merupakan wakil presiden ASPEK Indonesia, Bro Jakwan. Di tanggal 29 Rajab 1438 Hijriyah/ 26 April 2017, suasana teduh dan syahdu, tausiah ustad Arifin Ilham pun mengalir dengan pesan pesan sarat makna tentang pentingnya menjaga sholat lima waktu yang merupakan inti sari ajaran adi luhung agana Islam, peringatan Isra Miraj yang merupakan makna dari perintah sholat bagi umat Islam.

 

Selain itu ustad yang kerap berpenampilan khas dengan baju putih putih ini menyerukan  agar terus menjaga sholat malam, serta menjaga sholat secara berjamaah. Tak lupa bahwa meski seorang pekerja yang sibuk mencari nafkah namun lisan seyogyanya di jaga dengan istighfar. Manusia yang berguna adalah insan yang berbuat bai kepada siapa pun, begitulah inti dari tausiah ustad Arifin Ilham.

DPC Hero Emerald Bintaro sukses menyeleggarakan Kegiatan Hari Besar Islam dengan mengundang ustad Arifin Ilham, meski kerap di sibukan dengan pekerjaan sehari hari namun kajian keilmuan tetap terpelihara, semoga peringatan Isra Miraj ini menjadi sebuah titik balik agar pekerja pun tetap kaya ruhani dan mengimplementasikan dalam sebuah wujud etos kerja yang nyata.(Tim Media ASPEK/TI)

Dunia Pernah Dikuasai Oleh Orang-orang Beradab

Refleksi Hari Buruh Internasional 2017

Oleh: Rakhmat Saleh

Rakhmat Saleh Wakil Presiden ASPEK Indonesia bidang Pengupahan & Jaminan Sosial

Sejarah pernah mencatat, pemimpin dunia saat itu dikuasai oleh Pemimpin yg adil, Pejabat yg melayani & bertanggung jawab, Pengusaha yang sukses & dermawan, serta Pekerja yg bekerja keras & jujur.

Pemimpin yg adil & mencintai rakyatnya.
Sang pemimpin berikrar, jika ada binatang terjatuh karena jalan yg berlubang, maka itu adalah tanggung jawab sang Pemimpin. Ketika didapati sebuah keluarga menahan lapar karena tidak mampu membeli makanan, sang Pemimpin memanggul sendiri gandum ke rumah keluarga tersebut.

Pejabat yg melayani & bertanggung jawab.
Ketika ketidakadilan diterima oleh kelompok minoritas, rakyat bebas mengadukan pejabat itu. Berbekal tulang bergaris dari sang Pemimpin semua haknya dikembalikan.

Pengusaha yang sukses & dermawan.
Yang membayar pekerjanya dengan layak, sebelum keringatnya kering (sesuai dengan waktunya). Ketika upah pekerjanya belum terambil, lalu si Pengusaha menggunakan upah itu sebagai modal usahanya. Lalu saat pekerja kembali untuk mengambil upahnya, si Pengusaha memberikan upah berikut hasil usahanya.

Pekerja yg bekerja keras & jujur.
Ketika seorang pekerja penggembala dibujuk untuk menjual kambing gembalanya secara diam-diam, dan semua hasil penjualan menjadi miliknya, tapi dia menolaknya.

Ini bukan terjadi di negeri dongeng, ini terjadi 1400-an tahun yang lalu. Sebelum keserakahan menguasai dunia ini.

Saat ini keadilan harus diperjuangkan, kesejahteraan harus diperdebatkan, kejujuran harus dipaksakan.

Perjuangan buruh/pekerja adalah menuntut keadilan dan kesejahteraan. Sejarah Hari Buruh (Mayday) dimulai ketika ratusan buruh di Chicago pada abad 18 turun ke jalan menuntut keadilan dilaksanakannya “triple day”, yakni 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam sosial. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati banyak orang di seluruh negara.

