Aceh Harus Menjadi Contoh Penerapan Hubungan Industrial Yang Islami

Aceh, 21/12/2017 – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW ASPEK Indonesia) Provinsi Daerah Istimewa Aceh mengadakan konsolidasi yang bertempat di Restoran Daus Banda Aceh, konsolidasi ini dipimpin langsung oleh Rakhmat Saleh selaku Wakil Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial serta dihadiri beberapa afiliasi Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia meliputi Serikat Pekerja Bank Muamalat, Serikat Pekerja Grand Nangroe Hotel, Serikat Pekerja JNE dan pengurus DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

 

pertemuan ini membahas update isu perjuangan buruh di skala nasional dan wilayah, termasuk juga kasus upaya union busting yang terjadi baik itu dengan cara kriminalisasi maupun PHK sepihak dengan alasan efisiensi yang saat ini sedang dialami afiliasi ASPEK Indonesia, diantaranya Serikat Pekerja XL Axiata, Serikat Pekerja Bank Danamon, Serikat Pekerja Linfox Logistic Indonesia dan Serikat Pekerja Ikrar Mandiri.

 

Muhammad Arnif selaku sekretaris DPW ASPEK Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh yang juga menjabat sebagai Ketua Trade Union Care Center Provinsi Daerah Istimewa Aceh menyampaikan keprihatinan dan kepeduliannya kepada kawan kawan Serikat Pekerja XL Axiata, Serikat Pekerja Bank Danamon, Serikat Pekerja Linfox Logistics Indonesia dan Serikat Pekerja Ikrar Mandiri, Arnif pun menceritakan kejadian yang sama juga dialami oleh anggotanya di Aceh, “Anggota kami dipecat karena membentuk serikat, kami pun melakukan perlawanan dengan menempuh jalur litigasi, akhirnya dengan izin Allah SWT kami berhasil menang di pengadilan, namun saat ini pihak perusahaan mengajukan kasasi.” Kata Muhammad Arnif.

 

Rakhmat Saleh mengungkapkan bahwa perjuangan apapun memiliki resiko dan kita harus siap menerima konsukuensinya. “Ketika sudah memilih jalan perjuangan, kita harus siap menghadapi resikonya, intimidasi, ancaman dan ketidaknyamanan. Makanya, tidak banyak orang yang melakukannya. Insya Allah balasannya pahala dan ASPEK Indonesia selalu siap membela anggotanya yang mengalami intimidasi.” Ujarnya.

Rakhmat Saleh juga meminta anggota ASPEK Indonesia di Provinsi Daerah Istimewa Aceh bisa menjadi motor perjuangan buruh di Indonesia, “Aceh memiliki sejarah perjuangan yang sangat baik. Bahkan, perempuannya menjadi panglima perang melawan Belanda, ditambah dengan kesolidan, maka Aceh sangat layak menjadi motor perjuangan.”

 

Rakhmat Saleh juga berharap Aceh dapat menjadi contoh penerapan hubungan industrial yang Islami, karena status keistimewaan Aceh dan sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, hubungan industrial yang Islami adalah berlandaskan keadilan, kejujuran dan saling menghormati. “Zaman Nabi & sahabat dulu, pengusahanya jujur dan peduli dengan pekerjanya. Pekerjanya jujur dan bekerja keras.”pungkasnyaā€¯.(tim.media.aspekindonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *