Ada Apa Di Bulan Februari Bersama ASPEK Indonesia

Bulan Februari sebentar lagi akan menyapa, bulan kedua di kalender masehi ini sering di gadang gadang sebagai bulan kasih sayang dengan simbol warna pink, tapi bukan hal itu yang akan menjadi bulan menarik di Februari ini, Bulan Februari akan selalu menjadi bulan spesial bagi ASPEK Indonesia karena di bulan ini pula Federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia akan selau merayakan miladnya.

Ada beberapa agenda ASPEK Indonesia yang akan di gelar dan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ASPEK Indonesia ke 18, cara tahu agenda apa saja yang akan terjadi sebagai kalender event di bulan Februari 2018.

Tanggal 09 Februari 2018, ASPEK Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional tentang Perekonomian Indonesia dengan pembicara yang sudah tidak asing lagi yakni Ichsanuddin Noorsy serta Rizal Ramli, bagi kawan buruh yang butuh amunisi informasi seputaran ekonomi bangsa ini, yuk hadir dalam seminar yang akan membedah ekonomi Indonesia dan aspek permasalahannya, menjadi buruh pintar itu perlu belajar. Catat di agenda buruh nih, jangan lupa ya!

10 Februari agenda berikutnya adalah Rapat Kerja Nasional ASPEK Indonesia akan di laksanakan, seluruh perwakilan DPW ASPEK se Indonesia, DPC DPC di kota kota seperti Depok, Bekasi, Bandung sepertinya harus bersiap agar Rakernas bisa berjalan dengan lancar, dengan lancarnya Rakernas maka langkah ASPEK Indonesia ke depannya di harapkan semakin moncer di blantika perburuhan nasional.

Dan gong utama event di bulan Febaruari adalah dengan perayaan milad ASPEK Indonesia yang ke 18, undangan ini pastinya memanggil semua anggota ASPEK Indonesia untuk bersatu dan memeriahkan milad organisasi yang kita cintai, dan yang spesial nih, rencananya DPP ASPEK Indonesia akan mengundang DKI 1, temu muka dengan calon calon legislatif DPRD DKI Jakarta yang berasal dari ASPEK Indonesia, presiden KSPI, Dewan Pakar ASPEK Indonesia, GBJ, Perda KSPI, Menteri Tenaga Kerja RI, Ichsanuddin Noorsy serta Rizal Ramli.

Yuk kita dukung event event bersama ASPEK Indonesia, kepedulian kita semua untuk membesarkan nama ASPEK Indonesia adalah hal yang penting di lakukan oleh seluruh anggota ASPEK Indonesia dan menggaungkan suara bersatu berjuang sejahtera adalah keyakinan yang akan kita raih, semoga.(Tim Media ASPEK/TI)

Persiapan Kongres III Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Topik Irawan.

 

Pemimpin datang dan pergi adalah hukum alam yang tak bisa di lawan dan itu adalah alamiahnya sebuah struktur organisasi, lapis lapis pengurus inti dalam berorganisasi semestinya memang harus terus di persiapkan. Memasuki tahun 2018, Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa akan mengagendakan kongres untuk memilih pimpinan baru setelah masa bakti pimpinan sebelumnya memasuki masa purnabakti.

Foto Topik Irawan.

 

Sebelum mengadakan kongres, setiap perwakilan cabang yang meliputi wilayah Depok, Tanah Abang, Pulo Gadung serta Tambun mempersiapkan agenda untuk mensukseskan Kongres SP RALS ke 3 yang akan di jadwalkan pada bulan Februari 2018. Rapat persiapan kongres pada tanggal 18 Januari 2018 di kantor DPP ASPEK Indonesia, Jalan Condet Raya Batu Ampar  yang di dampingi Ketua Departemen Pendidikan, Pelatihan, Rekrutmen & Kaderisasi, Putu Raka Pendit ini membahas tentang tata cara pelaksanaan kongres, tempat pelaksanaan serta waktu.

Foto Topik Irawan.

 

Menurut Saliman yang merupakan Sekretaris Serikat Pekerja Ramayana Lestari bahwa sejatinya di kongres nanti akan terpilih pemimpin baru yang di harapkan memiliki jiwa visioner mengingat saat ini era digital telah merambah ke mana mana, dan persaingan di dunia retail saat ini begitu kompetitif. Dengan adanya Kongres ke III SP RALS di harapkan semakin memperkokoh kekuatan dalam organisasi.

