MAY DAY 2016 OPINI

Aksi Pungut Sampah dalam Perayaan May Day 2016

Screenshot_3

Entah kenapa setiap ada helatan, keriaan yang melibatkan banyak orang, biasanya sesudah acara sisa sampah selalu menjadi pemandangan yang teramat biasa, saat keriaan tutup tahun dan sesudahnya maka petugas pun berjibaku dengan gunungan sampah di jalan jalan protokol ibu kota, bahkan saat dulu acara syukuran rakyat dengan di lantiknya presiden RI ke 7, area Monas seusai acara di penuhi tumpukan sampah. Padahal di negeri ini jargon Kebersihan Sebagian Dari Iman sangatlah di kenal luas, ajakan membuang sampah pun terus di upayakan dengan tagline “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” dan juga aneka himbauan yang menyuruh masyarakat tertib membuang sampah.

 

Budaya buang sampah secara benar seakan terlupakan, dan sampah pun menjadi sebuah keniscayaan setelah usainya perayaan. Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh nasional, sudah beberapa tahun terakhir peringatan 1 Mei menjadi hari libur nasional, dan para buruh pun merayakan MayDay dengan berbagai kegiatan, biasanya peringatan hari buruh internasional di peringati dengan melakukan aksi massa turun ke jalan, namun untuk tahun ini perayaan mayday ada yang berbeda, penulis yang mengikuti peringatan hari buruh internasional bersama ribuan buruh di jalan jalan protokol ibukota menyaksikan pemandangan unik namun inilah sisi lain dari peringatan mayday tahun 2016.

20160501-105804-1-57266fd2959373e20defe878

Buruh buruh berseragam merah dan ada kantong plastik besar di tangannya, sarung tangan karet di pasang dan mereka sigap memunguti ceceran sampah di jalanan tanpa rasa ragu ataupun perasaan jijik, botol tempat minuman, puntung rokok, plastik pembungkus makanan di punguti satu persatu dan di masukan ke dalam plastik besar yang mereka bawa, dan aksi ini mengundang pertanyaan dari penulis, akhirnya penulis pun mendekati buruh buruh pemungut sampah yang bekerja suka rela dalam peringatan MayDay 2016. Tugas mereka membersihkan sampah di jalan yang di lalui aksi buruh, mulai dari balaikota terus di lanjut di dekat patung kuda hingga istana negara.

 

Siapa mereka yang mau maunya memunguti sampah? Akhirnya penulis mewawancarai koordinator dari tim pemungut sampah, mereka menyebutnya sebagai tim Aksi Pungut Sampah, Eko Nurcahyo membeberkan bahwa tim pemungut sampah adalah Anggota Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) afiliasi Federasi ASPEK Indonesia, dengan kekuatan 15 personel maka aksi pungut sampah pun terus di lakukan sampai berakhirnya kegiatan may day berakhir, di harapkan nantinya di setiap kegiatan buruh di jalan ada tim pemungut sampah, selama ini stigma negatif jika buruh berdemo menyisakan sampah, hal ini yang ingin di tepis oleh tim Aksi Pungut Sampah, demo bisa tertib dan bebas sampah, salut untuk tim Aksi Pemungut Sampah, semoga kerja keras mereka untuk memunguti sampah saat May Day menjadi titik awal agar buruh pun peduli dengan lingkungan sekitar.(tim.media.aspekindonesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *