Membership Meetting Ramayana Union:Bersiap Saat Kecerdasan Buatan Datang Di Masa mendatang

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat SE bersama dengan anggota Ramayana Union(SP RALS) : Dok Tim Media ASPEK

 

Revolusi industri memasuki era 4.0 yang mengandalkan super komputer, sistem robotik yang memudahkan orang melakukan pekerjaan. Sebagai salah satu sektor Commerce & Ritel, Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa mengantisipasi perkembangan trend teknologi dengan mengadakan membership meeting, dengan tema “Membuka Cakrawala Berpikir Untuk Menghadapi Tantangan Kecerdasan Buatan Di Masa Mendatang”.

Di hadiri Presiden ASPEK Indonesia yang memberi pengarahan bahwa dinamika dan situasi tenaga kerja di Indonesia harus melewati satu fase di mana teknologi akan menjadi sebuah keniscayaan dalam industri kekinian. Di perlukan wawasan yang mampu memberikan dan membuka pikiran para pekerja, kesigapan bekerja satu persatu mungkin akan di gantikan dengan teknologi yang menyertainya.

Sudah saatnya memang Ramayana Union lebih merapatkan barisan terutama konsolidasi antar anggota, walau memang teknologi tak bisa di tawar lagi namun selalu ada jalan untuk keluar dari permasalahan yang terjadi. Bersiap itulah kata kunci yang semestinya selalu di lakukan para pekerja yang tergabung dalam afliasi ASPEK Indonesia.

Bertempat di sekretariat ASPEK Indonesia, tanggal 16 Februari 2018, Membership Meeting yang juga di hadiri Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, Sabda Pranawa Djati SH. Semoga apa yang di berikan Presiden ASPEK Indonesia dalam materi Membership Meeting Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa adalah pembekalan positif para anggota SP RALS yang tersebar di kota kota seperti Depok, Jakarta serta Bekasi.

Seberat apapun permasalahan, jika anggota tetap solid dan saling mendukung, maka permasalahan pun bisa terpecahkan bersama. Semoga dengan di adakannya Membership Meeting akan memberi panduan bagi anggota SP RALS untuk terus berjuang meski segala fasilitas yang di miliki tidaklah sempurna, menjawab tantangan menjadi peluang, agar mimpi sejahtera bagi para anggota bukanlah isapan jempol.(Tim Media ASPEK/TI)

DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh Fasilitasi Pekerja BPR Untuk Bentuk Serikat Pekerja

Aceh, 10 Februari 2018 – Dewan Pengurus Wilayah ASPEK Indonesia Provinsi Aceh melakukan pertemuan dengan Pekerja BPR Mustaqim sektor Perbankan yang dihadiri oleh Mantan Direktur BPR, Mustaqim dan 15 karyawan dengan tujuan mau membentuk Serikat Pekerja. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor TUCC Aceh.

 

Drs. Tgk. Syaiful Mar dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya membentuk Serikat Pekerja sebagai wadah perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan anggota dan keluarganya.

 

Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk pekerja/buruh baik diperusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab, guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya yang diatur dalam Pasal 1 UU No 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

 

Serikat Pekerja/Serikat Buruh dibentuk dengan tujuan memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya (Pasal 4 UU No. 21/2000).

 

Untuk mencapai tujuan diatas, maka Serikat Pekerja/Buruh mempunyai peran dan fungsi diantaranya :

 

  1. Sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  2. Sebagai wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerjasama dibidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya.
  3. Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggota.
  5. Sebagai perencana, pelaksana dan penanggung jawab pemogokan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Sebagai wakil pekerja/buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham dalam perusahaan.

 

Bro Muhammad Arnif selaku Sekretaris DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh menambahkan bahwa setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh tanpa tekanan atau campur tangan pengusaha, pemerintah, partai politik dan pihak manapun sesuai dengan Pasal 9 UU No. 21 tahun 2000.  Bila dalam sebuah perusahaan terdapat sekurang-kurangnya 10 (Sepuluh) orang pekerja/buruh maka dalam perusahaan itu dapat dan berhak membentuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

 

Serikat Pekerja/Serikat Buruh dapat dibentuk berdasarkan sektor usaha, jenis pekerjaan atau bentuk lain sesuai dengan kehendak pekerja/buruh. Keanggotaannya harus terbuka untuk menerima anggota tanpa membedakan aliran politik, agama, suku bangsa dan jenis  kelamin sesuai pasal 12 UU No 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

Serikat Pekerja/Serikat Buruh harus memiliki AD/ART.