Pada zaman kemerdekaan perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan. Kiprahnya mampu melemahkan penjajah dengan strategi mogok kerja dan konsolidasi buruh di seluruh nusantara mampu mengobarkan semangat perlawanan rakyat kepada penjajah. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Beberapa tahun ini perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan rakyat melawan ketidakadilan dan keserakahan. Perjuangan buruh mendorong keras pemerintah untuk memberikan upah layak dan pekerjaan layak dan jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Salah satu hasilnya adalah BPJS dan Jaminan Pensiun. Yang sampai hari ini masih diperjuangkan peningkatan kualitasnya. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Pada MayDay 2017 ada tiga isu besar yang diperjuangkan oleh buruh, yaitu HOSJATUM: Hapus Out Sourcing & Pemagangan, Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan Tolak Upah Murah.

Tapi ironisnya, perjuangan buruh di Indonesia oleh sebagian orang sering dianggap sebelah mata. Dinilai sebagai perjuangan pegawai rendahan, perjuangan kaum marjinal. Walaupun sebagian aktivis buruh menduduki jabatan middle management, terutama di negara maju, termasuk di Indonesia.

Apapun sebutannya; karyawan, buruh, pegawai, guru atau yang lainnya, apapun jabatannya, selama masih menerima upah, maka ia adalah pekerja. Setuju atau tidak, perjuangan buruh berdampak kepada mereka dan seluruh rakyat Indonesia.

#HOSJATUM
#HapusOutsourcing&Pemagangan
#JaminanSosialBagiSeluruhRakyat
#TolakUpahMurah
#TolakOtomatisasiTol

SP ANTARA KECAM KERAS PERNYATAAN BONI HARGEN

 

Jakarta, 29/4  – Ketua Serikat Pekerja ANTARA Abdul Gofur mengecam keras pernyataan Boni Hargen yang menyudutkan anak autis.

“Harusnya seorang Dewas Perusahaan BUMN Boni Hargens tidak mengeluarkan pernyataan yang diskriminatif dan menyudutkan kaum tertentu, AUTISM IS NOT A JOKE..!!!!,” ujar Abdul Gofur

Ia menegaskan pernyataan kotor yang  dikeluarkan oleh Boni Hargen dapat berdampak buruk untuk Perum LKBN Antara Perusahaan tempat dia ditunjuk menjadi dewan pengawas oleh rezim penguasa saat ini.

“Dia tidak bisa bilang bahwa itu statement pribadi, namun rakyat yang membaca tidak mau tahu, jabatan dia sebagai Dewas di Perusahaan tempat dia ditunjuk itu melekat, bahkan ada karyawan perusahaan sendiripun sangat tersinggung tingkat tinggi karena beliau memiliki putra yang merasa dihina,” tegas dia.

Ia mengungkapkan Boni Hargen sudah sangat keterlaluan dalam mengeluarkan perkataan yang selalu memancing amarah orang.

“Dia boleh saja menjadi Tim Sukses seseorang atau golongan, tapi dia juga harus ingat bahwa  hari ini dia bekerja disebuah perusahaan Negara, kami tidak peduli namanya buruk dimata orang, namun kami peduli terhadap Perusahaan dimana tempat kami mencari rezeki untuk menafkahi keluarga,” kata dia.

Jangan sampai Perusahaan ini mendapat citra buruk dimata Rakyat, hanya karena ulah seorang dewas yang selalu mengeluarkan kata-kata buruk dan tidak bertanggung jawab.

“Saya tidak memiliki keluarga Autis, tapi saya peduli sesama saudara-saudara saya yang memiliki keluarga yang autis, kami merasa dilecehkan, tidak ada orang tua yang mengharapkan mendapatkan anak yang autis, namun bagi kami itu titipan Tuhan yg harus kami jalankan, banyak yang tidak tahu seberapa besar perjuangan Keluarga, dokter, dan tenaga pengajar anak autis untuk bisa menyembuhkan, yang mungkin dilihat sepele oleh orang lainnya,” kata dia.

Ia meminta Boni Hargen untuk minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena ucapannya adalah sebuh pelecehan.

“Atas nama keluarga autis, dan Ketua SPAntara, saya sangat kecewa dan marah atas ucapan yg Boni Hargen lontarkan di sosial media tentang autis…buat kami itu sebuah pelecehan, kami minta kepada Presiden Jokowi untuk engganti Boni Hargen dari Dewas Perum LKBN Antara, karena perusahaan yg memiliki Visi menjadi Kantor Berita Berkelas Dunia rasanya tak pantas memiliki dewas seperti itu,” pungkas dia.

