Dari Finlandia Hingga Ke Cikarang, Semoga Solidaritas Tetap Terjaga

Berkunjung ke afliasi SP Lotte Avenue(Media ASPEK)

 

Delegasi dari PAM Finlandia dan juga SASK tampaknya antusias melakukan kunjungan di tanah air, selain melakukan pertemuan yang bertempat di Hotel Sofyan Betawi, namun mereka pun terlihat menikmati berkunjung ke tempat tempat di mana buruh afliasi ASPEK Indonesia berada, dari tanggal 13 hingga 14 September ini, rombongan dari negara Skandinavia ini mengitari wilayah Jakarta dan juga kabupaten Bekasi.

Adalah hal yang menarik jika mengikuti mereka untuk dapat menuju sudut sudut kota Jakarta dan juga kabupaten Bekasi yang memang memiliki 7 kawasan industri dan merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK di mulai ketika berkunjung ke Mal Lotte Shoping Avenue yang terletak di gedung Ciputra World.

 

 Bertandang di base camp SP AMCOR(Media ASPEK)

 

Dalam dua hari terakhir, Anna Pertulla dan Mr Marlon dari SASK serta Heidi Leihikoinen dari PAM Finlandia, Andy Snoody  dari UNI Global pun ikut serta melakukan kunjungan ke afliasi ASPEK Indonesia berada, salah satu afliasi yang mendapat kunjungan spesial dari PAM dan SASK adalah Serikat Pekerja Amcor Flexibles Indonesia. Setelah itu mereka juga mengunjungi tempat tempat yang berada di kabupaten Bekasi.

 

Bertandang ke SP GAC(Media ASPEK)

Di sebuah kawasan industri di mana PT GAC berada, maka kedatangan tamu tamu istimewa di sambut dengan tangan terbuka, kabupaten Bekasi yang memiliki ribuan pekerja bukan berarti tanpa masalah ketenagakerjaan, diskusi tentang berita terbaru perihal pernak pernik persoalan tenaga kerja di Bekasi menjadi ulasan dalam pertemuan.

 

Poto bersama di rumah makan Surya Kencana(Media ASPEK)

Sesi makan siang di rumah makan Surya Kencana Jababeka untuk menjamu tamu dan ini pun menjadi moment untuk mendiskusikan isue isue terbaru seputar otomatisasi gerbang tol yang tentu saja memberikan efek domino terhentinya seorang pekerja yang biasa menjaga gardu tol. Menjelang sore rombongan dari PAM dan SASK mengunjugi Bengkel Perjuangan di kawasan Sempu.

 

       Tetap bersemangat di bengkel perjuangan buruh Bekasi(Media ASPEK)

 

Bengkel Perjuangan yang sekaligus Base Camp bagi DPC  Bekasi ASPEK Indonesia merupakan tempat biasa kaum buruh yang bernaung di ASPEK berkumpul, berdiskusi ataupun sekedar kongkow alias ngobrol ngobrol dan nongkrong. Dua hari yang luar biasa, persahabatan dan solidaritas yang terus di pupuk, semoga dengan kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK memberikan dampak positif bagi pergerakan buruh di Bekasi pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya, Hidup Buruh! (Media ASPEK-TI)

Solidarity Dinner, Mengokohkan Jalinan Antara ASPEK Indonesia, UNI APRO, SASK Dan PAM

Solidarity Dinner menyambut tetamu dari Finlandia(Media ASPEK-TI)

Alunan degung Sunda mengalun di ruang utama rumah makan Ampera yang terletak di jalan TB Simatupang, sore hari yang cerah saat ASPEK Indonesia menjamu kehadiran kawan kawan dari SASK dan juga PAM, serikat pekerja yang berasal dari Finlandia ini memang telah banyak melakukan kerja sama dengan ASPEK Indonesia. Dari ASPEK Indonesia hadir Sekjend Bro Sabda Pranawa Djati SH, Brigade Aksi, ketua sektor Commerce- Ritel bro Encep Supriyadi, dewan pakar ASPEK Indonesia bro Muhammad Hakim dan Bro Kun Wardana, team Media ASPEK serta wakil presiden Bro Jakwan dan Bro Wawan.

 

Brigade Aksi memberikan kontribusi pengawalan di event solidarity dinner(Media ASPEK-TI)

 

Sekitar pukul enam sore  tanggal 10 September 2017 rombongan dari SASK dan PAM yakni sis Heidi, sis Anna dan juga Mr Marlon tiba di lokasi, suasana hangat dan cair seakan melingkupi event solidarity event, perbincangan akrab seputar keadaan ketenagakerjaan di Indonesia menjadi penghantar topik yang menarik di sela sela acara makan malam.

Tetamu dari Finlandia ini tampaknya menikmati sajian kuliner khas Sunda, sayur asem, gurame goreng kering, tempe goreng menjadi pilihan menu bagi mereka. Meski di luar di guyur hujan, namun situasi di dalam ruangan rumah makan Ampera masih terasa hangat. Sis Anna mengaku merasa senang berada di Jakarta dan ia terkesan dngan penyambutan yang di lakukan ASPEK Indonesia.

 

Semoga  event solidarity dinner akan memberi situasi yang makin mengakrabkan antara ASPEK Indonesia serta SASK dan PAM, welcome sis Anna, sis Heidi dan Mr Marlon, selamat datang di tanah air, semoga kehadiran kalian menjadi penyemangat bagi kami di sini bahwa persahabatan serikat pekerja lintas negara merupakan keniscayaan di era global ini, Selamat datang sahabat.(Tim Media ASPEK-TI)

Training Organizing Bagi Sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia

Peserta training menyimak penuturan nara sumber(Media ASPEK)

 

Sebuah organisasi adalah hal yang penting untuk menambah pengetahuan bagi para anggotanya, dengan semangat untuk menggapai dan meningkatkan pengetahuan itulah, sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia mengadakan event di awal bulan September ini. Betempat di Gedung Ciputra World 1 yang berada di Mal Lotte Shoping Avenue Lantai P8 Training Room, Jalan  Prof.DR. Satrio Kavling 3-5 Karet Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan.

Beberapa afliasi sektor Commerece-Ritel ASPEK Indonesia terlihat antusias mengikuti training yang pembicaranya berasal dari UNI Apro dan Ua Zensen Jepang. Terlihat hadir perwakilan  afliasi SPHS, Spelindo, SP Lotte Avenue, SP Dunkin Donut, SPARI(Aeon), SP RALS. Training berlangsung selama dua hari dan di selenggarakan pada tanggal 06 & 07 September 2017.

 

Pemateri training, bro Encep Supriyadi(Media ASPEK)

 

Pemateri training yakni Bro Encep Supriyadi memaparkan pertumbuhan sektor Commerce-Ritel di Indonesia, saat ini tantangan sektor tersebut di era milenial dan juga menghadapi pasar bebas. Nara sumber lain yakni Bro Muhammad Hakim yang juga dewan pakar ASPEK Indonesia serta mantan Presiden ASPEK Indonesia mengetengahkan sebuah topik yang cukup menantang yakni perlunya serikat pekerja bagi karyawan-ti.

Lebih lanjut Muhammad Hakim menyebutkan bahwa sebenarnya serikat pekerja memberikan dampak nyata bagi perusahaan, begitu pun di sisi lain andil pengurus pun semestinya berkontribusi positif bagi federasi ataupun konfederasi dan bahkan di tingkat global sekalipun. Sesi berikutnya di isi oleh pemateri yang berasal dari  UNI Apro yaitu Sis Alice Chang yang merupakan direktur sektor Commerce yang menyoroti kiprah serikat pekerja dari sisi pekerja itu sendiri dan juga management.

Hari kedua training yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 07 September, di isi nara sumber Bro Kun Wardhana, dewan pakar ASPEK Indonesia yang kiprahnya telah di akui dunia internasional ini memaparkan strategi S.W.O.T yang memberikan input dan output bagi kekuatan dan kelemahan di sisi intern organisasi, SWOT analisa adalah instrumen penting  untuk memberikan manfaat bagi organisasi.

 

Dewan pakar ASPEK Indonesia, bro Kun Wardhana(Media ASPEK)

 

Sukses untuk sektor Commerce-Ritel ASPEK Indonesia yang telah mengadakan event ciamik ini, semoga semakin mengukuhkan kekuatan anggota agar impian bersatu, berjuang, sejahtera akan tiba pada saatnya nanti. Hidup Buruh! (Tim Media ASPEK-TI)

Generasi Y, Otomatisasi, Robotisasi,Elektronisasi Dan Masa Depan Serikat Pekerja

 

Oleh: Putu Raka Pendit( Ketua Litbang ASPEK Indonesia)

 

Generasi Y atau generasi milenial membawa cara pandangnya sendiri di dunia kerja, kalau tidak di sikapi akan memberi perubahan bagi Serikat Pekerja, bahkan dapat menggerus keanggotan Serikat Pekerja.

Generasi milenial lahir antara tahun 1980 sampai 2000, mereka mendominasi tenaga kerja saat ini dan mereka mempunyai ciri khas yakni kutu loncat, bosenan dan nggak mau di atur, sering kali malah terkesan sok tahu. Dunia ada dalam genggaman dan mereka lekat dengan teknologi, internet, media sosial. Generasi Y tidak mengutamakan loyalitas, mereka mudah untuk berhenti bekerja dan pindah pindah pekerjaan.

Alasan pindah kerja bisa soal finansial, bosan, management yang tidak sesuai dengan gaya mereka, kepemimpinan. Dengan demikian apakah Serikat Pekerja itu perlu bagi mereka? Apa yang bisa di tawarkan oleh Serikat Pekerja sehingga mereka mau menjadi anggota dan betah bekerja di perusahaan. Bila di tawari untuk menjadi anggota Serikat Pekerja mereka akan balik bertanya, apa itu Serikat Pekerja?

Coba di cek apakah anggota Serikat Pekerja bertambah komposisinya dari generasi Y? Serikat Pekerja harus segera beradaptasi dengan zaman yang begitu cepat berubah untuk menghadapi situasi generasi Y ini. Pola organising perlu strategi baru dengan menggunakan teknologi, media sosial, internet yang begitu akrab  dengan mereka.

Serikat Pekerja dapat menjadi alternatif menjawab kebosanan mereka, perjuangan yang memiliki dampak sosial yang luas dan tantangan tersendiri yang tidak mereka dapatkan di tempat lain. Rata rata usia generasi Y di kisaran 24 tahunan dan lebih senang menyendiri, cenderung acuh dan mereka asyik dengan dunianya yakni dunia maya.

Keadaan semakin runyam karena saat ini terjadi gelombang industri ke 4 di mana ada pekerjaan yang dulunya di kerjakan manusia, sekarang di gantikan oleh mesin, serba e.. e-toll,e-cash, beberapa industri percetakan kini di ganti dengan digital printing, kecerdasan buatan, robitisasi di negara maju sudah terjadi dan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja dan ini pun sekarang telah mulai menggejala di negara perkembang yang justru tenaga kerjanya berlimpah dan bisa di tebak bahwa efek ini semakin menggelembungkan pengangguran.

Serikat pekerja atau Serikat Buruh akan merasakan dampak langsung yakni semakin menyusutnya jumlah keanggotan. Siapa yang bisa mencegah dengan menghadapi situasi ini? Pemerintah? Anggota Dewan? Sebenarnya yang bisa mencegah semua ini adalah Serikat pekerja itu sendiri. Persoalannya bagaimana hal itu bisa berjalan ada generasi Y. Robotisasi dan serba e-/-elektronik, outsourcing, otomatisasi yang membuat anggota Serikat Pekerja berkurang. Kaderisasi harus adaptif dengan mengemas isu perjuangan secara cerdas dan genial, bukan semata upah dan upah namun apakah kita besok bisa bekerja? Itulah yang harus kita pikirkan sekarang ini.

Bersatu Berjuang Sejahtera!

Tausiah K.H. Muhammad Arifin Ilham Dalam Peringatan Isra Miraj

Bro Jakwan saat mendampingi ustad Arifin Ilham Dalam peringatan Isra Miraj(dokumentasi: Bro Jakwan)

 

 

Bertempat di Hero Emerald Bintaro, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di gelar dan menampilkan dai kondang yang di kenal dengan gerakan dzkirnya, Ustadz Muhammad Arifin Ilham memberikan tausiah penuh makna berkenaan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Hadir pula ketua umum Serikat Pekerja Hero Super Market yang juga merupakan wakil presiden ASPEK Indonesia, Bro Jakwan. Di tanggal 29 Rajab 1438 Hijriyah/ 26 April 2017, suasana teduh dan syahdu, tausiah ustad Arifin Ilham pun mengalir dengan pesan pesan sarat makna tentang pentingnya menjaga sholat lima waktu yang merupakan inti sari ajaran adi luhung agana Islam, peringatan Isra Miraj yang merupakan makna dari perintah sholat bagi umat Islam.

 

Selain itu ustad yang kerap berpenampilan khas dengan baju putih putih ini menyerukan  agar terus menjaga sholat malam, serta menjaga sholat secara berjamaah. Tak lupa bahwa meski seorang pekerja yang sibuk mencari nafkah namun lisan seyogyanya di jaga dengan istighfar. Manusia yang berguna adalah insan yang berbuat bai kepada siapa pun, begitulah inti dari tausiah ustad Arifin Ilham.

DPC Hero Emerald Bintaro sukses menyeleggarakan Kegiatan Hari Besar Islam dengan mengundang ustad Arifin Ilham, meski kerap di sibukan dengan pekerjaan sehari hari namun kajian keilmuan tetap terpelihara, semoga peringatan Isra Miraj ini menjadi sebuah titik balik agar pekerja pun tetap kaya ruhani dan mengimplementasikan dalam sebuah wujud etos kerja yang nyata.(Tim Media ASPEK/TI)

Dunia Pernah Dikuasai Oleh Orang-orang Beradab

Refleksi Hari Buruh Internasional 2017

Oleh: Rakhmat Saleh

Rakhmat Saleh Wakil Presiden ASPEK Indonesia bidang Pengupahan & Jaminan Sosial

Sejarah pernah mencatat, pemimpin dunia saat itu dikuasai oleh Pemimpin yg adil, Pejabat yg melayani & bertanggung jawab, Pengusaha yang sukses & dermawan, serta Pekerja yg bekerja keras & jujur.