SP RALS yang merupakan afliasi ASPEK Indonesia sektor Commerce & Retail yang telah memunculkan sosok bernama Dedi Hartono SE yang kini merupakan Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta dan juga Ketua Departemen Pengupahan ASPEK. Di harapkan dengan kongres ini akan memunculkan figur baru untuk membawa SP RALS menjadi Serikat Pekerja yang terus berkontribusi bagi kemajuan pergerakan buruh. Serikat Pekerja yang berjuluk  Blue Generation ini mencoba terus berkiprah untuk memajukan dunia perburuhan di tanah air. Selamat berkongres dan sukses selalu.(Tim Media ASPEK/TI)

Prasasti Epik Serikat Pekerja Adalah Adanya Perjanjian Kerja Bersama

Foto Sabda Pranawa Djati.

 

Sebuah impian Serikat Pekerja ketika berdiri adalah memperjuangkan kesejahteraan bagi para anggotanya, meski menuju jalan tersebut tidaklah mudah. Harapan terbesar dan selalu menjadi idaman para pengurus Serikat Pekerja adalah mewujudkan Perjanjian Kerja Bersama dengan management perusahaan. Hal tersebut menjadi bahan bakar bagi seluruh pekerja yang berserikat bahwa satu ketika moment indah penandatanganan menjadi kenyataan.

Serikat Pekerja Linfox Logistik yang merupakan afliasi ASPEK Indonesia telah berhasil mewujudkan apa yang di cita citakan oleh setiap serikat pekerja. Sebagai salah satu Serikat yang berada di wilayah kabupaten Bekasi, SP Linfox Logistik memberikan kontribusi positif bagi arah perkembangan pergerakan buruh terkhusus bagi sesama afliasi ASPEK di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Foto Sabda Pranawa Djati.

 

Pada tanggal 17 Januari 2018 bertempat di Hotel Sahid Lippo Cikarang, telah terlaksana serah terima PKB 2017-2019 yang di lakukan pihak PUK Serikat Pekerja Linfox Logistik Indonesia dengan  PT Linfox Logistik Indonedia, dalam penandatanganan serah terima tersebut hadir Sabda Pranawa Djati SH yang merupakan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia.

Sebuah kutipan yang menarik di sampaikan oleh Sekjend ASPEK adalah “Wujud paling kongkrit dari hubungan industrial yang harmonis di sebuah perusahaan adalah Perjanjian Kerja Bersama(PKB) yang di sepakati dan di tanda tangani oleh pimpinan perusahaan dengan pimpinan Serikat Pekerja,” imbuh Sabda Pranawa Djati.

Dengan penandatanganan yang di lakukan oleh Aris Kuncoro selaku ketua umum SP Linfox Logistik Indonesia dan juga pimpinan perusahaan merupakan langkah positif, karena di dalam PKB tersebut tercantum semua hal yang terkait hak dan kewajiban para pihak perusahaan, termasuk soal hak  hak hak kesejahteraan bagi pekerja. Semoga apa yang di lakukan SP Linfox Logisti Indonesia memberi inspirasi bagi para Serikat Pekerja yang terafliasi di ASPEK Indonesia yang belum memiliki PKB agar satu ketika dalam perjuangannya mendapatkan kesempatan yang sama seperti SP LLI.

Selamat untuk para pengurus dan anggota SP Linfox, dan hal ini menjadi momentum indah di awal tahun 2018, maju terus buruh Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Geliat Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia Memperkokoh Eksistensi

 

Trend positif menciptakan kultur kerja yang kondusif adalah satu keniscayaan, hal itu pun di rasakan oleh para pengurus Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia. Kebersamaan secara kolektif yang di wujudkan dalam cita cita pembentukan serikat pekerja bukanlah satu hal yang tabu di bicarakan, meski memang pada kenyataannya membentuk sebuah serikat pekerja dan mengembangkannya bukanlah hal yang mudah karena halangan dan rintangan pasti akn banyak di temui.

 

Memperkokoh eksistensi dengan cara mengkonsolidasikan pengurus dan juga anggotanya seraya menimba pengalaman dengan Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia di lakukan oleh Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia, bertempat di Java Room PT Bank Maybank Syariah Indonesia, sebuah momentum untuk memperkuat cara berpikir anggota bahwa berserikat memang di perlukan.

18 Januari 2018 menjadi titik balik bagi pengurus SP MSI untuk memperkokoh eksistensi, dalam konsolidasi yang di hadiri Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, Sekjend ASPEK Sabda Pranawa Djati SE, mantan Presiden ASPEK Indonesia Muhammad Hakim, ada beberapa catatan yang perlu di perhatikan bagi SP MSI yaitu perkuat terus konsolidasi di tingkatan anggota. Menyikapi dengan tenang segala dinamika yang terjadi seraya mengambil jalan keluar yang terbaik bagi seluruh anggota.

Selain itu ASPEK Indonesia sebagai organisasi induk akan menyurati pihak management Maybank Syariah Indonesia untuk melakukan audiensi. Semoga perjuangan Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia akan terus berlanjut dan semakin kuat adanya.(Tim Media ASPEK/TI)

Konsolidasi Akbar Ikrar Mandiri Abadi Melawan PHK Massal Sepihak

 

Konsolidasi akbar SP IMA yang di hadiri jajaran Pengurus DPP ASPEK(dok Tim Media ASPEK)

PC FSPMI Bekasi yang terletak di jalan Yapink Putra Nomor 11 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi di padati orang orang dengan seragam putih dipadu warna hitam, mereka adalah ratusan anggota Serikat Pekerja Ikrar Mandiri Abadi yang mengadakan konsolidasi akbar untuk melawan kesewenangan management yang berupa melakukan PHK massal secara sepihak, memberangus kehadiran Serikat Pekerja dan upaya Union Busting secara massif.

 Anggota SP IMA menyimak arahan dari para pengurus(Dok Tim Media ASPEK)

 

Konsolidasi pada tanggal 13 Januari 2018 ini di hadiri Presiden ASPEK Indonesia beserta jajaran DPP ASPEK, pada hakekatnya menurut Presiden Mirah Sumirat SE, selaku induk organisasi dari SP Ikrar Mandiri Abadi, sejak semula ASPEK tetap menolak upaya upaya untuk melemahkan posisi serikat pekerja yang di lakukan pihak management, pemutusan hubungan kerja terhadap ketua umum beserta pengurus lainnya adalah tindakan yang bertentangan dengan upaya pemerintah yang sedang gencar gencarnya  dalam mengurangi angka pengangguran.

Ketua Umum SP Ikrar Mandiri Abadi, Deni Sofian Hidayat(dok Tim Media ASPEK)

 

Di temui di tempat konsolidasi, ketua umum SP Ikrar Mandiri Abadi mengatakan kepada Media ASPEK Indonesia bahwa konsolidasi ini sangat berarti untuk memberikan suntikan semangat anggota SP Ikrar Mandiri Abadi bahwa perjuangan melawan kesewenangan management di dukung penuh oleh DPP ASPEK Indonesia. Deni Sofian Hidayat selaku ketua umum menyatakan bahwa anggota SP IMA sangat komitmen mendukung pengurus untuk terus berupaya melawan ketidakadilan ini.

Seyogyanya Pengusaha, Pemerintah ataupun Serikat Pekerja menghindari pemutusan kerja sesuai konstitusi yang berlaku di bidang ketenagakerjaan, perlawanan terhadap bentuk kesewenangan selayaknya harus di nyalakan. Konsolidasi yang di lakukan pengurus Serikat Pekerja Ikrar Mandiri semakin memantapkan bagi para anggota karena dengan perjuangan kolektif atau kebersamaan merupakan sebuah kunci untuk melawan arogansinya management, selamat berjuang kawan karena kalian tak melangkah sendirian.(Tim Media ASPEK/TI,RSK)  

Pelatihan Membuat Kue Departemen Perempuan SKJLJ

Poto bareng Presiden ASPEK Indonesia saat pelatihan membuat kue(Dok Tim Media ASPEK)

Serikat Pekerja tidak melulu meneriakan “ Hidup Buruh!” ketika berada di jalanan menyuarakan aspirasi, selain harus memiliki jiwa patriotisme dan juga elegan saat melakukan perundingan, Serikat Pekerja adalah wadah berorganisasi mengasah kemampuan agar pekerja terus di berdayakan secara optimal. Sudah saatnya pekerja mempunyai satu bidang keahlian yang nantinya mampu memberikan penghasilan tambahan, untuk menuju hal tersebut maka di butuhkan pelatihan pelatihan agar pekerja pun bisa mandiri secara finansial di luar pendapatan gaji yang di terima.

Berdayakan anggota, semoga menjadi keahlian yang bermanfaat(dok Tim Media ASPEK)

 

Saat kini di mana orang orang menyebutnya sebagai zaman now, perlu upaya dan kreatifitas agar waktu luang selepas jam kerja lebih produktif. Menjawab hal tersebut Departemen Perempuan Serikat Karyawan Jalan Tol Lingkar Jakarta (SKJLJ) membuat sebuah event menarik yakni Pelatihan Membuat Kue. Saat di hubungi melalui sambungan telepon, wakil ketua Departemen Perempuan SKJLJ, Sis Enciem mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberdayakan anggota untuk mendapatkan keterampilan untuk membuat kue sehingga ada manfaat yang di dapat.