Abdul Gofur

Ka.SPAntara

085280816699

MAY DAY 2017, JUTAAN PEKERJA TURUN KE JALAN, TUNTUT KEADILAN & KESEJAHTERAAN

Jakarta, 25/04/13 – Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia, mengajak seluruh pekerja di Indonesia untuk bersama-sama kritis dalam melihat permasalahan ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang saat ini semakin parah. Apapun sebutan anda, pekerja, buruh, karyawan, pegawai, selama anda masih menerima upah atau gaji, maka sesungguhnya anda adalah buruh. Sebagai sesama golongan buruh, kita harus bergandengan tangan memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan! Mari bersama-sama turun ke jalan dan kepung istana negara, pada tanggal 1 Mei 2017 tegas Mirah Sumirat.

Mengapa harus turun ke jalan dan kepung istana? Mirah menjelaskan bahwa jalanan adalah simbol dan wadah mempersatukan seluruh elemen pekerja dari berbagai jenis pekerjaan. Sedangkan Istana Negara adalah simbol Pemerintah, dimana Pemerintah seharusnya mampu menjamin terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh pekerja.

May Day adalah momentum bersejarah pekerja dalam perjuangan menuntut keadilan dan kesejahteraan. Perlu keberpihakan Pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Istana Negara akan menjadi titik sentral jutaan pekerja pada aksi May Day, 1 Mei 2017 yang akan datang. Jutaan pekerja di seluruh Indonesia juga akan serentak melakukan aksi turun ke jalan dan menjadikan kantor Gubernur sebagai pusat aksi. Selama 3 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, ketimpangan ekonomi semakin tinggi. Berbagai regulasi yang dikeluarkan lebih untuk kepentingan kelompok pengusaha (kapitalis). Bahkan tidak segan-segan regulasi Pemerintah menabrak Undang Undang yang lebih tinggi.

Mirah Sumirat menyampaikan beberapa, yaitu:

1. PP 78/2015 tentang Pengupahan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003, terutama pasal 4, 88, 89, dan 98 tentang pengupahan. Khususnya tentang formula upah minimum, survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan hak berunding buruh. PP 78/2015 menetapkan penyesuaian upah hanya berdasarkan inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi dan menghilangkan survei KHL. Padahal, pasal 88 UU 13/2003 menyebutkan, “Upah minimum ditetapkan oleh Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Bupati/Walikota.”

2. Kemudahan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia di saat masih tingginya pengangguran di Indonesia. Melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No.16/2015 sebagai revisi Permenaker 12/2013, Pemerintah menghilangkan kewajiban kemampuan berbahasa Indonesia bagi TKA yang akan bekerja di Indonesia. Ini yang menyebabkan membanjirnya TKA khususnya dari China. Proses alih teknologi dan alih keahlian juga tidak berjalan dengan baik.

3. Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau less cash society yang dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014, yang berdampak pada meningkatkan jumlah pengangguran di Indonesia. Pekerja di sektor tertentu yang mulai terkena dampak dari kebijakan Pemerintah ini antara lain;

a. Pekerja jalan tol, dengan adanya rencana Pemerintah menerapkan sistem non tunai (Gardu Tol Otomatis/GTO) di gardu tol di seluruh Indonesia, yang berpotensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

b. Pekerja perbankan, yang semakin rentan di-PHK karena adanya kebijakan mobile banking dan less cash society.