Pemimpin yg adil & mencintai rakyatnya.
Sang pemimpin berikrar, jika ada binatang terjatuh karena jalan yg berlubang, maka itu adalah tanggung jawab sang Pemimpin. Ketika didapati sebuah keluarga menahan lapar karena tidak mampu membeli makanan, sang Pemimpin memanggul sendiri gandum ke rumah keluarga tersebut.

Pejabat yg melayani & bertanggung jawab.
Ketika ketidakadilan diterima oleh kelompok minoritas, rakyat bebas mengadukan pejabat itu. Berbekal tulang bergaris dari sang Pemimpin semua haknya dikembalikan.

Pengusaha yang sukses & dermawan.
Yang membayar pekerjanya dengan layak, sebelum keringatnya kering (sesuai dengan waktunya). Ketika upah pekerjanya belum terambil, lalu si Pengusaha menggunakan upah itu sebagai modal usahanya. Lalu saat pekerja kembali untuk mengambil upahnya, si Pengusaha memberikan upah berikut hasil usahanya.

Pekerja yg bekerja keras & jujur.
Ketika seorang pekerja penggembala dibujuk untuk menjual kambing gembalanya secara diam-diam, dan semua hasil penjualan menjadi miliknya, tapi dia menolaknya.

Ini bukan terjadi di negeri dongeng, ini terjadi 1400-an tahun yang lalu. Sebelum keserakahan menguasai dunia ini.

Saat ini keadilan harus diperjuangkan, kesejahteraan harus diperdebatkan, kejujuran harus dipaksakan.

Perjuangan buruh/pekerja adalah menuntut keadilan dan kesejahteraan. Sejarah Hari Buruh (Mayday) dimulai ketika ratusan buruh di Chicago pada abad 18 turun ke jalan menuntut keadilan dilaksanakannya “triple day”, yakni 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam sosial. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati banyak orang di seluruh negara.

Pada zaman kemerdekaan perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan. Kiprahnya mampu melemahkan penjajah dengan strategi mogok kerja dan konsolidasi buruh di seluruh nusantara mampu mengobarkan semangat perlawanan rakyat kepada penjajah. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Beberapa tahun ini perjuangan buruh menjadi salah satu motor perjuangan rakyat melawan ketidakadilan dan keserakahan. Perjuangan buruh mendorong keras pemerintah untuk memberikan upah layak dan pekerjaan layak dan jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Salah satu hasilnya adalah BPJS dan Jaminan Pensiun. Yang sampai hari ini masih diperjuangkan peningkatan kualitasnya. Saat ini hasil perjuangan itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Pada MayDay 2017 ada tiga isu besar yang diperjuangkan oleh buruh, yaitu HOSJATUM: Hapus Out Sourcing & Pemagangan, Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan Tolak Upah Murah.

Tapi ironisnya, perjuangan buruh di Indonesia oleh sebagian orang sering dianggap sebelah mata. Dinilai sebagai perjuangan pegawai rendahan, perjuangan kaum marjinal. Walaupun sebagian aktivis buruh menduduki jabatan middle management, terutama di negara maju, termasuk di Indonesia.

Apapun sebutannya; karyawan, buruh, pegawai, guru atau yang lainnya, apapun jabatannya, selama masih menerima upah, maka ia adalah pekerja. Setuju atau tidak, perjuangan buruh berdampak kepada mereka dan seluruh rakyat Indonesia.

#HOSJATUM
#HapusOutsourcing&Pemagangan
#JaminanSosialBagiSeluruhRakyat
#TolakUpahMurah
#TolakOtomatisasiTol

Bekasi Pun Bersiap Songsong Peringatan May Day 2017

Ketua DPW ASPEK provinsi Jawa Barat, Suherman. hadir dalam konsolidasi jelang May Day di Bekasi(dokumentasi: Herman)

        

 

Gedung PGRI yang terletak di jalan Kalimaya I Blok B Metland, Kecamatan Tambun Selatan-Kabupaten Bekasi seakan menjadi saksi bisu gelora buruh Bekasi yang bersiap untuk perayaan May Day 2017. Konsolidasi FSPMI/ KSPI dengan hadirnya buruh lintas federasi dengan satu tema besar yakni #MayDay_Melawan.

Sebuah kutipan pidato Said Iqbal yang menggugah ketika konsolidasi adalah “Perjuangan itu bukan soal kalah, perjuangan soal mencapai cita cita. Bolehlah saat perjuangan kita membentur tembok tapi percayalah suatu saat  nanti, kita akan mencapai cita cita.”

Sebagai salah satu federasi yang tergabung dalam KSPI, ASPEK Indonesia pun turut hadir acara konsolidasi jelang May Day pada tanggal 20 April 2017. Tampak juga ketua DPW ASPEK Provinsi Jawa Barat Bro Suherman, pengurus DPC ASPEK Kabupaten Bekasi dan para anggota, Seluruh perangkat DPW ASPEK propinsi Jawa Barat akan mematuhi instruksi KSPI dan DPP ASPEK Indonesia berkenaan perayaan May Day tahun 2017.

 

Rapat konsolidasi untuk persiapan May Day di gedung PGRI Metland(dokumentasi:Sofyan Deni) 

 

 

Untuk 1 Mei nanti di pastikan ratusan ribu buruh akan memenuhi jalanan dengan tema Hapuskan Outsourcing dan pemagangan, sistem kerja outsourcing yang di kenal selama ini  sangat berdampak buruk bagi buruh karena tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh, hasil ekploitasi kerja begitu menonjol dan sepatutnya sistem ini harus segera di hapuskan.

Bekasi telah bersiap, kota kota lain pun nampaknya telah melakukan hal yang sama. Maka tampaknya tahun ini perayaan May Day buruh pun akan tetap ke jalan untuk serukan sebuah perlawanan.(Tim Media ASPEK/TI)

Brigade Aksi Aspek Bersiap Jelang peringatan May Day 2017

Rakor Brigas menjelang peringatan May Day 2017(dokumentasi: Alfasah)

 

 

Bulan Mei akan menjelang, istimewanya bulan ke lima dalam penanggalan tahun masehi adalah peringatan May Day atau sering di sebut sebagai hari buruh internasional. Untuk tahun ini May Day akan di peringati secara serentak di berbagai kota kota dengan basis buruh yang signifikan. Untuk kota Jakarta May Day kali ini akan di pusatkan di istana negara. Untuk menjaga situasi May Day. ASPEK Indonesia pun akan bergabung dengan jutaan buruh yang tergabung dalam KSPI.

Salah satu sayap organisasi yang sering di sibukan dalam peringatan May Day adalah Brigade Aksi yang sering di sebut Brigas, untuk mensukseskan May Day Brigas pun mengadakan rapat koordinasi seraya menunggu hasil arahan dari KSPI mengenai teknis pelaksanaan May Day. Bertempat di sekretariat SPHS pada tanggal 21 April 2017, Brigas bersiap menyambut May Day.

 

 

Pangkornas Brigas, Bro Kasno memimpin rapat kordinasi(dokumentasi: Alfasah)

 

Selain itu di bahas pula tentang rencana Latihan Dasar Brigas Ke VI dengan jumlah peserta adalah 50 orang, ada beberapa materi yang menitik beratkan latsar dan up granding bagi anggota Brigas.

Beberapa tugas yang biasa di emban anggota Brigas saat May Day beberapa tahun lalu adalah pengawalan tamu VVIP ASPEK Indonesia, setahun yang lalu misalnya Brigas sukses untuk pengawalan Mrs Ann Sellin. Dan tahun ini Brigas di harapkan mampu melaksanakan tugas pengawalan May Day 2017.

Dalam rapat koordiansi Brigade Aksi, hadir wakil presiden ASPEK Indonesia Bro Jakwan, Pangkornas Brigade Aksi Bro Kasno, Wakornas Bro Saefudin, Seknas Sis Susi, Kalitbang Bro Nahrul, Ka Organisasi Bro Aji dan juga anggota Brigas. Kita berbangga hati mempunyai sebuah sayap organisasi bernama Brigade Aksi yang sigap ketika dalam pelaksanaan tugas pengawalan aksi maupun mendampingi tokoh tokoh ASPEK Indonesia untuk memastikan keselamatannya, Hidup Brigade Akasi!(Tim Media ASPEK/TI)

Tasyakuran Milad Ke 15 Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta

Presiden ASPEK Indonesia menghadiri milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi Tim Media ASPEK/TI)

 

Halaman  kantor sekretariat Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta yang terletak di Plaza Tol Jati Asih jalan Wibawa Mukti/ Komsen Bekasi tampak semarak dengan tenda dan juga panggung, bahkan jalan menuju kantor semarak dengan kibaran bendera ASPEK Indonesia yang di dampingi bendera SK JLJ, beberapa karangan bunga tampak berjejer rapi di dekat pintu penerima tamu.

Tanggal 11 April 2017 merupakan acara puncak peringatan HUT SK JLJ yang ke 15, bulan April ini memang bulan istimewa bagi para pekerja JLJ yang tergabung dalam Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta, bulan di mana di dirikannya SK JLJ. Acara berlangsung meriah dengan beragam acara yang di selenggarakan. Salah satu yang membetot perhatian para anggota SK JLJ adalah di tampilkannya kesenian aseli tatar Sunda yang sudah termasyhur dari dahulu yakni tarian Jaipongan.