 

Untuk mendapatkan legalitas organisasi maka Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang telah terbentuk dan memiliki AD/ART perlu memberitahukan secara tertulis kepada instansi pemerintah yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat  (Disnaker) untuk dicatat dengan melampirkan:

– Daftar nama anggota pembentuk

– Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga

– Susunan dan Nama Pengurus.

 

Instansi pemerintah wajib mencatat dan memberikan nomor bukti pencatatan selambat-lambatnya 21 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan. Setelah mendapatkan nomor bukti pencacatan maka pengurus Serikat Pekerja harus memberitahukan secara tertulis keberadaannya kepada perusahaan sesuai dengan tingkatannya.

 

Kewajiban Serikat Pekerja adalah melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan kepentingannya. Memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarganya serta mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

 

Bro Muzakkir juga menambahkan bahwa setelah Serikat Pekerja terbentuk setiap anggota memiliki kewajiban untuk membayar iuran setiap bulananya.

 

Tidak boleh siapapun menghalangi atau memaksa pekerja/buruh dalam berserikat, maka dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,- dan paling banyak Rp 500.000.000,-. Tindakan diatas merupakan tindak pidana kejahatan sebagai mana Pasal 43 UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.(Muzakir)

Training Strategi Meeting SPELINDO Tahun 2018

Bro Muhammad Hakim di event Strategi Meeting Spelindo(dok Media ASPEK)

 

 

Menyatukan hati antar anggota serikat sedapat mungkin di lakukan serutin mungkin agar visi dan misi berjalan dengan selaras. Pengetahuan harus terus di up grade karena sejatinya ilmu tak akan pernah habis untuk di selami, apalagi bagi pekerja zaman now yang harus terus up date perkembangan zaman yang begitu cepat.

Memperkokoh pengetahuan itulah yang di lakukan oleh para punggawa Spelindo, bertempat di Gunung Torong, Pandeglang Provinsi Banten, Serikat Pekerja Lotte atau sering di sebut Spelindo melakukan Training Strategi Meeting yang di laksanakan pada tanggal 7 hingga 8 Maret 2018. Dengan nara sumber yakni Muhammad Hakim yang pernah menduduki Presiden ASPEK Indonesia, nara sumber lainnya adalah Encep Supriyadi yang merupakan ketua umum dari Serikat Pekerja Tip Top.

Dengan Strategi Meeting di harapkan kultur serikat pekerja yang mengedepankan sosial dialog akan memberikan dampak positif bagi anggota Spelindo. Penguatan team work atau kerja sama di dalam tim pun menjadi bagian sesi yang di berikan oleh para nara sumber, bahkan di sesi ini meski waktu pelaksanaan hingga tengah malam, anggota Spelindo tampak antusias mendengarkan nara sumber yang menjelaskan materi.

Bro Encep mempresentasikan skala pengupahan(Dok Media ASPEK)

Adapun Bro Encep Supriyadi yang di daulat sebagai nara sumber, memaparkan tentang pengupahan, mempresentasikan bahwa perjuangan UMSP Ritel adalah sebuah harga yang harus di lakuka karena bila kita abai bisa jadi untuk tahun tahun ke depan, kelompok ritel tidak akan mendapatkan UMSP, lebih lanjut bro Encep pun memaparkan keberhasilan Serikat pekerja Tip Top untuk bisa mendapatkan skema pengupahan yang lebih adil bagi pekerjanya.

Semoga upaya Spelindo menata kembali kekuatan untuk berserikat di kemudian hari akan melahirkan generasi generasi pekerja yang terdidik dan memahami hak dan kewajibannya, sukses untuk event yang di gelar Spelindo.(Tim Media ASPEK/TI

SKJLJ & ASPEK Indonesia Hadir Bersama Rakyat Peduli Korban Banjir

Peduli sesama yang di lakukan pekerja Jalan Tol Lingkar Jakarta(Dok Media ASPEK)

 

Intensitas hujan di wilayah Jabodetabek saat ini di perkirakan memasuki puncak musim hujan di bulan Februari hingga Maret. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) curah hujan tertinggi di Jabodetabek terjadi pada hari Senin 5 Februari dengan curahan 152,0 milimeter. Hujan yang deras serta air kiriman dari Bogor serta secara geografis kota Jakarta memiliki kontur tanah di bawah permukaan laut, tak pelak lagi banjir pun melanda.