Mirah Sumirat menyerukan kepada seluruh pekerja di Indonesia untuk sadar, bersatu dan bergerak bersama dalam satu barisan, untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia. Kami tidak anti dialog sosial dengan pihak manapun, termasuk dengan pengusaha maupun Pemerintah, tegas Mirah Sumirat yang juga sebagai Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Namun ternyata dalam banyak hal, justru Pemerintah dan pengusaha yang anti dengan dialog sosial. Beberapa regulasi Pemerintah dikeluarkan tanpa dialog sosial dengan unsur serikat pekerja, bahkan sengaja menabrak UU yang lebih tinggi seperti PP 78/2015 di atas. Pengusaha juga masih sangat banyak yang anti dengan dialog sosial. Indikatornya antara lain, masih banyak pengusaha yang anti dengan keberadaan serikat pekerja, padahal hak berserikat adalah hak dasar bagi pekerja yang dijamin oleh Undang Undang. Pada umumnya pengusaha takut dengan keberadaan serikat pekerja di perusahaan karena kuatir segala peraturan perusahaan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan menjadi terbongkar, seperti membayar upah di bawah upah minimum, upah lembur yang tidak sesuai dengan UU, praktik outsourcing yang tidak sesuai UU, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak sesuai UU, dan lain sebagainya. Yang terjadi kemudian pengusaha melakukan pemberangusan terhadap serikat pekerja (union busting).

Keadilan harus diperjuangkan bersama, apalagi menghadapi Pemerintah yang tidak berpihak pada pekerja, maka gerakan serikat pekerja harus menjadi gerakan Nasional. Buat para pekerja yang belum berserikat, segeralah mendirikan serikat pekerja di perusahaan anda, karena serikat pekerja adalah wadah perjuangan kolektif pekerja yang dilindungi UU, pungkas Mirah Sumirat.(tim.media.aspekindonesia)

Bekasi Pun Bersiap Songsong Peringatan May Day 2017

Ketua DPW ASPEK provinsi Jawa Barat, Suherman. hadir dalam konsolidasi jelang May Day di Bekasi(dokumentasi: Herman)

        

 

Gedung PGRI yang terletak di jalan Kalimaya I Blok B Metland, Kecamatan Tambun Selatan-Kabupaten Bekasi seakan menjadi saksi bisu gelora buruh Bekasi yang bersiap untuk perayaan May Day 2017. Konsolidasi FSPMI/ KSPI dengan hadirnya buruh lintas federasi dengan satu tema besar yakni #MayDay_Melawan.

Sebuah kutipan pidato Said Iqbal yang menggugah ketika konsolidasi adalah “Perjuangan itu bukan soal kalah, perjuangan soal mencapai cita cita. Bolehlah saat perjuangan kita membentur tembok tapi percayalah suatu saat  nanti, kita akan mencapai cita cita.”

Sebagai salah satu federasi yang tergabung dalam KSPI, ASPEK Indonesia pun turut hadir acara konsolidasi jelang May Day pada tanggal 20 April 2017. Tampak juga ketua DPW ASPEK Provinsi Jawa Barat Bro Suherman, pengurus DPC ASPEK Kabupaten Bekasi dan para anggota, Seluruh perangkat DPW ASPEK propinsi Jawa Barat akan mematuhi instruksi KSPI dan DPP ASPEK Indonesia berkenaan perayaan May Day tahun 2017.

 

Rapat konsolidasi untuk persiapan May Day di gedung PGRI Metland(dokumentasi:Sofyan Deni) 

 

 

Untuk 1 Mei nanti di pastikan ratusan ribu buruh akan memenuhi jalanan dengan tema Hapuskan Outsourcing dan pemagangan, sistem kerja outsourcing yang di kenal selama ini  sangat berdampak buruk bagi buruh karena tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh, hasil ekploitasi kerja begitu menonjol dan sepatutnya sistem ini harus segera di hapuskan.

Bekasi telah bersiap, kota kota lain pun nampaknya telah melakukan hal yang sama. Maka tampaknya tahun ini perayaan May Day buruh pun akan tetap ke jalan untuk serukan sebuah perlawanan.(Tim Media ASPEK/TI)

Brigade Aksi Aspek Bersiap Jelang peringatan May Day 2017

Rakor Brigas menjelang peringatan May Day 2017(dokumentasi: Alfasah)

 

 

Bulan Mei akan menjelang, istimewanya bulan ke lima dalam penanggalan tahun masehi adalah peringatan May Day atau sering di sebut sebagai hari buruh internasional. Untuk tahun ini May Day akan di peringati secara serentak di berbagai kota kota dengan basis buruh yang signifikan. Untuk kota Jakarta May Day kali ini akan di pusatkan di istana negara. Untuk menjaga situasi May Day. ASPEK Indonesia pun akan bergabung dengan jutaan buruh yang tergabung dalam KSPI.

