TKA Sayang, TKI Malang

Oleh : Rakhmat Saleh (Wakil Presiden ASPEK Indonesia)

Rakhmat Saleh (Wakil Presiden ASPEK Indonesia)

Kekhawatiran rakyat terhadap ancaman Tenaga Kerja Asing (TKA) coba dipatahkan oleh pemerintah dengan statement yang terdengar asal bunyi. Walaupun berdasarkan data, tapi statement itu sangat tidak tepat sasaran.

Membandingkan serbuan TKA ke Indonesia dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri bukan saja tidak tepat, tapi ngawur.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan “Ada 2 juta TKI di Malaysia, tapi Malaysia tidak pernah ribut. Kita sedikit saja sudah ribut.” Tak ketinggalan Menteri Ketenagakerjaan ikut berkomentar, menurutnya TKI yang bekerja di Cina lebih banyak jumlahnya dibanding dengan TKA asal Cina yang bekerja di Indonesia. “Jadi, sebenarnya kita yang membanjiri China dengan tenaga kerja kita, bukan TKA China yang berbondong-bondong ke sini,” Ungkap Hanif Dakhiri. Ini sungguh menyakiti hati rakyat. Beruntung, belakangan ini rakyat sudah terbiasa dengan ucapan asbun dari pemerintah.

Membandingkan Indonesia dengan negara-negara tersebut sangat tidak tepat. Perlindungan negara Malaysia, Hongkong, Timur Tengah, dll, kepada warga negaranya sangat baik. Malaysia dan Timur Tengah contohnya, ada aturan tak tertulis, yang menjadikan warga negaranya sebagai warga kelas 1, pekerja dari negara maju sebagai warga kelas 2 dan pekerja dari negara berkembang, termasuk indonesia menjadi warga kelas 3.

Perlindungan yang diberikan salah satunya adalah jaminan kerja layak dan upah layak. Pastinya upahnya jauh di atas TKI yang bekerja di negara tersebut. Dan mereka sangat selektif dalam memasukkan tenaga asing ke negara mereka.

Belum lagi jumlah warga negara di negara-negara tersebut tergolong sedikit, sehingga membutuhkan tambahan tenaga kerja dari luar, terutama untuk sektor domestik dan tenaga kasar.

Berbeda dengan di Indonesia, TKA diperlakukan begitu istimewa, bahkan semakin ke sini semakin dimudahkan & semakin baik pelayanan terhadap TKA. Ini berbanding terbalik dengan perlakuan terhadap tenaga kerja lokal. Aturan yang dikeluarkan pemerintah cenderung menggerus upah dan hak pekerja, ditambah lagi kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin melangit. Belum lagi, jumlah pengangguran di Indonesia sangat banyak. Sebagian memilih bekerja di luar negeri, selain karena peluang kerja lebih baik, mereka mendapatkan upah lebih baik jika dibandingkan bekerja di dalam negeri. Namun banyak TKI yang rentan mengalami masalah di tempat mereka bekerja.

Oleh karena itu, keputusan Presiden mengeluarkan PP No. 20 di tengah maraknya TKA ilegal adalah sebuah kecerobohan dan menyakitkan rakyat banyak, khususnya bagi 7 juta pengangguran yang menunggu janji Presiden pada masa kampanye yang akan menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan. Padahal sakit hati atas dikeluarkannya PP No. 78 masih belum hilang.

ASPEK Indonesia menemukan banyaknya TKA yang bekerja sebagai tenaga kasar dengan gaji jauh lebih besar dari tenaga kerja lokal dengan posisi yang sama. Jumlahnya jauh lebih besar dari data TKA yang dimiliki pemerintah. Dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia sudah mengingatkan pemerintah sejak tahun 2016. Sejalan dengan itu, OMBUDSMAN juga menemukan fakta yang sama. OMBUDSMAN bahkan mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh Kementrian Tenaga Kerja.

Harusnya pemerintah lebih mengutamakan memberantas TKA ilegal dan meningkatkan kesejahtetaraan tenaga kerja lokal. Sebelum menyambut TKA dengan “karpet merah”. Karena jika begini jangan salahkan rakyat yang marah.

Membuka pintu yang seluas-luasnya kepada TKA dengan dalih meningkatkan investasi luar negeri adalah sebuah kesalahan. Apalagi dibumbui dengan tuduhan kepada tenaga kerja lokal yang dianggap tidak memiliki kemampuan. Ditambah lagi, terbukti, investasi luar negeri yang diagung-agungkan saat ini tidak berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Kita berkepentingan untuk mengingatkan agar di sisa 1 tahun masa kepemimpinan pemerintah saat ini kebijakan TKA tidak semakin membabi buta, demi terciptanya lapangan usaha, lapangan pekerjaan & kesejahteraan bagi rakyat.