Kemeriahan acara milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi tim Media ASPEK/TI)

 

Acara milad ke 15 SK JLJ semakin seru dan ger geran dengan tampilanya komika yang juga anggota dari SK JLJ, dengan penuh percaya diri memainkan sesi stand up komedi, bagi seorang pemula lumayanlah, banyak dari peserta tasyakuran milad terbahak mendengar banyolan banyolan komika ini. Tim Media ASPEK Indonesia yang hadir dalam tasyakuran milad ke 15 SK JLJ sempat menemui beberapa anggota SK JLJ, salah satunya adalah Mulyani yang bekerja di bagian operasional mengaku bangga menjadi bagian dari SK JLJ, apalagi perjuangan Mirah Sumirat yang mampu berbuat banyak untuk kemajuan SK JLJ.

Hal senada di ungkapkan oleh Jumadi yang telah bekerja sejak 1996, sejak hadirnya SK JLJ ada kemajuan signifikan yang di rasakan anggota, Jumadi berharap SK JLJ tak surut berjuang agar cita cita sejahtera menjadi sebuah keniscayaan. Acara puncak tasyakuran milad SK JLJ di tutup dengan pembagian door prize.

 

Penyerahan door prize bagi pemenang yang beruntung oleh management JLJ(dokumentasi: tim Media ASPEK/TI)

 

Beberapa anggota SK JLJ tampak sumringah ketika namanya di sebut sebagai pemenang, maka tak tertolaklah hadiah hadiah seperti power bank, payung, magic com, kaus dan berbagai hadiah menarik lainnya, ada juga hadiah utama berupa lemari es satu pintu, uniknya hadiah bisa di raih bila tepat menjawab pertanyaan dari presiden ASPEK Indonesia yang juga ketua umum SK JLJ Mirah Sumirat SE.

Selamat merayakan ulang tahun ke 15 untuk SK JLJ, semoga dengan bertambahnya usia akan memberikan warna bagi perkembangan buruh di Indonesia, hidup buruh, hidup ASPEK Indonesia, berjuang bersatu sejahtera.(Tim Media ASPEK/TI)

Mundur(lagi) Pembacaan Putusan SEJAGAD

Setia menanti putusan sidang SEJAGAD, sayangnya harus di undur lagi minggu depan(dok:Tim Media ASPEK/TI)

 

Seharusnya tanggal 3 April 2017 menjadi hari pembuktian untuk SP SEJAGAD menggapai keadilan di negeri tercinta ini. Suasana Pengadilan Negeri/Niaga/HAM/Tipikor/Hubungan Industrial sedari pagi memang sudah di padati awak media untuk peliputan sidang E-KTP. Di halaman pengadilan terlihat juga beberapa crew SP SEJAGAD yang menanti pembacaan putusan. Akankah penantian selama 5 tahun menjadi sebuah cerita happy ending?

 

Di ruangan ini keadilan untuk SEJAGAD di bacakan(dok:Tim Media ASPEK/TI)

 

Ruang sidang Mr. Kusuma Atmadja III dimana kasus SP SEJAGAD akan di bacakan terlihat penuh oleh para pejuang buruh SEJAGAD, ada pula rekan rekan lain yang hari itu juga akan melaksanakan sidang serta mendengar putusan. Selain crew SEJAGAD, hadir pula untuk mendukung perjuangan SEJAGAD yang merupakan  SP afliasi yang tergabung di ASPEK Indonesia.

Kawan SPHS, SP RALS, SP KEJAR, SP Kintari serta teman teman dari Brigade AKSI terlihat hadir dan turut bersolidaritas. Namun ternyata fakta berkata lain, setelah mengisi daftar hadir yang di lakukan oleh Bro Triasmoko. Setelah menunggu sekitar satu jam, kabar pun datang ke ruang sidang, untuk hari Senin tanggal 3 April 2017, sedianya di bacakan putusan  PHI namun karena Hakim Ketua(Hakim Karier) berhalangan hadir di karenakan sakit.