Salah satu sayap organisasi yang sering di sibukan dalam peringatan May Day adalah Brigade Aksi yang sering di sebut Brigas, untuk mensukseskan May Day Brigas pun mengadakan rapat koordinasi seraya menunggu hasil arahan dari KSPI mengenai teknis pelaksanaan May Day. Bertempat di sekretariat SPHS pada tanggal 21 April 2017, Brigas bersiap menyambut May Day.

 

 

Pangkornas Brigas, Bro Kasno memimpin rapat kordinasi(dokumentasi: Alfasah)

 

Selain itu di bahas pula tentang rencana Latihan Dasar Brigas Ke VI dengan jumlah peserta adalah 50 orang, ada beberapa materi yang menitik beratkan latsar dan up granding bagi anggota Brigas.

Beberapa tugas yang biasa di emban anggota Brigas saat May Day beberapa tahun lalu adalah pengawalan tamu VVIP ASPEK Indonesia, setahun yang lalu misalnya Brigas sukses untuk pengawalan Mrs Ann Sellin. Dan tahun ini Brigas di harapkan mampu melaksanakan tugas pengawalan May Day 2017.

Dalam rapat koordiansi Brigade Aksi, hadir wakil presiden ASPEK Indonesia Bro Jakwan, Pangkornas Brigade Aksi Bro Kasno, Wakornas Bro Saefudin, Seknas Sis Susi, Kalitbang Bro Nahrul, Ka Organisasi Bro Aji dan juga anggota Brigas. Kita berbangga hati mempunyai sebuah sayap organisasi bernama Brigade Aksi yang sigap ketika dalam pelaksanaan tugas pengawalan aksi maupun mendampingi tokoh tokoh ASPEK Indonesia untuk memastikan keselamatannya, Hidup Brigade Akasi!(Tim Media ASPEK/TI)

Mempunyai PKB Ideal Adalah Keniscayaan Bagi Serikat Pekerja

Suasana diskusi untuk format PKB ideal bagi serikat pekerja(dokumentasi:Putu Raka)

 

Salah satu impian bagi para pengurus serikat pekerja adalah mampu mengagendakan dan merealisasikan sebuah perjanjian kerja bersama yang tertuang secara jelas dan gamblang serta memayungi, mengakomodasi kepentingan anggota untuk tujuan mensejahterakan dengan mengedepankan hubungan industrial harmonis.

Perjuangan untuk goal setting adanya Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja dan pihak management merupakan dambaan semua serikat pekerja, mampukah PKB terwujud dengan segera? Atau malah alih alih PKB seakan menjadi keinginan di awang awang. Mengingat pentingnya PKB untuk pergerakan serikat pekerja. Sektor Ritel & Commerece yang merupakan bagian tak terpisahkan dari federasi ASPEK Indonesia, menyelenggarakan Advance Training ON CBA for ASPEK Commerece yang di selenggarakan di Lotte Shopping Avenue Indonesia, Jalan Professor Doktor Satrio Kavling Nomor 3-5, Karet-Kuningan, Jakarta Selatan, tanggal 15 April 2017.

 

 

Peserta Advance Training ON CBA menyimak penuturan nara sumber tentang draf PKB(Dokumentasi Putu Raka)

 

 

Ruang training Lotte Shopping di penuhi para perwakilan afliasi yang antusias mendengarkan nara sumber yang mengetengahkan tema PKB ideal bagi serikat pekerja. Adapun nara sumber adalah DR Kun Wardhana yang merupakan dewan pakar ASPEK Indonesia, Bro Mulyono yang merupakan Sekretaris Jenderal SP United Tracktor, Putu Raka Pendit, Ketua Litbang ASPEK Indonesia, acara di moderatori oleh Bro Encep Supriyadi yang juga ketua sektor Ritel & Commerce ASPEK Indonesia.

Harapan dari penyelenggaraan workshop ini adalah terjadinya kaderisasi yang memahami seluk beluk pembuatan PKB, mengetahui hak dan kewajiban, adanya komunikasi dan negoisasi, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta mengeratkan jaringan silahturahmi dengan sesama anggota afliasi di sektor commerece dan ritel.