ASPEK Indonesia Hadir Untuk Pekerja Dan Rakyat Indonesia

Dari Rakernas ASPEK Indonesia semoga arah kebaikan akan menyebar di seluruh negeri(dok Media ASPEK)

Setiap pekerja akan merindukan kesejahteraan, di antara waktu kerja dan juga makhluk sosial, semestinya ada keseimbangan, namun lamat lamat rasa sejahtera itu seakan semakin menjauh bagi para pekerja di negeri ini, dampak PP 78/2015 yang banyak di tentang oleh berbagai kalangan pekerja/ buruh namun pada kenyataannya, upah pun mengikuti apa yang telah di tuliskan dalam PP 78/2015.
Menjawab kesulitan kesulitan yang terjadi dan selalu menjadi dilema bagi pekerja, ASPEK Indonesia berupaya agar kesejahteraan buruh bukan utopia semata. Di awal tahun 2018, di bulan kedua tahun ini, ASPEK Indonesia menggelar rapat kerja nasional dengan tagline yang menggugah “ ASPEK Indonesia Hadir Untuk Pekerja Dan Rakyat Indonesia” sebuah optimsme yang di pancarkan oleh federasi yang memiliki 100 ribu pekerja yang tersebar di seluruh tanah air.
Tanggal 24 Februari 2018 menjadi momentum bagi ASPEK Indonesia dengan menggelar rapat kerja nasional yang di bertempat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan DKI, para peserta yang merupakan Dewan Pengurus Pusat periode 2014-2018, ada juga para pengurus DPW DPW dari Provinsi Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung serta Nangroe Aceh Darusalam.

Keceriaan peserta Rakernas ASPEK Indonesia, asa sejahtera yang terus di gaungkan(Dok Tim Media ASPEK)

Sampai saat ini Rakernas ASPEK Indonesia masih berlangsung dengan mendengarkan laporan kegiatan dan juga strategi ke depan DPW, sektor serta bidang yang ada di ASPEK Indonesia. Harapan dari hasil rakernas ini akan memberikan asa positif bagi pekerja yang bernaung dalam federasi ASPEK Indonesia, rencana rencana strategis yang mampu memberikan kemajuan dan kontribusi positif bagi pekerja dan rakyat Indonesia di kemudian hari. Selamat berjuang, semoga apa yang di lakukan ASPEK Indonesia menjadi catatan gemilang bagi bangsa Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Orang Kelima Yang Memimpin Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat SE saat memberi sambutan dalam Kongres SP RALS III(dok Media ASPEK)

          Memilih pimpinan beserta perangkatnya merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, begitu pula dengan Serikat Pekerja, indikator bergeraknya sebuah Serikat Pekerja dengan dinamisnya pergantian pimpinan sesuai masa periode yang berlaku yang termaktub dalam Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga. Seyogyanya memang organisasi melakukan pengkaderan sehingga di masa datang akan tampil seorang pemimpin yang bukan saja mumpuni mengatur organisasi namun bisa mengayomi anggotanya.

Dalam perjalanan sebagai sebuah Serikat Pekerja yang berafliasi ke ASPEK Indonesia, Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa yang secara resmi tercatat di SUDINAKERTRANS Jakarta Pusat pada tanggal 28 Oktober 2009, telah mengalami 4 periode kepemimpinan, yang terakhir adaah saat ketua umum SP RALS periode 2015-2017 telah berakhir masa baktinya.

Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yang juga ketua umum SP RALS periode 2009-2012, Dedi Hartono S. Sos(Dok Media ASPEK

Kongres SP RALS III yang bertempat di sekretariat ASPEK Indonesia Graha Alam Indah Jalan Condet Raya RT 001/003, Batu Ampar Kramat Jati-Jakarta Timur. Para peserta kongres dari wilayah Jakarta, Bekasi serta kota Depok mengagendakan pemilihan ketua umum berserta Sekretaris. Dalam hasil kongres yang berlandaskan asas musyawarah mufakat, dan berdasar kesepakatan anggota kongres yang hadir, terpilihlah Topik Irawan dari DPC SP RALS DC Tambun sebagai ketua umum, sedangkan saudara Hendri yang berasal dari DPC DP RALS R 34 Depok menjadi Sekretaris.

Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE yang berkenan hadir dalam Kongres SP RALS III menyatakan bahwa saat ini tantangan untuk Serikat Pekerja sangat kompetitif mengingat sekarang mulai berkembangnya industri 4.0 yang mempergunakan kecerdasan buatan serta cara bekerja robotik. Di harapkan anggota Serikat Pekerja terus berkonsolidasi untuk memperkokoh eksistensi. Dalam kesempatan lain Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia Sabda Pranawa Djati SH berharap SP RALS mampu mengembangkan sayap organisasi dengan menambah jumlah anggota, mengingat sebaran pekerja sektor retail ini melingkupi hampir seluruh wilayah yang ada Di Indonesia.

Penyerahan Pataka kepada ketua umum terpilih hasil Kongres SP RALS III(Dok Media ASPEK)

Dengan terpilihnya Topik Irawan sebagai ketua umum SP RALS periode 2018-2021, ini adalah orang kelima yang di amanahi jabatan ketua dari Serikat Pekerja yang memiliki julukan Blue Generation. Selamat bertugas untuk pengurus periode 2018-2021 hasil Kongres SP RALS III, semoga mampu menjaga amanah dan membawa perubahan signifikan bagi berkembangnya SP RALS sebagai organisasi Serikat Pekerja.(Tim Media ASPEK/TI)

Training Strategi Meeting SPELINDO Tahun 2018

Bro Muhammad Hakim di event Strategi Meeting Spelindo(dok Media ASPEK)

 

 

Menyatukan hati antar anggota serikat sedapat mungkin di lakukan serutin mungkin agar visi dan misi berjalan dengan selaras. Pengetahuan harus terus di up grade karena sejatinya ilmu tak akan pernah habis untuk di selami, apalagi bagi pekerja zaman now yang harus terus up date perkembangan zaman yang begitu cepat.

Memperkokoh pengetahuan itulah yang di lakukan oleh para punggawa Spelindo, bertempat di Gunung Torong, Pandeglang Provinsi Banten, Serikat Pekerja Lotte atau sering di sebut Spelindo melakukan Training Strategi Meeting yang di laksanakan pada tanggal 7 hingga 8 Maret 2018. Dengan nara sumber yakni Muhammad Hakim yang pernah menduduki Presiden ASPEK Indonesia, nara sumber lainnya adalah Encep Supriyadi yang merupakan ketua umum dari Serikat Pekerja Tip Top.

Dengan Strategi Meeting di harapkan kultur serikat pekerja yang mengedepankan sosial dialog akan memberikan dampak positif bagi anggota Spelindo. Penguatan team work atau kerja sama di dalam tim pun menjadi bagian sesi yang di berikan oleh para nara sumber, bahkan di sesi ini meski waktu pelaksanaan hingga tengah malam, anggota Spelindo tampak antusias mendengarkan nara sumber yang menjelaskan materi.

Bro Encep mempresentasikan skala pengupahan(Dok Media ASPEK)

Adapun Bro Encep Supriyadi yang di daulat sebagai nara sumber, memaparkan tentang pengupahan, mempresentasikan bahwa perjuangan UMSP Ritel adalah sebuah harga yang harus di lakuka karena bila kita abai bisa jadi untuk tahun tahun ke depan, kelompok ritel tidak akan mendapatkan UMSP, lebih lanjut bro Encep pun memaparkan keberhasilan Serikat pekerja Tip Top untuk bisa mendapatkan skema pengupahan yang lebih adil bagi pekerjanya.

Semoga upaya Spelindo menata kembali kekuatan untuk berserikat di kemudian hari akan melahirkan generasi generasi pekerja yang terdidik dan memahami hak dan kewajibannya, sukses untuk event yang di gelar Spelindo.(Tim Media ASPEK/TI

Audiensi Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta Dengan Disnakertrans Provinsi DKI

Audiensi SP RS Haji Jakarata, semoga ada perbaikan dari management terhadap pekerja(dok Tim Media ASPEK)

 

Kesehatan & Farmasi bagian Sektoral yang di miliki ASPEK Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam federasi yang sampai saat ini fokus di bidang ketenagakerjaan sektor jasa. Salah satu afliasi ASPEK Indonesia yang berkiprah di bidang kesehatan adalah Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta. 2 Februari 2018, SP Rumah Sakit Haji Jakarta melakukan upaya audiensi yang membicarakan beberapa persoalan terkait dengan  management Rumah Sakit Haji Jakarta.