Bertempat di kantor Plaza Tol Jati Asih, 30 anggota SKJLJ di beri pelatihan untuk pembuatan kue Brownies Kukus dan juga Bolu Tape Bakar. Pelatihan Membuat Kue yang berlangsung pada tanggal 10 Januari 2018, di saksikan juga oleh Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE.

Semoga dengan pelatihan membuat kue akan muncul para enterpreneurship anggota SKJLJ sehingga nantinya mereka pun membuka peluang usaha kue, selamat untuk Departeman Perempuan SKJLJ yang telah sukses melakukan acara pelatihan dan di harapkan memberi wacana baru keterampilan tambahan dan memberi manfaat bagi seluruh anggotanya.(Tim Media ASPEK/TI

Menolak PHK Massal Bagi Pekerja “Si Biru” XL Axiata

  Penolakan PHK Massal untuk pekerja XL Axiata(dok Tim Media ASPEK)

 

Kado pahit di awal tahun bagi para pekerja operator seluler XL Axiata adalah rencana pemutusan hubungan kerja secara massal. Paling tidak 200 pekerja telah di PHK massal dan potensi PHK berikutnya bisa mencapai 1000 orang pekerja yang akan di berhentikan. Menurut Anwar Faruq yang juga ketua umum SP XL Axiata, alasan PHK massal yang di lakukan management adalah terjadinya transformasi organisasi, persaingan bisnis dan perubahan di era digital yang berpengaruh kepada pekerja sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja.

Dalam konferensi pers yang di lakukan ASPEK Indonesia di kantor KSPI, Kramat Jati tanggal 6 Januari 2017, presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE menyatakan bahwa tidak bisa perusahaan begitu saja semena mena dengan segala ke aroganan managemen melakukan PHK tanpa ada upaya dialog dengan pekerja. Lebih lanjut Mirah Sumirat memaparkan di awal tahun 2018 ini lagi lagi berita PHK massal seakan berkelanjutan, trend negatif pemutusan hubungan kerja secara besar besaran ini seakan menjadi kelanjutan di tahun tahun yang telah berlalu.

Anwar Faruq menyatakan bahwa dalam PHK massal yang melibatkan 207 orang dan 1 orang menyatakan menolak PHK yang terjadi, dalam konferensi pers Anwar Faruq bersikap menolak dengan tegas adanya PHK secara sepihak, management sangat mungkin melakukan upaya reorganisasi perusahaan namun harus juga di pikirkan bahwa pekerja yang tidak ingin berhenti kerja harusnya pun di perhatikan juga.

Semoga langkah baru di tahun 2018, tidak ada lagi management perusahaan mana pun terus berupaya untuk melakukan PHK sepihak, dan SP XL Axiata terus melakukan upaya penolakan PHK secara sepihak dan juga ancaman union busting terhadap Serikat Pekerja, tampaknya SP XL Axiata akan menggelorakan perlawanan secara elegant dan ksatria, selamat berjuang wahai kawan “Si Biru” semoga perjuangan kalian akan mencapai hasil terbaik.(Tim Media ASPEK/TI)

Save Bro Arkun Save Bro Deni, Menyelamatkan Eksistensi Serikat Pekerja

 

Dukungan DPW ASPEK Jawa Barat untuk bro Aris Kuncoro(Dok Media ASPEK)

 

Berserikat bagi pekerja di negeri ini bukan serta merta akan melewati jalan yang lurus tanpa onak dan duri, meski di jamin Undang Undang bahwa kebebasan berserikat adalah hak pekerja namun kenyataannya berserikat tetaplah memiliki resistensi terhadap pekerja. Berapa banyak kasus Union Busting alias pemberangusan peran serikat pekerja oleh perusahaan perusahaan karena hadirnya serikat kerja. Maka cerita tentang duka lara pekerja ketika berserikat menjadi keniscayaan yang menghiasi hari hari para pekerja.

Pemutusan hubungan kerja secara sepihak menerpa ketua umum SP Linfox Logistik, Bro Aris Kuncoro dan juga ketua umum SP Ikrar Mandiri Abadi, Bro Deni Sofian. Alasan utama dari ancaman PHK adalah tentang efisiensi. Menurut presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat SE  berpendapat bahwa tidak boleh ada bentuk arogansi management terhadap  pengurus serikat pekerja, bila memang ada perselisihan maka jalan perundinganlah yang semestinya di kedepankan.