Apa boleh buat ternyata, semua perkara di tunda, termasuk juga agenda putusan untuk empat perkara dan salah satunya adalah putusan SEJAGAD di tunda minggu depan. Menunggu lagi untuk mendengar putusan bagi SEJAGAD, tampak hadir ketua umum SEJAGAD yang langsung menginstruksikan para anggota untuk segera berkumpul. Semoga dengan penundaan ini ada harapan agar SEJAGAD di beri sebuah putusan seadil adilnya, meski di tunda, mau tidak mau minggu depan harus kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang terletak di jalan Bungur Besar Raya Nomor 24,26,28 Gunung Sahari, Kemayoran- Jakarta Pusat.(Tim Media ASPEK/TI)

Latsar SP RALS: Membuka Jalan Pahami Pentingnya Berserikat

Mustiyah Muhid SH MH menjadi nara sumber dalam latsar SP RALS(dok Tim Media ASPEK/TI)

 

Tak dapat di pungkiri bahwa berserikat memang harus berhadapan dengan beragam resiko mulai intimidasi hingga pemberangusan serikat pekerja. Menghadapi semua itu di perlukan pemahaman agar nantinya anggota mampu mengadvokasi diri sendiri ataupun orang lain agar jalan berserikat menjadi sebuah keniscayaan. Pembekalan yang mumpuni dengan di barengi semangat belajar merupakan suatu hal yang sangat penting agar serikat pekerja bisa bertahan lama. Untuk itulah Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Ramayana Lestari mengadakan pelatihan dasar untuk para anggotanya.

Bertempat di Rumah Buruh Depok yang terletak di Jalan Setu Jatijajar Nomor 1, RT 002/02, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos- Kota Depok, acara yang di helat pada tanggal 28 Maret 2017 dengan nara sumber yakni Mustiyah Muhid SH MH yang mengambil tema Membangun Budaya Berunding dan memberikan tips tips kepada anggota SP RALS untuk melakukan negoisasi dengan cara mengumpulkan informasi, menetapkan sasaran, menentukan prioritas, mengembangkan strategi negoisasi, mengetahui keterikatan serta mempertimbangkan konsekuensi kegagalan.

Teknik advokasi di paparkan oleh nara sumber Arif Rachman SH(dok Team Media ASPEK/TI)

 

 

Nara sumber kedua adalah Arif Rachman SH, aktifis buruh Depok yang pernah menduduki ketua KPM ASPEK Indonesia ini memaparkan  tema advokasi perburuhan. Dalam ketenagakerjaan, advokasi adalah suatu kegiatan atau serangkaian tindakan yang berupa anjuran , pendampingan, pernyataan maupun pembelaan yang di lakukan terhadap pekerja/anggota atau organisasi terhadap suatu kondisi/ permasalahan tertentu.

Lebih lanjut Arif Rachman SH menerangkan juga pentingnya ragam perselisihan yang terjadi di ketenagakerjaan, sebagai dengan pemahaman yang baik maka anggota akan lebih cerdas bila nantinya menghadapi perselisihan yang mungkin saja terjadi.

Selepas coffe break, nara sumber ketiga adalah Alfasah yang saat ini merupakan ketua umum SEJAGAD, yang membahas tema Leadership. Dalam berorganisasi terutama untuk serikat pekerja, kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang di inginkan oelh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Pemotongan tumpeng oleh ketua umum SP RALS(dokumentasi Team Media ASPEK/TI)

 

 

Menurut ketua umum SP RALS, latihan dasar ini menjadi penting bagi anggota SP RALS yang tersebar di kota Bekasi, Depok dan Jakarta agar nantinya di PUK masing masing mampu menyebarkan kembali ilmu yang di dapat, selain itu basic training yang di adakan terkait juga konsolidasi bagi para anggota. Di akhir acara, sebuah moment istimewa yakni pemotongan nasi tumpeng sebagai pertanda rasa syukur karena beberapa waktu lalu SP RALS memenangkan perkara di PHI Bandung.

Selamat dan sukses untuk SP RALS yang telah melaksanakan latihan dasar bagi para anggotanya, semoga pemahaman untuk berserikat selalu tertanam di hati para anggota, sudah saatnya SP RALS terus berjuang dan hingga kesejahteraan dalam genggaman, amin.(Team Media ASPEK/TI)

Menakar Kesetiaan SEJAGAD Untuk Meraih Sebuah Keadilan

Rekan SEJAGAD saat menanti putusan sidang di PN Jakarta Pusat(Team Media ASPEK/TI)

 

Ada suasana haru ketika hadir dalam putusan sidang SEJAGAD 120 pekerja. Di gedung megah Pengadilan Negeri/Niaga/HAM/Tipikor Dan Hubungan Industrial Jakartas Pusat yang terletak di jalan Bungur Besar Raya Nomor 24,26,28 Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka adalah para pekerja Graha Sarana Duta dalam kasus PHK sepihak dan tanpa proses dan THR selama 4 tahun.

Halaman PN Jakarta Pusat mulai di penuhi wajah wajah para pejuang SEJAGAD yang terus mengawal perkara 185/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.JKT.PST. Ada wajah wajah optimisme yang tersembul dari crew SEJAGAD, inilah pencarian keadilan dengan durasi waktu yang cukup panjang, empat tahun mereka beruang untuk meraih keadilan, bahkan dalam proses perjuangan tersebut ada beberapa anggota SEJAGAD di panggil oleh sang Khalik. Bukan hal yang mudah untuk terus bersama meski hak hak pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja SEJAGAD terus mengalami pengebirian.

