Geliat Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia Memperkokoh Eksistensi

 

Trend positif menciptakan kultur kerja yang kondusif adalah satu keniscayaan, hal itu pun di rasakan oleh para pengurus Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia. Kebersamaan secara kolektif yang di wujudkan dalam cita cita pembentukan serikat pekerja bukanlah satu hal yang tabu di bicarakan, meski memang pada kenyataannya membentuk sebuah serikat pekerja dan mengembangkannya bukanlah hal yang mudah karena halangan dan rintangan pasti akn banyak di temui.

 

Memperkokoh eksistensi dengan cara mengkonsolidasikan pengurus dan juga anggotanya seraya menimba pengalaman dengan Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia di lakukan oleh Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia, bertempat di Java Room PT Bank Maybank Syariah Indonesia, sebuah momentum untuk memperkuat cara berpikir anggota bahwa berserikat memang di perlukan.

18 Januari 2018 menjadi titik balik bagi pengurus SP MSI untuk memperkokoh eksistensi, dalam konsolidasi yang di hadiri Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, Sekjend ASPEK Sabda Pranawa Djati SE, mantan Presiden ASPEK Indonesia Muhammad Hakim, ada beberapa catatan yang perlu di perhatikan bagi SP MSI yaitu perkuat terus konsolidasi di tingkatan anggota. Menyikapi dengan tenang segala dinamika yang terjadi seraya mengambil jalan keluar yang terbaik bagi seluruh anggota.

Selain itu ASPEK Indonesia sebagai organisasi induk akan menyurati pihak management Maybank Syariah Indonesia untuk melakukan audiensi. Semoga perjuangan Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia akan terus berlanjut dan semakin kuat adanya.(Tim Media ASPEK/TI)

Jambore KPM, Saatnya Yang Muda Tunjukan Prestasi

Jambore KPM dengan materi materi yang menggugah pekerja muda(dok Media ASPEK)

Pepatah bijak pernah di lontarkan Si Bung Besar yang merupakan Proklamator bangsa ini, Ir Soekarno pernah menggelorakan semangat kaum muda Indonesia dengan kalimat ” Beri aku 1000 orang tua maka akan kucabut akar gunung Semeru, Beri aku 1 pemuda akan ku guncang dunia!”. Sebuah kata perlambang bahwa pemuda jua yang memberikan daya juang untuk sebuah perubahan.

Dalam tubuh organisasi ASPEK Indonesia terdapat Komite Pekerja Muda yang memfasilitasi ruang gerak para pekerja muda di Federasi yang merupakan laboratorium pemikiran dan pergerakan para pekerja muda, nama nama seperti Muhammad Rusdi yang sekarang menjadi Deputi KSPI, Sabda Pranawa Djati SH yang sekarang adalah Sekjend ASPEK Indonesia pernah berada di jajaran KPM ASPEK Indonesia.

Di penghujung tahun 2017 lalu, Komite Pekerja Muda ASPEK Indonesia melakukan kegiatan Jambore Komite Pekerja yang di laksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2017 yang bertempat di Villa Mevina Cikereteg, Bogor-Jawa Barat. Menurut Ketua KPM Bro Tyo bahwa jambore ini di peruntukan bagi pekerja muda yang memiliki usia maksimal 35 tahun  di bawah naungan afliasi ASPEK Indonesia untuk mengembangkan potensi diri selaku pekerja yang berserikat.

Adapun Jambore KPM memberikan pelatihan pelatihan bagi pesertanya dengan materi materi kekinian seperti pentingnya Sosial Media di era Milenial yang di bawakan Wakil Ketua Departemen Media&Informasi, Bro Rastra. ada juga pemateri lainnya seperti Muhammad Hakim, Bro Alfasah, Bro Putu. Acara Jambore KPM di tutup dengan kegiatan bakti sosial  dan santunan yang melibatkan anak anak di sekitaran kawasan jambore.

      Bakti sosial salah satu acara

Semoga KPM akan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pekerja khususnya para pekerja muda di bawah naungan federasi ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Munas Ke V SKARTITO Memilih Kembali Bro Encep Supriyadi Sebagai Ketua Umum

Sukses penyelenggaraan MUNAS Ke V SKARTITO(Tim Media ASPEK)

Dalam perjalanannya sebagai salah satu anggota afliasi ASPEK Indonesia, SKARTITO yakni Serikat Karyawan Tip Top Supermarket adalah motor penggerak untuk sektor Commerce & Ritel. Beberapa event baik tingkat lokal, regional maupun internasional telah sukses di selenggarakan. Pengawalan pengupahan tingkat provinsi DKI untuk menembus upah sektoral pun tak bisa di lupakan begitu saja.