Korban korban banjir terlihat di beberapa tempat di wilayah Provinsi DKI Jakarta, terlihat di media elektronik dan juga media cetak yang memberitakan gubernur DKI tampak sigap mengantisipasi banjir, meski di media sosial sang gubernur sering menjadi sasaran tembak dan juga meme meme sindiran yang menyudutkan gubernur.

Penyerahan bantuan kepada korban banjir Jakarta(Dok Media ASPEK)

 

Dari pada Cuma nyinyirin di lini massa sosial tanpa solusi, Serikat Karyawan Jalan Tol Lingkar Jakarta(SKJLJ) memberikan aksi nyata berupa bantuan berupa susu, air mineral, mie instan dan bahan makanan lainnya serta juga pakaian layak yang di sumbangkan kepada korban bencana banjir, menurut Heliyanto yang juga pengurus SKJLJ saat di hubungi tim Media ASPEK melalui sambungan telepon, bahwa bantuan ini merupakan hasil urunan dari para pekerja.

Heliyanto mengatakan semoga apa yang di donasikan menjadi manfaat bagi para korban dampak banjir di kota Jakarta. SKJLJ dan juga ASPEK Indonesia menyalurkan bantuan ke alamat Jalan Pengadegan Timur II Rt 05/01 Nomor 1 Kecamatan Pancoran. Apa yang di lakukan SKJLJ dan juga ASPEK Indonesia merupakan jawaban konkret bahwa pekerja yang sering di asumsikan tukang demo di jalanan oleh orang orang tak suka dengan pergeraka buruh tanah air.

Namun di saat terjadi bencana, kaum buruh yang kerap kena cibiran ini menjadi garda depan untuk hal kemanusiaan, semoga apa yang di lakukan SKJLJ dan ASPEK Indonesia akan menginspirasi kebaikan bagi yang lainnya.(Tim Media ASPEK/TI)

Gapai UMSP Sebuah Keniscayaan Yang Memerlukan Jalan Perjuangan

Perjuangan buruh dengan massa aksi di jalanan(Dok Media ASPEK)

 

Penetapan PP 78/2015 yang berlaku beberapa tahun terakhir sebagai parameter kenaikan gaji menjadi anti klimaks bagi perjuangan buruh agar kesejahteraan semestinya di raih, apa daya peraturan yang menihilkan peran survey KHL dan juga Dewan Pengupahan seakan menjadi momok baru yang tentu saja banyak dari kalangan buruh mengecam kebijakan pemerintah ini.

Selain aksi di jalanan dan juga upaya konsep dan lobi yang di lakukan buruh, ketiga upaya tersebut terus di pompakan kaum buruh yang menginginkan hak nya di berlakukan secara adil. ASPEK Indonesia pun terus berupaya agar kesejahteraan pekerja yang berafliasi mampu hidup layak meski himpitan ekonomi terus mendera. Salah satu upaya tersebut adalah dengan goal setting dengan cara yaitu Upah Minimum Sektoral Provinsi tahun 2018 bisa di laksanakan.

 

DPW DKI Jakarta mengawal sidang evaluasi UMSP(Dok Media ASPEK)

 

Rabu tanggal 7 Februari 2018, ketua Sektor Commerce & Ritel, Bro Encep Supriadi yang di dampingi Bro Rebo Bin Singo Singo yang menjabat ketua DPW DKI Jakarta mengawal Sidang Dewan Pengupahan dalam rangka evaluasi hasil perundingan/kesepakatan UMSP Tahun 2018. Bertempat di ruang rapat lantai 2 Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Jalan Prajurit KKO Usman Dan Harun Nomor 52, Jakarta Pusat.