Perjuangan terus berlanjut, dengan spirit yang tiada henti, Diri Kita Berjuang, Organisasi Berkembang, Keluarga Sejahtera, Hidup SEJAGAD, Berjuang Sampai Menang, 120 pekerja ini terus menggelorakan perlawanan untuk merebut keadilan. Bahkan beberapa tahun lalu crew SEJAGAD mendirikan tenda perjuangan selama 8 bulan di kantor KOMNAS HAM, ini adalah bukti bahwa determinasi telah dilakukan dengan begitu luar biasa.

Meski pada kenyataannya memang perjuangan untuk meraih keadilan serasa begitu banyak halangan dan rintangan, namun SEJAGAD terus berupaya dengan segenap kekuatan yang di milikinya, rasa lelah, rasa letih sudah pasti terasakan, entahlah energi apa yang melingkupi dalam diri mereka sehingga perjalanan empat tahun berjuang seakan tiada henti. Meski pada akhirnya pada tanggal 27 Maret 2017, putusan sidang di undur untuk satu pekan ke depan namun pancaran optimisme tetap ada bahwa di negeri ini masih ada harapan untuk menggenggam keadilan.

 

Dukungan moril dari rekan afliasi ASPEK Indonesia mengawal sidang putusan SEJAGAD(dok Team Media ASPEK/TI)

Semoga apa yang di ikhtiarkan crew SEJAGAD untuk mendapatkan keadilan akan terlaksana dan inilah yang menjadi impian kita semua, selamat berjuang kawan, kalian adalah inspirasi bagi kami untuk terus berjuang tiada henti, Hidup SEJAGAD, Berjuang Sampai Menang!(Team Media ASPEK/TI)

Pentingnya Perjanjian Kerja Bersama Bagi Serikat Pekerja

Sekjend SP United Tractor, Bro Mulyono sebagai narsum training PKB(Tim Media ASPEK/Rastra)

 

Saat Serikat Pekerja di dirikan dengan semangat membuncah, kebebasan berserikat yang di jamin Undang Undang, ada terselip mimpi berikutnya yakni mempunyai sebuah bentuk Perjanjian Kerja Bersama yang menaungi seluruh anggota serikat pekerja. Namun dalam perjalanan waktu, PKB seakan menjadi sebuah angan angan, meski telah bertahun tahun berdiri sebagai sebuah serikat pekerja namun kenyataannya PKB tak kunjung hadir secara sah dengan sebuah tanda tangan para pengurus serikat pekerja dan juga pihak management.

Untuk membuka cakrawala berpikir tentang pentingnya Perjanjian Kerja Bersama bagi pengurus dan juga anggota serikat pekerja. ASPEK Indonesia yang selama ini di kenal sebagai sebuah federasi yang mengedepankan sosial dialog dalam arah perjuangan. Pada tanggal 25 Maret 2017 yang bertempat di sekretariat ASPEK Indonesia di adakan training Perjanjian Kerja Bersama Sektor Commerce & Ritel.

Adapun nara sumber adalah Bro Mulyono yang saat ini menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja United Tractor, Wakil Presiden ASPEK Indonesia yang juga merupakan ketua umum Serikat Pekerja Hero Super Market, bro Jakwan. Nara sumber ketiga adalah Muhammad Hakim yang merupakan mantan  Presiden ASPEK Indonesia.

Dalam salah satu materi yang di bawakan oleh bro Mulyono adalah tentang tahapan tahapan perundingan yang memiliki 4 phase yakni perumusan, perundingan, pengesahan dan juga sosialisasi. Mulyono juga memaparkan  tentang tata tertib perundingan tentang hal hal yang perlu di pertegas ruang lingkup perundingan, risalah perundingan, tata cara pembahasan materi dan penetapan kesepakatan.

 

Peserta pelatihan menyimak penuturan narsum tentang teknik berunding PKB(Team Media ASPEK/Rastra)

Sedangkan nara sumber yakni bro Jakwan dan Muhammad Hakim memaparkan bagaimana keberhasilan konsep berunding dari team Serikat Pekerja Hero Super Market yang berhasil dalam goal setting PKB. Saat ini SPHS merupakan afliasi ASPEK Indonesia yang telah menerapkan hubungan sosial dialog secara berkesinambungan dengan pihak management. Semoga dengan training PKB untuk sektor Commerece dan Ritel memberikan angin segar agar Perjanjian Kerja Sama akan menjadi trend positif bagi afliasi yang selama ini belum memiliki PKB.(Team Media ASPEK/TI)