 

Diskusi kelompok tentang role play PKB(Dokumentasi Putu Pendit)

 

Semoga dengan workshop PKB ini semakin banyak anggota afliasi memahami betapa pentingnya mempunyai sebuah perjanjian kerja sama yang mengakomodir kepentingan anggota dan tak lupa memberi kontribusi positif bagi pihak perusahaan. Tuan rumah acara yang di wakili ketua SP Lotte Avenue, Bro Dadun menyatakan bahwa workshop ini sangat penting bagi siapa pun yang mengikutinya, Dadun menjelaskan bahwa setiap peserta harus aktif untuk bertanya bagaimana merumuskan draf PKB agar pada praktek yang sebenarnya tak di liputi rasa canggung meski harus beradu argumen dengan pihak management.

Semoga workshop PKB memberikan kontribusi positif bagi peserta dan membuat PKB idaman adalah sebuah keniscayaan bagi afliasi ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Bangga Merayakan May Day 2017 Dengan Kaus Produksi K-PIN

 

        Siap siap May Day dengan kaus keren produksi K-Pin(dokumentasi Alfasah)

 

May Day sebentar lagi di rayakan oleh kaum buruh, event akbar tahunan bagi para buruh selalu menghadirkan perayaan spesial. Pada tanggal 1 Mei 1886 terjadi demonstrasi besar besaran yang di lakukan buruh agar jam kerja di kurangi menjadi 8 jam perhari. Peristiwa Haymarket di tanggal 1 Mei 1886 membuktikan bahwa buruh bersatu akan memberikan arah perubahan secara signifikan meski tak bisa di pungkiri beberapa buruh pun akhirnya menjadi martir dalam peristiwa Haymarket.

Peristiwa 131 tahun lalu akhirnya di jadikan moment sebagai Hari Buruh Internasional dan di Indonesia May Day menjadi hari libur nasional sejak tahun 2014 ketika Indonesia di pimpin oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Bagai mana untuk tahun ini?

 

Bahan Combet S30, nyok di order kaus May Day ASPEK Indonesia(dokumentasi Teguh)

 

ASPEK Indonesia sebagai salah satu federasi pekerja di Indonesia akan merayakan May Day dengan jutaan buruh lainnya, teristimewa untuk tahun ini adalah persiapan May Day dengan memproduksi kaus May Day yang di produksi K-PIN. Yups untuk anggota afliasi bisa memesan kaus melalui pengurus K-Pin. Untuk tahun ini warna kaus di dominasi warna hijau, desain kaus May Day ASPEK Indonesia berasal dari pemenang sayembara yang di lakukan K-PIN , nama pemenang adalah Bro Agung dari afliasi AGD.

Kita ramein May Day 2017 dengan memakai kaus produksi K-PIN, tentu bangga dong menggunakan kaus produksi sendiri dengan kualitas oke. Bahan kaus terbuat dari Combet S 30 dengan warna hijau pupus, harga Rp 50.000 sudah termasuk donasi seribu rupiah untuk sekretariat ASPEK Indonesia.

Jika menginginkan pemesanan maka hubungi saja nomor nomor berikut ini: Yanto Kisan(081314723590), Bro Teguh Pribadi(089686549714) dan bro Alfasah Sejagad di 085100151978. Yuk kita gemakan May Day 2017 dengan suara lantang” Bersatu Berjuang Sejahtera!” (Tim Media ASPEK/TI)

Catatan Menjelang Perayaan May Day

 

Brigade Aksi ASPEK Indonesia mengawal aksi pra May Day(Dokumentasi Alfasah)

 

Bulan Mei akan selalu menjadi bulan istimewa bagi para buruh di seluruh dunia, pada tanggal 1 Mei di peringati sebagai hari buruh internasional. Bagaimana perayaan May Day di negeri tercinta? May Day menjadi libur nasional sejak tahun 2014 saat Soesilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Tahun ini pun May Day akan di peringati bersama sama oleh kaum buruh.

Moment pemanasan menjelang May Day adalah aksi pra May Day yang telah di lakukan pada tanggal 12 April 2017, adapun aksi serentak di laksanakan di bebrapa kota di berbagai provinsi di Indonesia seperti Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya. Aksi Pra May Day mengusung 4 tuntutan  yang merupakan perjuangan kaum buruh.