Kita memanjatkan do’a setelah daya dan upaya di lakukan, perjuangan terus berlanjut dan inilah titik balik agar apa yang kita perjuangkan menjadi sebuah kemenangan bagi kalangan buruh pada umumnya.(Tim Media ASPEK/TI)

Tarik Ulur UMSP Sektor Ritel Di Angka Psikologis 17%

Suasana perundingan UMSP antara ABBRI dengan Aprindo(dok Media ASPEK)

 

Saat ini buruh di sektor ritel provinsi DKI Jakarta tampaknya belum bisa bernafas lega perihal Upah Minimum Sektoral Provinsi, ada keenganan dari pihak Aprindo untuk meneken angka 17% dari UMP bagi sektor ritel. Jalan panjang diplomasi maupun aksi aksi di jalanan tampaknya akan menjadi warna lain agar adanya UMSP sebesar 17% dari UMP 2018 bukanlah bayang bayang semu dan tak pernah terwujud.

Aliansi Buruh Bersatu Ritel Indonesia yang di motori oleh ASPEK Indonesia serta Federasi Serikat Pekerja Mandiri melakukan upaya perundingan UMSP dengan Aprindo pada tanggal 6 Februari 2018. Bertempat di kantor DPP Aprindo yang berlokasi di Komplek Rasuna Epicentrum, Rasuna Office Park Blok ZO Nomor 3 & 6, Jalan HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

Delegasi ABBRI yang di pimpin oleh Encep Supriadi, yang menyodorkan data dari PDRB DKI untuk tahun 2018 dengan adanya kenaikan di sektor usaha ritel  sebesar 17%. Berdasar hal tersebut maka ABBRI menganggap layak usulan kepada Aprindo agar merkomendasikan  penetapan UMSP sektor ritel sebesar 17% dari UMP 2018.

Poto bersama delegasi ABBRI dengan Aprindo seusai perundingan(dok Media ASPEK)

Di sisi lain, pihak Aprindo mengemukakan bahwa besaran PDRB yang di keluarka BPS yang menyentuh angka 17% adalah tidak riil pertumbuhan ritel namun angka itu merupakan kelompok perdagangan besar, eceran, reparasi mobil serta sepeda motor. Selain itu Aprindo merujuk pada kenyataan bahwa pertumbuhan ritel mengalami penurunan di sebabkan usaha ritel banyak mengalami gulung tikar dan menutup gerai gerainya.

Sehingga jika menilik dari point tersebut, Aprindo tidak sependapat dengan ABBRI dan tak sepakat untuk melaksanakan UMSP. Tarik ulur antar ABBRI dan juga Aprindo memberikan sebuah simpulan yakni ABBRI menghendaki adanya UMSP sebesar 17% dari UMP 2018 namun Aprindo tetap keukeuh bahwa tidak perlu adanya UMSP.

Nampaknya buruh sektor ritel harus bersabar menunggu moment UMSP, apapun keadaannya perjuangan akan terus di lanjutkan, ayo kita bersatu untuk kesejahteraan bersama.(Tim Media ASPEK/TI,ES)

Musyawarah Nasional IV Serikat Pekerja IndosatM2

Bertempat di ruang aula PT.IndosatM2, pada hari rabu tanggal 24 Januari 2018, Serikat Pekerja IM2 (SPIM2) sebagai salah satu afiliasi ASPEK Indonesia, kembali menggelar agenda nasionalnya, yakni Musyarawarah Nasional anggota serikat pekerja IndosatM2 (SPIM2) yang ke 4.

Munas SPIM2 adalah forum tertinggi SPIM2 yang akan memilih Dewan Pimpinan dan Pengawas SPIM2, dan juga perubahan atas Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) SPIM2.

Munas dihadiri oleh 139 atau 73,6 % anggota SPIM2 baik di lokasi kantor pusat, maupun di lokasi kantor cabang melalui video conference. Munas juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan, antara lain Bro Jakwan (wakil presiden Aspek Indonesia ),Bro Sabda Pranawa Djati SH  (Sekjen Aspek Indonesia), dan juga dihadiri oleh Bro Azwani Dadeh selaku presiden Serikat Pekerja Indosat (SPI), tak lupa hadir juga perwakilan Management PT.IndosatM2.

Dalam sambutannya perwakilan dari Aspek dan SPI menekankan pentingnya kelengkapan administrasi serikat pekerja, khususnya dalam menghadapi kasus perselisihan hubungan industri yang akhir – akhir ini marak dalam industri telekomunikasi. Sekaligus menekankan pentingnga untuk konsolidasi antara serikat pekerja baik dengan afiliasi maupun dengan serikat pekerja di group perusahaan maupun industri telekomunikasi.