Saat ini kedua ketua umum serikat pekerja yakni Bro Aris Kuncoro dan juga Bro Deni Sofian di ambang mengalami pemutusan hubungan kerja, namun ASPEK Indonesia sebagai induk organisasi dari SP LLI dan juga SP Ikrar Mandiri Abadi terus berupaya agar kedua ketua umum ini tetap bekerja. Dukungan penuh juga di lakukan oleh para anggota serikat pekerja dengan beragam cara, ada yang mendukung secara nyata dengan melakukan dialog dialog dengan management. Ada pula yang memberi dukungan melalui dunia maya dengan menyimbolkan perlawanan dan membuat taggar #SaveKetumSPLLI, #SaveBroArkun, #SaveBroDeni.

Mirah Sumirat menegaskan bahwa ASPEK Indonesia akan terus mengawal kasus union busting ini, dalam sebuah pernyataannya presiden menyerukan bahwa para ketua umum ini bukanlah melakukan tindakan yang menjurus ke tindak pidana sehingga ASPEK Indonesia akan melakukan upaya pembelaan secara all out.

Beberapa rekan afliasi pun turut mengungkapkan pembelaannya terhadap bro Arkun dan bro deni, dari SP RALS mengucapkan dukungan yang di suarakan Sekretaris Jenderal, bro Saliman yang menyatakan bahwa tindakan union busting tak bisa di lakukan begitu saja. Suara senada di ucapkan oleh ketua umum Sejagad, Alfasah yang menyayangkan tindakan management yang bersikap semena mena terhadap pengurus serikat pekerja.

Sudah saatnya kita semua membela bro Aris Kuncoro dan juga bro Deni Sofian, pertaruhan eksistensi serikat pekerja ada di sini, hanya satu kata untuk kita semua, “LAWAN”! (Tim Media ASPEK/TI)

Konsolidasi ASPEK Indonesia Mengawali Kegairahan 2018 Untuk Terus Berjuang

 Suasana rapat konsolidasi DPP ASPEK  Indonesia(dok Tim Media ASPEK)

 

Tahun baru dengan sejumlah resolusi yang ingin di capai, harapan di sematkan dan cita cita di apungkan, pergantian tahun  memberikan energi agar melangkah lebih progresif dan pada akhirnya tercapai tujuan yang telah di agendakan. Mengawali tahun 2018, ASPEK Indonesia melakukan konsolidasi Dewan Pengurus Pusat yang juga di hadiri para ketua umum afliasi. Acara yang bertempat di Condet Food Festival, Jalan Condet Raya Nomor 33 Jakarta Timur.

Konsolidasi  yang berlangsung hangat, bersemangat dan akrab(dok Tim Media ASPEK)

 

Presiden ASPEK Indonesia yang di dampingi empat wakil Presiden mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta konsolidasi yang datang tepat waktu, memaparkan evaluasi sepak terjang ASPEK Indonesia sepanjang tahun 2017. Meski mengalami banyak permasalahan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja namun dengan sosial dialog dan juga perjuangan dan juga lobi sehingga PHK pun bisa di hindari, jalan panjang perjuangan 2017 adalah refleksi untuk di tahun 2018.

Ada satu hal yang menarik di paparkan presiden ASPEK menyoal iuran yang semestinya bisa di maksimalkan, karena bagaimana pun iuran adalah darah bagi organisasi, presiden menghimbau untuk tahun 2018 ini, afliasi semestinya lebih concern untuk tertib membayar iuran. Awal tahun sebagai catatan adalah menyelesaikan Union Busting yang di lakukan management kepada pengurus SP Linfox Logistik dan juga SP Ikrar Mandiri. Fokus awal perjuangan di tahun 2018 agar penyelesaian antara management dan juga Serikat Pekerja yang tergabung dalam ASPEK bisa di selesaikan dengan elegant.

Tahun 2018 sering di sebut sebagai tahun politik mengingat banyaknya pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia dan setahun kemudian akan di laksanakan pilpres. Serikat Pekerja sudah saatnya tidak alergi dengan peta perpolitikan karena bagaiman pun setiap kebijakan yang menyangkut hidup orang banyak berawal dari hasil politik.

 

            Poto bersama dalam balutan rasa solidaritas tanpa batas(dok Tim Media ASPEK)

 

Dalam konsolidasi Presiden ASPEK Indonesia memberi pandangan tentang pentingnya pekerja untuk lebih melek teknologi dan memanfaatkan media sosial sebagai kekuatan branding di dunia maya, optimisme perlu di apungkan dan saatnya menghimpun potensi melalui teknologi informasi, perjuangan di dunia nyata perlu di gemakan di dunia maya. Di tahun 2018 ada banyak kegiatan ASPEK Indonesia salah satunya adalah Rapat Kerja Nasional dan juga kongres ASPEK Indonesia di penghujung tahun.