Kita layak mengapresiasi segala kiprah yang telah di lakukan SKARTITO dalam kontribusinya untuk mewujudkan cita cita kesejahteraan bagi para pekerja. Pada tanggal 13-14 Desember 2017, bertempat di Villa Nabila Bogor. SKARTITO mengadakan Munas ke V yang di hadiri 60 orang delegasi yang mewakili  6 DPC SKARTITO. Hadir juga perwakilan management yang di wakili Bapak David Aplinemart yang merupakan HRD PT Tip Top, dari ASPEK Indonesia hadir Bro Jakwan yang merupakan Wakil Presiden Organisasi dan SDM .

Ketua umum dan Sekjend SKARTITO mengapit HRD PT Tip Top(Tim Media ASPEK)

Dengan tema Munas yaitu ” Peningkatan Kemandirian, Kuat dan Berilmu”, penyelenggaraan berjalan lancar dengan sejumlah hasil di antaranya yakni terpilihnya kembali Bro Encep Supriyadi sebagai ketua umum, adapun untuk posisi Sekretaris  Jenderal adalah Bro Arif Rahman. Posisi ketua umum dan Sekjend periode 2017-2021. Dengan hasil ini posisi ketua dan Sekjend tidak mengalami perubahan,  pemilihan berdasarkan Musyawarah Mufakat.

Ketua panitia Munas ke V SKARTITO, M Ilyas  ketika di hubungi Tim Media ASPEK melalui wawancara telepon mengaku senang dengan sukses penyelenggaraan Munas, dengan berbagai persiapan seperti tim pelaksana MUNAS yang di tentukan ketua umum, di bentuknya tim Organizing Commite dan Standing Commite.

Mempersiapkan lokasi, peralatan dan perlengkapan Munas menurut M Ilyas butuh kejelian dan beruntung semua itu bisa teratasi sehingga Munas ke V SKARTITO berjalan tertib dan lancar. Beberapa Serikat Pekerja afliasi ASPEK Indonesia pun mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali bro Encep Supriyadi dan Bro Arif Rahman sebagai ketua umum dan Sekjend, di antara mereka yang mengucapkan adalah Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yakni Dedi Hartono S.Sos.

Ada juga Bro Aris Kuncoro dari SP Linfox Logistic yang gembira dengan terpilihnya kembali Encep Supriyadi memegang tampuk tertinggi di SKARTITO. Selamat bertugas untuk Bro Encep Supriyadi dan Bro Arif Rahman, semoga SKARTITO semakin memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan pekerja.(Tim Media ASPEK/TI)

Memperkuat Posisi Pekerja Di Era Kecerdasan Buatan

Bulan November memang baru saja berlalu, namun ternyata di bulan tersebut kota Jakarta di kunjungi delegasi delegasi dari mancanegara yang membahas tentang era digital dan bagaimana para pekerja mengantisipasinya. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan di ciptakannya kecerdasan buatan yang tujuan awalnya untuk memudahkan manusia melakukan pekerjaan ternyata memberi dampak yang cukup signifikan.

Di negara negara maju, teller bank konvensional yang dulunya di isi oleh pekerja, kini di gantikan dengan mesin mesin kasir, bahkan kini di Indonesia pun misalnya, penjaga gardu tol yang harus menepi dengan otomatisasi gardu tol. Masih ingat kan saat viralnya pengguna jalan tol yang enggan memakai kartu tol elektronik.

5TH UNI APRO Commerce Sector Conference yang di adakan pada tanggal 21-23 November lalu memberikan gambaran tentang peluang para pekerja sektor commerce untuk menghadapi gelombang revolusi industri di era digital. Kecerdasan buatan yang di kembangkan memang mampu membuat hidup lebih mudah, namun di sisi lain hal ini akan menggantikan pekerja.

 

Wakil dari Indonesia yang juga ketua sektor Commerce ASPEK Indonesia yakni Bro Encep mengatakan dalam wawancara dengan tim Media ASPEK Indonesia melalui telepon mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital akan membawa perubahan besar dan inilah yang menjadi penguatan bagi serikat pekerja untuk memberdayakan anggotanya agar internal pekerja terus melakukan pengembangan diri melalui training, skill training dan juga koordinasi dengan pemerintah ataupun pengusaha.