Agenda Munas SPIM2 dilanjutkan dengan mendengar laporan pertanggung jawaban dari bro Denny Saputra , ketua SPIM2 periode 2016 – 2018, selanjutnya forum memutuskan untuk menerima laporan pertanggung jawaban, dan menyatakan kepengurusan SPIM2 periode 2016 – 2018 Demisioner.

Agenda Munas SPIM2 kemudian memasuki sesi puncak yakni pengesahan perubahan AD- ART SPIM2, dan pemilihan ketua SPIM2. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang dan melalui pengambilan suara terbanyak disepakati perubahan atas Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) SPIM2 terkait susunan dewan pengurus pusat(DPP).

Kemudian forum juga memutuskan bahwa pemilihan ketua SPIM2 akan melalui pemungutan suara tertutup dan tidak dilakukan secara aklamasi. Hasilnya dari hasil pemilihan tertutup dari 10 bakal calon ketua SPIM2 yang telah dijaring secara online sebelum acara Munas, Bro Denny Saputra kembali mendapatkan amanah untuk kembali menjadi Ketua Umum SPIM2 untuk periode kedua kalinya, dengan total suara 85 (60,5 %) dari total suara yang sah, sementara sebagai ketua bidang terpilih Bro Ivanda, Sis Caya , Bro Syarief, dan Bro Hanan. Sebagai dewan pengawas SPIM2 terpilih Bro Reinheart, Bro Hutomo dan Sis Dyah.(Tim Media ASPEK/TI, Deni IM2)

Audiensi Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta Dengan Disnakertrans Provinsi DKI

Audiensi SP RS Haji Jakarata, semoga ada perbaikan dari management terhadap pekerja(dok Tim Media ASPEK)

 

Kesehatan & Farmasi bagian Sektoral yang di miliki ASPEK Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam federasi yang sampai saat ini fokus di bidang ketenagakerjaan sektor jasa. Salah satu afliasi ASPEK Indonesia yang berkiprah di bidang kesehatan adalah Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta. 2 Februari 2018, SP Rumah Sakit Haji Jakarta melakukan upaya audiensi yang membicarakan beberapa persoalan terkait dengan  management Rumah Sakit Haji Jakarta.

Ada beberapa point yang di bincangkan dalam audiensi ini, SP Rumah Sakit Haji Jakarta dengan beberapa pengurus Serikat Pekerja serta di dampingi Sabda Pranawa Djati SH sebagai Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, hadir pula Dedi Hartono S.Sos yang merupakan Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta. Hal yang penting dalam audiensi tersebut ialah , pihak Serikat pekerja meminta kepada Disnakertrans Provinsi Jakarta melakukan upaya pengawasan yang pernah turun langsung  di lakukan bagian pengawasan untuk bertemu dengan pihak management dan menindak lanjuti temuan dan pengawasannya dengan segera.

Pihak Serikat Pekerja yang di wakili pihak pengurus, seperti yang di ungkapkan Arman yang juga pengurus Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta, bahwa masih adanya kekurangan pembayaran upah(di bawah UMSP) di tahun tahun sebelumnya oleh pihak management Rumah Sakit Haji Jakarta.

Point lanjutan dari audiensi adalah, di harapkan adanya perbaikan dari management menyangkut kewajiban yang semestinya di tunaikan kepada karyawan tentang Upah Minimum Sektoral Provinsi dan juga hak hak normatif berdasarkan Undang Undang yang berlaku, dan ini menjadi catatan agar pihak managemet tidak melakukan kesalahan yang sama di waktu yang akan datang.

Pekerja berhak mendapatkan kesejahteraan setelah memenuhi hak dan juga kewajibannya sebagai pekerja, audiensi yang di lakukan Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta dengan Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta merupakan upaya awal untuk menuju cita cita dari mimpi sejahtera bagi kaum buruh, terus berjuang kawan. Bahwa perjuangan akan mendapatkan jalannya adalah keniscayaan.(Tim Media ASPEK/TI)

Memperkenalkan Logo Resmi Milad ASPEK Indonesia Ke 18

Logo Resmi Milad ASPEK Indonesia ke 18(Dok Media ASPEK)

 

Bulan Februari akan selalu menjadi bulan istimewa bagi federasi serikat pekerja yang bermarkas di Graha Alam Indah, Batu Ampar Condet, Jakarta Timur ini. Di tahun 2018 organisasi yang terkenal dengan konsep sosial dialog ini akan merayakan milad yang ke 18. Jika di sandingkan dengan pertumbuhan manusia pada umumnya, usia 18 adalah awal menuju gerbang kedewasaan baik secara fisik maupun pemikiran.

Untuk merayakan hari jadinya, ASPEK Indonesia memperkenalkan logo resmi 18 tahun ASPEK Indonesia berdiri.  Ada beberapa filosofi yang ingin di kedpankan oleh perancangnya yakni bro Rastra Sewakitira yang berasal dari SP Sarana Graha Duta yang juga menjabat wakil ketua Departemen Media & Informasi ASPEK Indonesia.

Warna hijau yang identik dengan tampilan ASPEK selama ini mempunyai perlambang unsur kesejahteraan, kemakmuran. Dan ini merupakan basis perjuangan organisasi yang di dirikan pada tahun 2000. Warna hijau di angka satu adalah keinginan dan cita cita ke depan dan upaya ASPEK menjadi bagian penting sejarah perburuhan di Indonesia.

Angka delapan yang di kenal sebagai angka yang tak mempunyai garis terputus, menjadi spirit perjuangan ASPEK Indonesia yang tiada henti berjuang untuk wujudkan Beruang, Bersatu dan Sejahtera. Dengan balutan warna merah dan putih di angka 8 memberikan spirit bahwa merah adalah berani dan putih adalah suci, seperti semangat bangsa Indonesia pada umumnya.

Yup logo ini akan terpasang selama perhelatan hari jadi ASPEK Indonesia sepanjang bulan Februari ini. Jangan lupa ya untuk merayakan hari jadinya yang ke 18, ada event keren yang di adakan ASPEK Indonesia yakni Seminar Nasional dengan tema ” Ekonomi Indonesia Di Tahun Politik, Dampaknya Terhadap Buruh dan Rakyat” yang di selenggarakan pada tanggal 23 Februari di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Jalan Nangka raya Nomor 60, Tanjung Barat, Jagakarsa.

Selain itu yang di tunggu tunggu yakni acara puncak akan di laksanakan di tempat yang sama, seluruh keluarga besar ASPEK Indonesia dan keluarganya di harapkan hadir dan jangan lupa dress kode nya yaitu kemeja ASPEK Indonesia warna hijau.(Tim Media ASPEK/TI)

Strategi SPELINDO Menggapai Sukses Program Kerja Tahun 2018

 

Pengurus SPELINDO bersiap untuk pembenahan organisasi(dok Tim Media ASPEK/TI)

 

 

Ada banyak hal yang di lakukan agar perjuangan dalam organisasi terus tumbuh dan memberikan pemahaman dan wawasan baru kepada anggotanya, hal ini pun di lakukan salah satu afliasi ASPEK Indonesia di sektor Commerece & Ritel. Bulan Februari ini Serikat Pekerja Lotter Mart atau yang sering di sebut SPELINDO akan mengadakan training Strategi Meeting Program Kerja 2018 yang akan di jadwalkan tanggal 7-8 Februari 2018.

Menurut ketua umum SPELINDO, bro Indra yang di temui tim Media ASPEK Indonesia. Bahwa SPELINDO akan mengupayakan pembenahan organisasi, salah satu cara jitu adalah dengan memberikan pembekalan kepada anggota, dengan panduan ASPEK Indonesia sebagai induk organisasi di harapkan  training Strategi Meeting Program Kerja 2018 memberikan pemahaman kepada anggota bahwa pentingnya sebuah serikat pekerja memiliki Perjanjian Kerja Bersama atau PKB.

Asa akan selalu ada, SPELINDO mempersiapkan strategi pengembangan organisasi(Tim Media ASPEK/TI)

 

Konsep training ini pun adalah untuk mengorganising anggota SPELINDO yang saat ini memiliki keanggotaan sebanyak 300 anggota, meski tidak semua anggota SPELINDO mengikuti training yang di adakan di kota Serang ini namun di harapkan yang mengikuti kegiatan di harapakan nantinya akan menjadi penyambung pengetahuan bagi rekan rekan yang tidak ikut.

Selain itu Bro Indra yang saat ini di daulat sebagai ketua umum menyebutkan, dalam dua tahun ke depan ia berharap bisa membangun jejaring bagi para pekerja di Lotte untuk kembali menjadi anggota, apa yang pernah dilalui SPELINDO sebagai salah satu basis perjuangan di sektor Commerece & Ritel dengan jumlah keanggotaan yang signifikan dan sebaran anggotanya mencakup beberapa kota di Indonesia bisa di lakukan, Indra menargetkan untuk kota kota di Jawa maupun Sumatera nantinya ada keterwakilan SPELINDO.

Tetap Semangat untuk para punggawa SPELINDO semoga apa yang di targetkan menjadi kenyataan dan cita cita berjuang untuk meraih kesejahteran dengan berorganisasi tak akan padam lagi.(Tim Media ASPEK/TI)

DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh Tingkatkan Kesejahteraan dengan Perjanjian Kerja Bersama

 

Aceh, 28/01/18 – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW ASPEK Indonesia) Provinsi Daerah Istimewa Aceh melaksanakan Training Perjanjian Kerja Bersama (PKB),  training  yang diikuti oleh Serikat Pekerja Grand Nanggroe Hotel (SP GNH) dan Serikat Pekerja Jasa Nugraha Ekspres (SP JNE) dilaksanakan di kantor Trade Union Care Center (TUCC) dengan menghadirkan 2 orang Narasumber yaitu Syukurullah, SH (Serikat Pekerja Lafarge Holcim Indonesia) dan Usman Sulaiman (Pengurus PCEE FSPMI Aceh).

Acara yang dibuka langsung oleh  Syaiful Mar selaku Ketua DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh, dalam sambutannya beliau mengatakan sesuai dengan semangat perjuangan ASPEK Indonesia dimana ASPEK Indonesia sangat peduli terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi pengurus dan anggota afiliasi ASPEK Indonesia maka training ini diadakan, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keahlian di bidang ketenagakerjaan dan posisi tawar serikat pekerja di perusahaan agar tercipta hubungan industrial yang harmonis, ia pun menambahkan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti walaupun banyak tantangan dan ancaman terhadap pengurus Serikat Pekerja.

 

Syukurullah, SH ketika menyampaikan materinya mengatakan hal yang paling penting dalam hal pengajuan PKB adalah pastikan bahwa yang mewakili manajemen adalah orang memiliki kewenangan dan bisa mengambil keputusan, buatlah tata tertib perundingan sampai dengan memuat solusi serta mempersiapkan materi dan strategi perundingan PKB.

 

Ia pun menambahkan dalam hal membuat pasal-pasal dalam PKB perlu diperhatikan bahwa pasal harus dibagi kepada beberapa tingkatan yaitu pasal yang ringan  (artinya pasal yang mudah diterima) sebaiknya ditaruh paling atas atau pertama, pasal yang sedang dan pasal yang berat artinya pasal yang susah diterima oleh manajemen.

 

Usman Sulaiman menambahkan bahwa PKB harus lebih baik dari undang-undang dan setiap pasal yang sudah dibahas harus diparaf dan dicatat, jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan mudah bagi perusahaan untuk melakukan perubahan, itu merupakan salah satu trik dalam berunding ucapnya.

 

Muhammad Arnif selaku Sekretaris DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh juga menambahkan bahwa dalam hal melakukan perundingan, tim dari Serikat Pekerja harus solid dan selalu kompak, serta kita juga harus mempelajari karakter manajemen, akhir kata beliau mengatakan dengan semangat dan komitmen untuk menjalin hubungan industrial yang baik, ia pun optimis bahwa PKB Grand Nanggroe Hotel harus terbentuk tahun ini.

Ada Apa Di Bulan Februari Bersama ASPEK Indonesia

Bulan Februari sebentar lagi akan menyapa, bulan kedua di kalender masehi ini sering di gadang gadang sebagai bulan kasih sayang dengan simbol warna pink, tapi bukan hal itu yang akan menjadi bulan menarik di Februari ini, Bulan Februari akan selalu menjadi bulan spesial bagi ASPEK Indonesia karena di bulan ini pula Federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia akan selau merayakan miladnya.

Ada beberapa agenda ASPEK Indonesia yang akan di gelar dan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ASPEK Indonesia ke 18, cara tahu agenda apa saja yang akan terjadi sebagai kalender event di bulan Februari 2018.