Kekuatan kebersamaan semoga akan semakin tersinergi di tahum 2018, ASPEK Indonesia akan terus berkiprah di tingkat nasional bersama KSPI dan di tingkat internasional bersama UNI Global. Semoga konsolidasi DPP ASPEK Indonesia akan memberi warna perjuangan tersendiri bagi bangkitnya pergerakan buruh di tanah air sehingga impian sejahtera adalah keniscayaan.(Tim Media ASPEK/TI)

Jambore KPM, Saatnya Yang Muda Tunjukan Prestasi

Jambore KPM dengan materi materi yang menggugah pekerja muda(dok Media ASPEK)

Pepatah bijak pernah di lontarkan Si Bung Besar yang merupakan Proklamator bangsa ini, Ir Soekarno pernah menggelorakan semangat kaum muda Indonesia dengan kalimat ” Beri aku 1000 orang tua maka akan kucabut akar gunung Semeru, Beri aku 1 pemuda akan ku guncang dunia!”. Sebuah kata perlambang bahwa pemuda jua yang memberikan daya juang untuk sebuah perubahan.

Dalam tubuh organisasi ASPEK Indonesia terdapat Komite Pekerja Muda yang memfasilitasi ruang gerak para pekerja muda di Federasi yang merupakan laboratorium pemikiran dan pergerakan para pekerja muda, nama nama seperti Muhammad Rusdi yang sekarang menjadi Deputi KSPI, Sabda Pranawa Djati SH yang sekarang adalah Sekjend ASPEK Indonesia pernah berada di jajaran KPM ASPEK Indonesia.

Di penghujung tahun 2017 lalu, Komite Pekerja Muda ASPEK Indonesia melakukan kegiatan Jambore Komite Pekerja yang di laksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2017 yang bertempat di Villa Mevina Cikereteg, Bogor-Jawa Barat. Menurut Ketua KPM Bro Tyo bahwa jambore ini di peruntukan bagi pekerja muda yang memiliki usia maksimal 35 tahun  di bawah naungan afliasi ASPEK Indonesia untuk mengembangkan potensi diri selaku pekerja yang berserikat.

Adapun Jambore KPM memberikan pelatihan pelatihan bagi pesertanya dengan materi materi kekinian seperti pentingnya Sosial Media di era Milenial yang di bawakan Wakil Ketua Departemen Media&Informasi, Bro Rastra. ada juga pemateri lainnya seperti Muhammad Hakim, Bro Alfasah, Bro Putu. Acara Jambore KPM di tutup dengan kegiatan bakti sosial  dan santunan yang melibatkan anak anak di sekitaran kawasan jambore.

      Bakti sosial salah satu acara

Semoga KPM akan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pekerja khususnya para pekerja muda di bawah naungan federasi ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Perusahaan Tolak Diskusi, Serikat Pekerja PT. Linfox Logistics Indonesia (SPLLI) Lakukan Konsolidasi Akbar

Bekasi, 30 Desember 2017 – Afiliasi Asosisasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Serikat Pekerja PT. Linfox Logisics Indonesia (SPLLI) akan melakukan konsolidasi akbar pada tanggal 1 Januari 2018, akibat tindakan penolakan PT. Linfox Logistics Indonesia untuk melakukan diskusi dengan pihak serikat pekerja terhadap kasus PHK sepihak yang dialami penggurus dan anggota serikat pekerja dengan jabatan Supervisor dan pengaturan waktu kerja hari libur Nasional yang bekerja di WDC disamakan dengan BOF yang dilakukan perusahaan.

 

Aris Kuncoro selaku Ketua Umum Serikat Pekerja Linfox Logistics Indonesia (SPLLI) menjelaskan permasalahan ini berawal dari Pihak management PT.Linfox Logistics Indonesia yang melakukan pemanggilan kepada 18 karyawan dengan jabatan Supervisor, pembahasannya adalah mengenai perubahan culture/budaya struktur kerja management PT. Linfox Logistics Indonesia, dimana tidak ada lagi jabatan Supervisor di tahun 2018 dan karyawan tersebut akan di PHK dan mendapatkan pesangon sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Ia pun menjelaskan kami dari pihak serikat pekerja sudah melayangkan surat permohonan bipartite dimana kami ingin diadakan diskusi pada tanggal 22 Desember 2017 namun pihak management menolak, seiring berjalannya waktu pihak management justru menambah permasalahan dengan menerapkan sistim baru tentang pengaturan waktu kerja hari libur nasional dimana yang bekerja di WDC disamakan dengan yang di BOF, kami kembali mengirimkan surat permohonan bipartite untuk kedua kalinya pada untuk diadakan diskusi pada tanggal 27 Desember 2017 namun lagi lagi pihak managemen menolak dengan mengganti waktu pertemuan pada tanggal 8 Januari 2018.