Antisipasi yang tepat bagi pekerja tentunya adalah hal yang mampu mengadaptasi perubahan zaman, dan itu menjadi bagian pembahasan dari 200 peserta yang merupakan perwakilan 15 negara UNI APRO. Semoga apa yang di hasilkan pada pertemuan UNI APRO Commerce Sector Conference memberikan paradigma baru bahwa dengan ber serikat maka pekerja pun semakin mahir dan terus mengasah keterampilan agar mampu melewati revolusi industri ini dengan cara yang elegant dan cerdas.(Tim Media ASPEK/TI)

18th Uni APRO Women’s Committee Meeting, Berkumpulnya Perempuan Pekerja Asia Pasifik

Jakarta sebagai tuan rumah 18th UNI APRO Women’s Committe Meeting(dok Media ASPEK)

Perempuan pekerja adalah keniscayaan, beragam pekerjaan di hampir semua sektor mendudukan perempuan di dalamnya, namun dalam perjalanannya peran perempuan masih di anggap belum setara dengan kaum laki laki. Pembahasan peran perempuan dalam dunia pekerja menjadi bahasan dalam  18th  UNI APRO Women Committee  Meeting.

Bertempat di Hotel Sari Pan Pasific issue perempuan untuk kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan menjadi topik hangat, pada tanggal 20 November 2017, perempuan perempuan hebat yang berasal dari regional Asia Pasific concern untuk membahas peran perempuan. Indonesia sebagai tuan rumah event menghadirkan Presiden ASPEK Indonesia sebagai pimpinan rapat.

Wakil ASPEK Indonesia lainnya yang juga mengikuti 18th UNI APRO Women,s Committe Meeting adalah sis Roro dan juga sis Cicim. Melalui telewicara dengan Tim Media ASPEK Indonesia, Sis Roro yang berasal dari afliasi SP Indosat mengatakan sangat senang berada di antara perempuan hebat mancanegara dan mendiskusikan keberadaan peran dan posisi perempuan di dunia kerja.

Delegasi Malaysia membicarakan tentang permasalahan tentang larangan memakai jilbab untuk pegawai perhotelan, dan sikap federasi pekerja negeri jiran ini menentang keras aturan yang merugikan kaum perempuan, karena keyakinan terhadap Tuhan adalah hak fundamental setiap manusia.

Selain itu di bahas juga solidaritas sesama pekerja perempuan tanpa memandang latar belakang agama dan juga kesukuan. Semoga poin point yang di hasilkan dalam 18th Uni APRO Women’s Committe Meeting akan memberikan dampak positif bagi para pekerja di tanah air dan juga untuk kawasan regional Asia Pasifik.(Tim Media ASPEK/TI)

DPW ASPEK Jawa Timur: Memperkuat Dan Mengoptimalkan Peran Afliasi

DPW ASPEK Jawa Timur mendukung Long March buruh Surabaya-Jakarta(Media ASPEK)

Kota Surabaya di kenal sebagai kota kedua terbesar di tanah air setelah Jakarta sebagai ibu kota negara, Jawa Timur yang memiliki luas wilayah sebesar 47.963 kilo meter persegi. Seiring iklim pertumbuhan ekonomi di Indonesia, angkatan kerja di Jawa Timur pun sangatlah potensial, apalagi Jatim banyak memiliki daerah daerah dengan basis industri seperti Gresik, Surabaya, Mojokerto dan kota kota lainnya.

Geliat serikat pekerja pun tak bisa di nafikan begitu saja, ASPEK Indonesia memiliki Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur, sampai saat ini pun DPW Jatim terus mengeliatkan peranannya di kancah perburuhan seputara wilayah yang di kenal dengan semboyan “Jer Basuki Mawa Beya” yang bermakna filosofi yaitu untuk mencapai suatu kebahagiaan.

Menurut sekretaris DPW  ASPEK Jawa Timur yang berasal dari Serikat Pekerja Hero Super Market yakni M Sidik Purnomo saat wawancara dengan reporter tim media ASPEK Indonesia, bahwa untuk saat ini DPW ASPEK Jatim cukup kondusif untuk mengikuti pergerakan isue isue perburuhan, dan DPW ASPEK Jatim berkonsolidasi dengan KSPI Jatim di setiap pergerakannya, Purnomo menambahkan saat ini memang di perlukan penguatan bagi afliasi yang tergabung di DPW ASPEK Jatim.

Surabaya sebagai barometer dari pergerakan buruh Jatim menjadi kota sentral di wilayah paling timur di pulau Jawa, begitu juga dengan Gresik, akan memacu diri agar upah layak memang harus di dapatkan oleh buruh buruh di seluruh wilayah Jawa Timur. Beruntung untuk wilayah Jatim, kepala pemerintahan di tingkat provinsi relatif mau mendengarkan sura buruh.

 

  Sekretaris DPW ASPEK Jawa Timur, Bro Purnomo(Media ASPEK)

 

Saat aksi Long March Buruh yang di lakukan Ade Kenzo untuk menyuarkan perbaikan sistem jaminan kesehatan, DPW ASPEK Jawa Timur pun turut memberikan kontribusi dan dukungan. Semoga apa yang di upayakan jajaran DPW Jatim akan terus memupuk kebersamaan antar afliasi sehingga menjadikan sinergi yang bertepi. Permasalahan buruh tak akan selesai semudah kita membalikan telapak tangan. Diperlukan kesabaran, totalitas dan juga kesungguhan, semoga DPW ASPEK Jawa Timur terus mencari momentum agar perjuangan kesejahteraan menjadi keniscayaan.(Media ASPEK-TI)

Dari Finlandia Hingga Ke Cikarang, Semoga Solidaritas Tetap Terjaga

Berkunjung ke afliasi SP Lotte Avenue(Media ASPEK)

 

Delegasi dari PAM Finlandia dan juga SASK tampaknya antusias melakukan kunjungan di tanah air, selain melakukan pertemuan yang bertempat di Hotel Sofyan Betawi, namun mereka pun terlihat menikmati berkunjung ke tempat tempat di mana buruh afliasi ASPEK Indonesia berada, dari tanggal 13 hingga 14 September ini, rombongan dari negara Skandinavia ini mengitari wilayah Jakarta dan juga kabupaten Bekasi.

Adalah hal yang menarik jika mengikuti mereka untuk dapat menuju sudut sudut kota Jakarta dan juga kabupaten Bekasi yang memang memiliki 7 kawasan industri dan merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK di mulai ketika berkunjung ke Mal Lotte Shoping Avenue yang terletak di gedung Ciputra World.

 

 Bertandang di base camp SP AMCOR(Media ASPEK)

 

Dalam dua hari terakhir, Anna Pertulla dan Mr Marlon dari SASK serta Heidi Leihikoinen dari PAM Finlandia, Andy Snoody  dari UNI Global pun ikut serta melakukan kunjungan ke afliasi ASPEK Indonesia berada, salah satu afliasi yang mendapat kunjungan spesial dari PAM dan SASK adalah Serikat Pekerja Amcor Flexibles Indonesia. Setelah itu mereka juga mengunjungi tempat tempat yang berada di kabupaten Bekasi.

 

Bertandang ke SP GAC(Media ASPEK)

Di sebuah kawasan industri di mana PT GAC berada, maka kedatangan tamu tamu istimewa di sambut dengan tangan terbuka, kabupaten Bekasi yang memiliki ribuan pekerja bukan berarti tanpa masalah ketenagakerjaan, diskusi tentang berita terbaru perihal pernak pernik persoalan tenaga kerja di Bekasi menjadi ulasan dalam pertemuan.

 

Poto bersama di rumah makan Surya Kencana(Media ASPEK)

Sesi makan siang di rumah makan Surya Kencana Jababeka untuk menjamu tamu dan ini pun menjadi moment untuk mendiskusikan isue isue terbaru seputar otomatisasi gerbang tol yang tentu saja memberikan efek domino terhentinya seorang pekerja yang biasa menjaga gardu tol. Menjelang sore rombongan dari PAM dan SASK mengunjugi Bengkel Perjuangan di kawasan Sempu.

 

       Tetap bersemangat di bengkel perjuangan buruh Bekasi(Media ASPEK)

 

Bengkel Perjuangan yang sekaligus Base Camp bagi DPC  Bekasi ASPEK Indonesia merupakan tempat biasa kaum buruh yang bernaung di ASPEK berkumpul, berdiskusi ataupun sekedar kongkow alias ngobrol ngobrol dan nongkrong. Dua hari yang luar biasa, persahabatan dan solidaritas yang terus di pupuk, semoga dengan kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK memberikan dampak positif bagi pergerakan buruh di Bekasi pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya, Hidup Buruh! (Media ASPEK-TI)

Solidarity Dinner, Mengokohkan Jalinan Antara ASPEK Indonesia, UNI APRO, SASK Dan PAM

Solidarity Dinner menyambut tetamu dari Finlandia(Media ASPEK-TI)

Alunan degung Sunda mengalun di ruang utama rumah makan Ampera yang terletak di jalan TB Simatupang, sore hari yang cerah saat ASPEK Indonesia menjamu kehadiran kawan kawan dari SASK dan juga PAM, serikat pekerja yang berasal dari Finlandia ini memang telah banyak melakukan kerja sama dengan ASPEK Indonesia. Dari ASPEK Indonesia hadir Sekjend Bro Sabda Pranawa Djati SH, Brigade Aksi, ketua sektor Commerce- Ritel bro Encep Supriyadi, dewan pakar ASPEK Indonesia bro Muhammad Hakim dan Bro Kun Wardana, team Media ASPEK serta wakil presiden Bro Jakwan dan Bro Wawan.

 

Brigade Aksi memberikan kontribusi pengawalan di event solidarity dinner(Media ASPEK-TI)

 

Sekitar pukul enam sore  tanggal 10 September 2017 rombongan dari SASK dan PAM yakni sis Heidi, sis Anna dan juga Mr Marlon tiba di lokasi, suasana hangat dan cair seakan melingkupi event solidarity event, perbincangan akrab seputar keadaan ketenagakerjaan di Indonesia menjadi penghantar topik yang menarik di sela sela acara makan malam.

Tetamu dari Finlandia ini tampaknya menikmati sajian kuliner khas Sunda, sayur asem, gurame goreng kering, tempe goreng menjadi pilihan menu bagi mereka. Meski di luar di guyur hujan, namun situasi di dalam ruangan rumah makan Ampera masih terasa hangat. Sis Anna mengaku merasa senang berada di Jakarta dan ia terkesan dngan penyambutan yang di lakukan ASPEK Indonesia.

 

Semoga  event solidarity dinner akan memberi situasi yang makin mengakrabkan antara ASPEK Indonesia serta SASK dan PAM, welcome sis Anna, sis Heidi dan Mr Marlon, selamat datang di tanah air, semoga kehadiran kalian menjadi penyemangat bagi kami di sini bahwa persahabatan serikat pekerja lintas negara merupakan keniscayaan di era global ini, Selamat datang sahabat.(Tim Media ASPEK-TI)

Training Organizing Bagi Sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia

Peserta training menyimak penuturan nara sumber(Media ASPEK)

 

Sebuah organisasi adalah hal yang penting untuk menambah pengetahuan bagi para anggotanya, dengan semangat untuk menggapai dan meningkatkan pengetahuan itulah, sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia mengadakan event di awal bulan September ini. Betempat di Gedung Ciputra World 1 yang berada di Mal Lotte Shoping Avenue Lantai P8 Training Room, Jalan  Prof.DR. Satrio Kavling 3-5 Karet Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan.

Beberapa afliasi sektor Commerece-Ritel ASPEK Indonesia terlihat antusias mengikuti training yang pembicaranya berasal dari UNI Apro dan Ua Zensen Jepang. Terlihat hadir perwakilan  afliasi SPHS, Spelindo, SP Lotte Avenue, SP Dunkin Donut, SPARI(Aeon), SP RALS. Training berlangsung selama dua hari dan di selenggarakan pada tanggal 06 & 07 September 2017.

 

Pemateri training, bro Encep Supriyadi(Media ASPEK)

 

Pemateri training yakni Bro Encep Supriyadi memaparkan pertumbuhan sektor Commerce-Ritel di Indonesia, saat ini tantangan sektor tersebut di era milenial dan juga menghadapi pasar bebas. Nara sumber lain yakni Bro Muhammad Hakim yang juga dewan pakar ASPEK Indonesia serta mantan Presiden ASPEK Indonesia mengetengahkan sebuah topik yang cukup menantang yakni perlunya serikat pekerja bagi karyawan-ti.

Lebih lanjut Muhammad Hakim menyebutkan bahwa sebenarnya serikat pekerja memberikan dampak nyata bagi perusahaan, begitu pun di sisi lain andil pengurus pun semestinya berkontribusi positif bagi federasi ataupun konfederasi dan bahkan di tingkat global sekalipun. Sesi berikutnya di isi oleh pemateri yang berasal dari  UNI Apro yaitu Sis Alice Chang yang merupakan direktur sektor Commerce yang menyoroti kiprah serikat pekerja dari sisi pekerja itu sendiri dan juga management.

Hari kedua training yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 07 September, di isi nara sumber Bro Kun Wardhana, dewan pakar ASPEK Indonesia yang kiprahnya telah di akui dunia internasional ini memaparkan strategi S.W.O.T yang memberikan input dan output bagi kekuatan dan kelemahan di sisi intern organisasi, SWOT analisa adalah instrumen penting  untuk memberikan manfaat bagi organisasi.

 

Dewan pakar ASPEK Indonesia, bro Kun Wardhana(Media ASPEK)

 

Sukses untuk sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia yang telah mengadakan event ciamik ini, semoga semakin mengukuhkan kekuatan anggota agar impian bersatu, berjuang, sejahtera akan tiba pada saatnya nanti. Hidup Buruh! (Tim Media ASPEK-TI)

Generasi Y, Otomatisasi, Robotisasi,Elektronisasi Dan Masa Depan Serikat Pekerja

 

Oleh: Putu Raka Pendit( Ketua Litbang ASPEK Indonesia)

 

Generasi Y atau generasi milenial membawa cara pandangnya sendiri di dunia kerja, kalau tidak di sikapi akan memberi perubahan bagi Serikat Pekerja, bahkan dapat menggerus keanggotan Serikat Pekerja.

Generasi milenial lahir antara tahun 1980 sampai 2000, mereka mendominasi tenaga kerja saat ini dan mereka mempunyai ciri khas yakni kutu loncat, bosenan dan nggak mau di atur, sering kali malah terkesan sok tahu. Dunia ada dalam genggaman dan mereka lekat dengan teknologi, internet, media sosial. Generasi Y tidak mengutamakan loyalitas, mereka mudah untuk berhenti bekerja dan pindah pindah pekerjaan.

Alasan pindah kerja bisa soal finansial, bosan, management yang tidak sesuai dengan gaya mereka, kepemimpinan. Dengan demikian apakah Serikat Pekerja itu perlu bagi mereka? Apa yang bisa di tawarkan oleh Serikat Pekerja sehingga mereka mau menjadi anggota dan betah bekerja di perusahaan. Bila di tawari untuk menjadi anggota Serikat Pekerja mereka akan balik bertanya, apa itu Serikat Pekerja?

Coba di cek apakah anggota Serikat Pekerja bertambah komposisinya dari generasi Y? Serikat Pekerja harus segera beradaptasi dengan zaman yang begitu cepat berubah untuk menghadapi situasi generasi Y ini. Pola organising perlu strategi baru dengan menggunakan teknologi, media sosial, internet yang begitu akrab  dengan mereka.

Serikat Pekerja dapat menjadi alternatif menjawab kebosanan mereka, perjuangan yang memiliki dampak sosial yang luas dan tantangan tersendiri yang tidak mereka dapatkan di tempat lain. Rata rata usia generasi Y di kisaran 24 tahunan dan lebih senang menyendiri, cenderung acuh dan mereka asyik dengan dunianya yakni dunia maya.

Keadaan semakin runyam karena saat ini terjadi gelombang industri ke 4 di mana ada pekerjaan yang dulunya di kerjakan manusia, sekarang di gantikan oleh mesin, serba e.. e-toll,e-cash, beberapa industri percetakan kini di ganti dengan digital printing, kecerdasan buatan, robitisasi di negara maju sudah terjadi dan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja dan ini pun sekarang telah mulai menggejala di negara perkembang yang justru tenaga kerjanya berlimpah dan bisa di tebak bahwa efek ini semakin menggelembungkan pengangguran.

Serikat pekerja atau Serikat Buruh akan merasakan dampak langsung yakni semakin menyusutnya jumlah keanggotan. Siapa yang bisa mencegah dengan menghadapi situasi ini? Pemerintah? Anggota Dewan? Sebenarnya yang bisa mencegah semua ini adalah Serikat pekerja itu sendiri. Persoalannya bagaimana hal itu bisa berjalan ada generasi Y. Robotisasi dan serba e-/-elektronik, outsourcing, otomatisasi yang membuat anggota Serikat Pekerja berkurang. Kaderisasi harus adaptif dengan mengemas isu perjuangan secara cerdas dan genial, bukan semata upah dan upah namun apakah kita besok bisa bekerja? Itulah yang harus kita pikirkan sekarang ini.