Massa aksi buruh di depan kantor MK(dokumentasi: Mulyono UT)

Tuntutan pertama adalah agar pemerintah segera mencabut PP 78/2015 yang terbukti pro upah murah, Presiden KSPI Said Iqbal mengkritik kenaikan upah minimum setara dengan harga satu potong kebab, sangat sedikit sekali, padahal lonjakan harga terus mendaki dan menyebabkan  daya beli buruh dan masyarakat menengah ke bawah menurun.

Tuntutan kedua adalah menolak revisi Undang Undang 12/2013 dan sistem pemagangan. Ada upaya yang sistematis untuk melempangkan jalan “ pasar kerja flexibel”, mudah merekrut dengan bayaran murah dan di kondisikan juga nantinya ada pemecatan secara murah atupun dengan jalan mem PHK dengan pesangon yang tak layak.

Tuntutan ketiga, aksi pra May Day akan bersolidaritas bagi buruh di PT Smelting, Gresik yang di PHK secara sepihak oleh management. Aksi Pra May Day pun akan mendatangi kantor KPK, buruh KSPI mendesak agar dalang kasus korupsi E-KTP segera di adili, korupsi merupakan permasalahan yang membelenggu bangsa ini. Korupsi adalah musuh bangsa, karena korupsi uang negara mengalir ke kantong segelintir orang.

Keadilan sosial dan sejahteranya rakyat Indonesia akan semakin sulit di wujudkan gegara korupsi, buruh akan mengambil peran melawan korupsi!

 

Buruh mendukung perjuangan perempuan Kendeng(Dokumentasi Eri Wibowo)

Pra May Day merupakan momentum awal untuk pelaksanaan May Day pada tanggal 1 Mei, ASPEK Indonesia yang merupakan bagian integral dari KSPI, turut serta dalam aksi yang di selenggarkan pada hari Rabu lalu, merebut kesejahteraan merupakan cita cita bersama, mari kita terus jaga agar May Day merupakan titik balik kesejahteraan buruh Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Tasyakuran Milad Ke 15 Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta

Presiden ASPEK Indonesia menghadiri milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi Tim Media ASPEK/TI)

 

Halaman  kantor sekretariat Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta yang terletak di Plaza Tol Jati Asih jalan Wibawa Mukti/ Komsen Bekasi tampak semarak dengan tenda dan juga panggung, bahkan jalan menuju kantor semarak dengan kibaran bendera ASPEK Indonesia yang di dampingi bendera SK JLJ, beberapa karangan bunga tampak berjejer rapi di dekat pintu penerima tamu.

Tanggal 11 April 2017 merupakan acara puncak peringatan HUT SK JLJ yang ke 15, bulan April ini memang bulan istimewa bagi para pekerja JLJ yang tergabung dalam Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta, bulan di mana di dirikannya SK JLJ. Acara berlangsung meriah dengan beragam acara yang di selenggarakan. Salah satu yang membetot perhatian para anggota SK JLJ adalah di tampilkannya kesenian aseli tatar Sunda yang sudah termasyhur dari dahulu yakni tarian Jaipongan.

Kemeriahan acara milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi tim Media ASPEK/TI)

 

Acara milad ke 15 SK JLJ semakin seru dan ger geran dengan tampilanya komika yang juga anggota dari SK JLJ, dengan penuh percaya diri memainkan sesi stand up komedi, bagi seorang pemula lumayanlah, banyak dari peserta tasyakuran milad terbahak mendengar banyolan banyolan komika ini. Tim Media ASPEK Indonesia yang hadir dalam tasyakuran milad ke 15 SK JLJ sempat menemui beberapa anggota SK JLJ, salah satunya adalah Mulyani yang bekerja di bagian operasional mengaku bangga menjadi bagian dari SK JLJ, apalagi perjuangan Mirah Sumirat yang mampu berbuat banyak untuk kemajuan SK JLJ.

Hal senada di ungkapkan oleh Jumadi yang telah bekerja sejak 1996, sejak hadirnya SK JLJ ada kemajuan signifikan yang di rasakan anggota, Jumadi berharap SK JLJ tak surut berjuang agar cita cita sejahtera menjadi sebuah keniscayaan. Acara puncak tasyakuran milad SK JLJ di tutup dengan pembagian door prize.

 

Penyerahan door prize bagi pemenang yang beruntung oleh management JLJ(dokumentasi: tim Media ASPEK/TI)

 

Beberapa anggota SK JLJ tampak sumringah ketika namanya di sebut sebagai pemenang, maka tak tertolaklah hadiah hadiah seperti power bank, payung, magic com, kaus dan berbagai hadiah menarik lainnya, ada juga hadiah utama berupa lemari es satu pintu, uniknya hadiah bisa di raih bila tepat menjawab pertanyaan dari presiden ASPEK Indonesia yang juga ketua umum SK JLJ Mirah Sumirat SE.

Selamat merayakan ulang tahun ke 15 untuk SK JLJ, semoga dengan bertambahnya usia akan memberikan warna bagi perkembangan buruh di Indonesia, hidup buruh, hidup ASPEK Indonesia, berjuang bersatu sejahtera.(Tim Media ASPEK/TI)

Tantangan Dan Peluang Sektor Grafika di Era Teknologi Digital Printing

Regional Evaluation/Planning Seminar, tantangan digital printing yang harus di sikapi dengan bijak(dokumentasi: Made Purwanto)

 

Perkembangan pesat teknologi tak bisa di elakan lagi, kecanggihan teknologi digital printing memudahkan orang orang untuk memanfaatkannya agar mempermudah kehidupan, sebagai salah satu federasi pekerja yang mempunyai afliasi yang bergerak di sektor grafika. ASPEK Indonesia mengupayakan penguatan sektor sektor yang bernaung di dalamnya.

Beberapa afliasi ASPEK Indonesia yang tergabung dalam sektor Grafika seperti SP Balai Pustaka, Sekar AGP, SP Inti Rimbo, SPA AFI terus berupaya beradaptasi dengan percepatan teknologi grafika yang terus memunculkan teknologi kekinian seperti Printer 3D serta digital printing yang merupakan ancaman serius bagi perkembangan serikat pekerja. Tak bisa terus berpangku tangan dan meratapi nasib, ada solusi di antara himpitan dan tantangan.

Untuk menjawab tantangan di perlukan langkah langkah strategis, salah satunya adalah dengan di selenggarakannya Regional Evaluation/Planning Seminar of the Union to Union Project “ Building Strategic Power in MNC  in the Graphical and Packaging Sector” di Hotel Aston Simatupang pada tanggal 8-9 April 2017. Acara di hadiri Lorainne Casin yang saat ini menjabat sebagai Presiden UNI G&P sector, Kun Wardhana dari UNI APRO, Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, Javier Carles Head of UNI G&P-Switzerland, Somboon Subsarn UNI DOC- Thailand, Rajendra Acharya UNI APRO-Nepal, Hanum Abdul Gani UNI MLC- Malaysia.

Titik fokus seminar adalah konsolidasi untuk wilayah Asia Tenggara untuk penguatan sektor grafika serta kegiatan evaluasi tentang sejumlah target yang harus teralisasi dan rencana strategi mencakup 5 tahun ke depan. Dalam hal ini Brother  Mohamed BP Mammal dari UNI MLC Malaysia mengatakan bahwa pesatnya teknologi haruslah di sikapi dengan bersatunya serikat pekerja, karena dengan persatuan yang kuat akan memberikan dampak positif bagi para pekerja yang berserikat.

 

Sekjed ASPEK Indonesia, Sabda Pranawa Djati SH di acara Regional Evaluation/Planning Seminar(dokumentasi:Made Purwanto)

Semoga Serikat Pekerja terutama yang berkecimpung di dunia grafika mampu mengambil manfaat Regional Evaluation/Planning Seminar, mampu menerjemahkan target dan indikator kesuksesan, waktunya bekerja dengan optimal sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan rakyat Indonesia pada umumnya. Selamat untuk rekan rekan di sektor grafika yang telah menyelenggarakan seminar dengan cakupan lintas negara.(Tim Media ASPEK/TI)