 

Ia juga menambahkan kami sebagai pihak serikat pekerja amat sangat dirugikan dengan penundaan pertemuan untuk diskusi yang dilakukan management PT. Linfox Logistics Indonesia, hal ini dikarenakan situasi kerja kami yang sudah tidak nyaman dengan di lakukannya sistem non job terhadap supervisor dan pihak menagement melakukan pemanggilan terhadap karyawan secara diam diam tanpa ada pendampingan dari kami pihak serikat pekerja, hal ini berdampak dengan ter-PHKya 5 orang anggota kami.

 

Ia pun menegaskan dengan alasan apapun kami (Serikat Pekerja PT. Linfox Logistics Indonesia)  menolak tindakan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan pihak management PT. Linfox Logistics Indonesia kepada 18 karyawan yang berposisi sebagai supervisor, yang dimana Ketua Umum Serikat Pekerja PT. Linfox Logistics Indonesia menjabat sebagai supervisor dan hal ini dapat di Indikasi tindakan Union Busting.

 

karena diduga melakukan tindakan union busting, sesuai dengan pasal 28 jo pasal 43 undang undang no. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat, tindakan union busting dapat dikenakan sanksi pidana penjara 1 sampai 5 tahun, denda Rp. 100.000.000 sampai Rp. 500.000.000 dan ini merupakan tidakan pidana kejahatan.

 

Dari semua permasalahan yang terjadi kami pihak pimpinan Serikat Pekerja Linfox Logistics Indonesia (SPLLI) menyatakan :

  1. Stop union busting

Dengan alasan restructurisasi job fungsion supervisor yang mana Ketua Umum dan pimpinan SPLLI akan diPHK

  1. Stop PHK sepihak terhadap karyawan

Secara diam-diam management memPHK karyawannya tanpa boleh didampingi oleh SP. LLI

  1. Tolak tuker hari yg di WDC mengikuti BOF

Karena system kerja dan rotasi antara keduanya berbeda, dimana WDC sudah menggunakan 4 group dengan rotasi 2hrpagi – 2hr siang – 2hr malam dan 2hr libur sehingga mulai masuk kerjanya dishift pagi sebaliknya dengan 3 group di BOF dimulai shift malam dengn rotasi 6 hari kerja dan libur dihari minggu

  1. Buka sosial dialog segera.

 

Selain pernyataan sikap, kami akan mengkonsolidasikan seluruh anggota pada tanggal 1 januari 2018 terkait pernyataan sikap organisasi serta menentukan langkah selanjutnya.”pungkasnya”.(tim.media.aspekindonesia)

 

Aliansi Buruh Aceh (ABA) audiensi dengan Bidang Pengawasan DISNAKER MOBDUK

Aceh, 29/12/2017 – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW ASPEK Indonesia) Provinsi Daerah Istimewa Aceh bersama DPW FSPMI, FSPTI, K-SBSI dan SP GNH yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh  (ABA) melakukan kegiatan Audiensi dengan Bidang Pengawasan DISNAKER MOBDUK Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Perwakilan DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh serta ABA diterima oleh Kepala Bidang Pengawasan DISNAKER MOBDUK Provinsi Aceh Bapak Putut Rananggono,M.Si beserta jajarannya, kegiatan audiensi tersebut berlangsung dari pukul 14.00 s.d 16.30 WIB di Ruang kerja Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan DISNAKER MOBDUK.

 

Ketua DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh yang juga menjabat Ketua Aliansi Buruh Aceh, Drs. Tgk. Syaiful Mar mendorong pemerintah agar mengawal sejumlah isu perburuhan diantaranya tentang Peraturan Gubernur no 67 Tahun 2017 Tentang UMP Aceh 2018 yang telah disahkan oleh Pemerintah Aceh akan mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2018 dan perlu juga dilakukan pengawasan terkait belum dikeluarkan Pergub UMSP (Upah Minimum Sektor Perkebunan) tahun 2018, masukan lainnya juga disampaikan perlu penambahan  jumlah pagawai pengawas serta meningkatkan peran pegawai pengawas ketenagakerjaan.