Bersatu Berjuang Sejahtera!

Tausiah K.H. Muhammad Arifin Ilham Dalam Peringatan Isra Miraj

Bro Jakwan saat mendampingi ustad Arifin Ilham Dalam peringatan Isra Miraj(dokumentasi: Bro Jakwan)

 

 

Bertempat di Hero Emerald Bintaro, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di gelar dan menampilkan dai kondang yang di kenal dengan gerakan dzkirnya, Ustadz Muhammad Arifin Ilham memberikan tausiah penuh makna berkenaan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Hadir pula ketua umum Serikat Pekerja Hero Super Market yang juga merupakan wakil presiden ASPEK Indonesia, Bro Jakwan. Di tanggal 29 Rajab 1438 Hijriyah/ 26 April 2017, suasana teduh dan syahdu, tausiah ustad Arifin Ilham pun mengalir dengan pesan pesan sarat makna tentang pentingnya menjaga sholat lima waktu yang merupakan inti sari ajaran adi luhung agana Islam, peringatan Isra Miraj yang merupakan makna dari perintah sholat bagi umat Islam.

 

Selain itu ustad yang kerap berpenampilan khas dengan baju putih putih ini menyerukan  agar terus menjaga sholat malam, serta menjaga sholat secara berjamaah. Tak lupa bahwa meski seorang pekerja yang sibuk mencari nafkah namun lisan seyogyanya di jaga dengan istighfar. Manusia yang berguna adalah insan yang berbuat bai kepada siapa pun, begitulah inti dari tausiah ustad Arifin Ilham.

DPC Hero Emerald Bintaro sukses menyeleggarakan Kegiatan Hari Besar Islam dengan mengundang ustad Arifin Ilham, meski kerap di sibukan dengan pekerjaan sehari hari namun kajian keilmuan tetap terpelihara, semoga peringatan Isra Miraj ini menjadi sebuah titik balik agar pekerja pun tetap kaya ruhani dan mengimplementasikan dalam sebuah wujud etos kerja yang nyata.(Tim Media ASPEK/TI)

Dunia Pernah Dikuasai Oleh Orang-orang Beradab

Refleksi Hari Buruh Internasional 2017

Oleh: Rakhmat Saleh

Rakhmat Saleh Wakil Presiden ASPEK Indonesia bidang Pengupahan & Jaminan Sosial

Sejarah pernah mencatat, pemimpin dunia saat itu dikuasai oleh Pemimpin yg adil, Pejabat yg melayani & bertanggung jawab, Pengusaha yang sukses & dermawan, serta Pekerja yg bekerja keras & jujur.

Pemimpin yg adil & mencintai rakyatnya.
Sang pemimpin berikrar, jika ada binatang terjatuh karena jalan yg berlubang, maka itu adalah tanggung jawab sang Pemimpin. Ketika didapati sebuah keluarga menahan lapar karena tidak mampu membeli makanan, sang Pemimpin memanggul sendiri gandum ke rumah keluarga tersebut.

Pejabat yg melayani & bertanggung jawab.
Ketika ketidakadilan diterima oleh kelompok minoritas, rakyat bebas mengadukan pejabat itu. Berbekal tulang bergaris dari sang Pemimpin semua haknya dikembalikan.

Pengusaha yang sukses & dermawan.
Yang membayar pekerjanya dengan layak, sebelum keringatnya kering (sesuai dengan waktunya). Ketika upah pekerjanya belum terambil, lalu si Pengusaha menggunakan upah itu sebagai modal usahanya. Lalu saat pekerja kembali untuk mengambil upahnya, si Pengusaha memberikan upah berikut hasil usahanya.

Pekerja yg bekerja keras & jujur.
Ketika seorang pekerja penggembala dibujuk untuk menjual kambing gembalanya secara diam-diam, dan semua hasil penjualan menjadi miliknya, tapi dia menolaknya.

Ini bukan terjadi di negeri dongeng, ini terjadi 1400-an tahun yang lalu. Sebelum keserakahan menguasai dunia ini.