Tanggal 09 Februari 2018, ASPEK Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional tentang Perekonomian Indonesia dengan pembicara yang sudah tidak asing lagi yakni Ichsanuddin Noorsy serta Rizal Ramli, bagi kawan buruh yang butuh amunisi informasi seputaran ekonomi bangsa ini, yuk hadir dalam seminar yang akan membedah ekonomi Indonesia dan aspek permasalahannya, menjadi buruh pintar itu perlu belajar. Catat di agenda buruh nih, jangan lupa ya!

10 Februari agenda berikutnya adalah Rapat Kerja Nasional ASPEK Indonesia akan di laksanakan, seluruh perwakilan DPW ASPEK se Indonesia, DPC DPC di kota kota seperti Depok, Bekasi, Bandung sepertinya harus bersiap agar Rakernas bisa berjalan dengan lancar, dengan lancarnya Rakernas maka langkah ASPEK Indonesia ke depannya di harapkan semakin moncer di blantika perburuhan nasional.

Dan gong utama event di bulan Febaruari adalah dengan perayaan milad ASPEK Indonesia yang ke 18, undangan ini pastinya memanggil semua anggota ASPEK Indonesia untuk bersatu dan memeriahkan milad organisasi yang kita cintai, dan yang spesial nih, rencananya DPP ASPEK Indonesia akan mengundang DKI 1, temu muka dengan calon calon legislatif DPRD DKI Jakarta yang berasal dari ASPEK Indonesia, presiden KSPI, Dewan Pakar ASPEK Indonesia, GBJ, Perda KSPI, Menteri Tenaga Kerja RI, Ichsanuddin Noorsy serta Rizal Ramli.

Yuk kita dukung event event bersama ASPEK Indonesia, kepedulian kita semua untuk membesarkan nama ASPEK Indonesia adalah hal yang penting di lakukan oleh seluruh anggota ASPEK Indonesia dan menggaungkan suara bersatu berjuang sejahtera adalah keyakinan yang akan kita raih, semoga.(Tim Media ASPEK/TI)

Persiapan Kongres III Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Topik Irawan.

 

Pemimpin datang dan pergi adalah hukum alam yang tak bisa di lawan dan itu adalah alamiahnya sebuah struktur organisasi, lapis lapis pengurus inti dalam berorganisasi semestinya memang harus terus di persiapkan. Memasuki tahun 2018, Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa akan mengagendakan kongres untuk memilih pimpinan baru setelah masa bakti pimpinan sebelumnya memasuki masa purnabakti.

Foto Topik Irawan.

 

Sebelum mengadakan kongres, setiap perwakilan cabang yang meliputi wilayah Depok, Tanah Abang, Pulo Gadung serta Tambun mempersiapkan agenda untuk mensukseskan Kongres SP RALS ke 3 yang akan di jadwalkan pada bulan Februari 2018. Rapat persiapan kongres pada tanggal 18 Januari 2018 di kantor DPP ASPEK Indonesia, Jalan Condet Raya Batu Ampar  yang di dampingi Ketua Departemen Pendidikan, Pelatihan, Rekrutmen & Kaderisasi, Putu Raka Pendit ini membahas tentang tata cara pelaksanaan kongres, tempat pelaksanaan serta waktu.

Foto Topik Irawan.

 

Menurut Saliman yang merupakan Sekretaris Serikat Pekerja Ramayana Lestari bahwa sejatinya di kongres nanti akan terpilih pemimpin baru yang di harapkan memiliki jiwa visioner mengingat saat ini era digital telah merambah ke mana mana, dan persaingan di dunia retail saat ini begitu kompetitif. Dengan adanya Kongres ke III SP RALS di harapkan semakin memperkokoh kekuatan dalam organisasi.

SP RALS yang merupakan afliasi ASPEK Indonesia sektor Commerce & Retail yang telah memunculkan sosok bernama Dedi Hartono SE yang kini merupakan Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta dan juga Ketua Departemen Pengupahan ASPEK. Di harapkan dengan kongres ini akan memunculkan figur baru untuk membawa SP RALS menjadi Serikat Pekerja yang terus berkontribusi bagi kemajuan pergerakan buruh. Serikat Pekerja yang berjuluk  Blue Generation ini mencoba terus berkiprah untuk memajukan dunia perburuhan di tanah air. Selamat berkongres dan sukses selalu.(Tim Media ASPEK/TI)