 

Sekretaris DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh Muhammad Arnif, SH yang juga menjabat sebagai Koordinator Trade Union Care Center (TUCC) Provinsi Daerah Istiewa Aceh menyampaikan tentang isu isu ketenagakerjaan di Aceh antara lain :

  1. Bahwa kurang aktifnya pengawasan tenaga di Kabupaten/Kota yang disebabkan kurangnya jumlah pegawai pengawas tenagakerja di Disnaker  Kabupaten/Kota;
  2. Tidak adanya ketegasan pengawas tenaga kerja terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan/pengusaha;
  3. Tenaga pengawas adaptasi mengabaikan tugas dan kewajibannya;
  4. Semenjak ditariknya pengawas ketenagakerjaan dari Kabupaten/kota ke provinsi maka pengawasan di daerah tidak terlaksana secara efektif dalam melakukan pengawasan ketenagakerjaan:
  5. Tidak seimbang jumlah tenaga pengawas dengan jumlah perusahaan yang diawasi dilapangan sehingga banyak persoalan yang dilanggar oleh perusahaan tidak mampu diawasi dan ditindak lanjuti penyelesaiannya.

Kabid Pengawasan Bapak Putut Rananggono,M.Si menyampaikan bahwa bidang pengawasan terbagi 3 seksi:

  1. seksi keselamatan dan kesehatan kerja;
  2. seksi norma/etika kerja;
  3. seksi penegakan hukum.

beliau juga menegaskan bahwa kurang setuju kalau dikatakan pengawai pengawas kurang bekerja,  selama ini pegawai pengawasan ketenagakerjaan sudah melakukan pengawasan secara efektif cuma kurang terekspos media karena ada kode etik yang melekat pada pegawai pengawas dan yang menjadi masalah adalah kurangnya plot anggaran untuk bidang pengawasan.

 

Selain itu beliau juga menyampaikan terkait dengan  tenaga kerja asing (TKA) harus tetap didampingi oleh pekerja lokal, mengenai pengawai pengawas sekarang malah lebih aktif karena sudah satu komando, bahkan menurutnya seluruh daerah kabupaten/kota di Aceh sudah dijelajahi kecuali Kabupaten Aceh Tenggara/Kutacane, pegawai pengawas bekerja secara sidak tersembunyi dan tidak menggunakan tim luar dan melakukan pengecekan kasus 5 sampai 10 kasus/bulan.(tim.media.aspekindonesia).

DPW ASPEK Indonesia Provinsi Aceh fasilitasi konsolidasi Serikat Pekerja Grand Nanggroe Hotel

Aceh, 25/12/2017 – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW ASPEK Indonesia) Provinsi Daerah Istimewa Aceh menfasilitasi konsolidasi pengurus dan anggota Serikat Pekerja Grand Nanggroe Hotel  (SP GNH) yang bertempat di Kantor Trade Union Care Center Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

 

Muhammad Arnif yang menjabat sebagai Sekretaris DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh mengatakan pentingnya melakukan pertemuan rutin guna menjaga kesolidan dan kekompakan antara pengurus dan anggota, Pengurus juga perlu mengagendakan rapat pengurus minimal 1 sekali dalam sebulan membicarakan rencana kerja atau Issue perjuangan guna menyamakan persepsi agar bisa menyusun strategi dalam hal melakukan advokasi.

 

Ia juga mengatakan apalagi kedepan rencananya SP GNH mau melakukan perundingan perjanjian kerja bersama (PKB) dengan pihak manajemen Hotel, Tapi sebelum itu SP GNH perlu melukan training PKB agar bisa menyusun konsep dan langkah-langkah dalam melakukan perundingan dengan pihak manajemen, rapat atau pertemuan adalah ruhnya organisasi, tanpa ruhnya mustahil organisasi bisa bergerak.

 

Muzakkir selaku Bendahara DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh juga menambahkan pentingnya melakukan pertemuan agar selalu solid dan bisa mencari solusi dalam mengatasi masalah dan agar terciptanya komitmen dari anggota untuk berjuang bersama-sama, apabila ada pengurus yang salah mohon diingatkan agar tidak salah paham, setiap anggota masing-masing punya keinginan atau harapan dan tidak mungkin semua harapan bisa diakomodir oleh pengurus, tujuan organisasi didirikan adalah untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

 

Bahwa iuran adalah darahnya organisasi, tanpa iuran mustahil organisasi bisa berjalan dengan maksimal, untuk melakukan pertemuan rutin juga memerlukan dana tidak mungkin mesin bisa digerakkan tapi ada diisi bensin atau minyak dan iuran harus dilakukan pencacatan dan dikelola secara transparan agar tidak terjadi kesalahan pahaman antara pengurus dan anggota.”pungkasnya”(tim.media.aspekindonesia).