Saat ini keadilan harus diperjuangkan, kesejahteraan harus diperdebatkan, kejujuran harus dipaksakan.

Perjuangan buruh/pekerja adalah menuntut keadilan dan kesejahteraan. Sejarah Hari Buruh (Mayday) dimulai ketika ratusan buruh di Chicago pada abad 18 turun ke jalan menuntut keadilan dilaksanakannya “triple day”, yakni 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam sosial. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati banyak orang di seluruh negara.

Pada zaman kemerdekaan perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan. Kiprahnya mampu melemahkan penjajah dengan strategi mogok kerja dan konsolidasi buruh di seluruh nusantara mampu mengobarkan semangat perlawanan rakyat kepada penjajah. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Beberapa tahun ini perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan rakyat melawan ketidakadilan dan keserakahan. Perjuangan buruh mendorong keras pemerintah untuk memberikan upah layak dan pekerjaan layak dan jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Salah satu hasilnya adalah BPJS dan Jaminan Pensiun. Yang sampai hari ini masih diperjuangkan peningkatan kualitasnya. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Pada MayDay 2017 ada tiga isu besar yang diperjuangkan oleh buruh, yaitu HOSJATUM: Hapus Out Sourcing & Pemagangan, Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan Tolak Upah Murah.

Tapi ironisnya, perjuangan buruh di Indonesia oleh sebagian orang sering dianggap sebelah mata. Dinilai sebagai perjuangan pegawai rendahan, perjuangan kaum marjinal. Walaupun sebagian aktivis buruh menduduki jabatan middle management, terutama di negara maju, termasuk di Indonesia.

Apapun sebutannya; karyawan, buruh, pegawai, guru atau yang lainnya, apapun jabatannya, selama masih menerima upah, maka ia adalah pekerja. Setuju atau tidak, perjuangan buruh berdampak kepada mereka dan seluruh rakyat Indonesia.

#HOSJATUM
#HapusOutsourcing&Pemagangan
#JaminanSosialBagiSeluruhRakyat
#TolakUpahMurah
#TolakOtomatisasiTol

Bekasi Pun Bersiap Songsong Peringatan May Day 2017

Ketua DPW ASPEK provinsi Jawa Barat, Suherman. hadir dalam konsolidasi jelang May Day di Bekasi(dokumentasi: Herman)

        

 

Gedung PGRI yang terletak di jalan Kalimaya I Blok B Metland, Kecamatan Tambun Selatan-Kabupaten Bekasi seakan menjadi saksi bisu gelora buruh Bekasi yang bersiap untuk perayaan May Day 2017. Konsolidasi FSPMI/ KSPI dengan hadirnya buruh lintas federasi dengan satu tema besar yakni #MayDay_Melawan.

Sebuah kutipan pidato Said Iqbal yang menggugah ketika konsolidasi adalah “Perjuangan itu bukan soal kalah, perjuangan soal mencapai cita cita. Bolehlah saat perjuangan kita membentur tembok tapi percayalah suatu saat  nanti, kita akan mencapai cita cita.”

Sebagai salah satu federasi yang tergabung dalam KSPI, ASPEK Indonesia pun turut hadir acara konsolidasi jelang May Day pada tanggal 20 April 2017. Tampak juga ketua DPW ASPEK Provinsi Jawa Barat Bro Suherman, pengurus DPC ASPEK Kabupaten Bekasi dan para anggota, Seluruh perangkat DPW ASPEK propinsi Jawa Barat akan mematuhi instruksi KSPI dan DPP ASPEK Indonesia berkenaan perayaan May Day tahun 2017.

 

Rapat konsolidasi untuk persiapan May Day di gedung PGRI Metland(dokumentasi:Sofyan Deni) 

 

 

Untuk 1 Mei nanti di pastikan ratusan ribu buruh akan memenuhi jalanan dengan tema Hapuskan Outsourcing dan pemagangan, sistem kerja outsourcing yang di kenal selama ini  sangat berdampak buruk bagi buruh karena tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh, hasil ekploitasi kerja begitu menonjol dan sepatutnya sistem ini harus segera di hapuskan.

Bekasi telah bersiap, kota kota lain pun nampaknya telah melakukan hal yang sama. Maka tampaknya tahun ini perayaan May Day buruh pun akan tetap ke jalan untuk serukan sebuah perlawanan.(Tim Media ASPEK/TI)