Ada beberapa point yang di bincangkan dalam audiensi ini, SP Rumah Sakit Haji Jakarta dengan beberapa pengurus Serikat Pekerja serta di dampingi Sabda Pranawa Djati SH sebagai Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, hadir pula Dedi Hartono S.Sos yang merupakan Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta. Hal yang penting dalam audiensi tersebut ialah , pihak Serikat pekerja meminta kepada Disnakertrans Provinsi Jakarta melakukan upaya pengawasan yang pernah turun langsung  di lakukan bagian pengawasan untuk bertemu dengan pihak management dan menindak lanjuti temuan dan pengawasannya dengan segera.

Pihak Serikat Pekerja yang di wakili pihak pengurus, seperti yang di ungkapkan Arman yang juga pengurus Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta, bahwa masih adanya kekurangan pembayaran upah(di bawah UMSP) di tahun tahun sebelumnya oleh pihak management Rumah Sakit Haji Jakarta.

Point lanjutan dari audiensi adalah, di harapkan adanya perbaikan dari management menyangkut kewajiban yang semestinya di tunaikan kepada karyawan tentang Upah Minimum Sektoral Provinsi dan juga hak hak normatif berdasarkan Undang Undang yang berlaku, dan ini menjadi catatan agar pihak managemet tidak melakukan kesalahan yang sama di waktu yang akan datang.

Pekerja berhak mendapatkan kesejahteraan setelah memenuhi hak dan juga kewajibannya sebagai pekerja, audiensi yang di lakukan Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta dengan Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta merupakan upaya awal untuk menuju cita cita dari mimpi sejahtera bagi kaum buruh, terus berjuang kawan. Bahwa perjuangan akan mendapatkan jalannya adalah keniscayaan.(Tim Media ASPEK/TI)

Geliat Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia Memperkokoh Eksistensi

 

Trend positif menciptakan kultur kerja yang kondusif adalah satu keniscayaan, hal itu pun di rasakan oleh para pengurus Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia. Kebersamaan secara kolektif yang di wujudkan dalam cita cita pembentukan serikat pekerja bukanlah satu hal yang tabu di bicarakan, meski memang pada kenyataannya membentuk sebuah serikat pekerja dan mengembangkannya bukanlah hal yang mudah karena halangan dan rintangan pasti akn banyak di temui.

 

Memperkokoh eksistensi dengan cara mengkonsolidasikan pengurus dan juga anggotanya seraya menimba pengalaman dengan Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia di lakukan oleh Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia, bertempat di Java Room PT Bank Maybank Syariah Indonesia, sebuah momentum untuk memperkuat cara berpikir anggota bahwa berserikat memang di perlukan.

18 Januari 2018 menjadi titik balik bagi pengurus SP MSI untuk memperkokoh eksistensi, dalam konsolidasi yang di hadiri Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, Sekjend ASPEK Sabda Pranawa Djati SE, mantan Presiden ASPEK Indonesia Muhammad Hakim, ada beberapa catatan yang perlu di perhatikan bagi SP MSI yaitu perkuat terus konsolidasi di tingkatan anggota. Menyikapi dengan tenang segala dinamika yang terjadi seraya mengambil jalan keluar yang terbaik bagi seluruh anggota.

Selain itu ASPEK Indonesia sebagai organisasi induk akan menyurati pihak management Maybank Syariah Indonesia untuk melakukan audiensi. Semoga perjuangan Serikat Pekerja Maybank Syariah Indonesia akan terus berlanjut dan semakin kuat adanya.(Tim Media ASPEK/TI)

Jambore KPM, Saatnya Yang Muda Tunjukan Prestasi

Jambore KPM dengan materi materi yang menggugah pekerja muda(dok Media ASPEK)

Pepatah bijak pernah di lontarkan Si Bung Besar yang merupakan Proklamator bangsa ini, Ir Soekarno pernah menggelorakan semangat kaum muda Indonesia dengan kalimat ” Beri aku 1000 orang tua maka akan kucabut akar gunung Semeru, Beri aku 1 pemuda akan ku guncang dunia!”. Sebuah kata perlambang bahwa pemuda jua yang memberikan daya juang untuk sebuah perubahan.

Dalam tubuh organisasi ASPEK Indonesia terdapat Komite Pekerja Muda yang memfasilitasi ruang gerak para pekerja muda di Federasi yang merupakan laboratorium pemikiran dan pergerakan para pekerja muda, nama nama seperti Muhammad Rusdi yang sekarang menjadi Deputi KSPI, Sabda Pranawa Djati SH yang sekarang adalah Sekjend ASPEK Indonesia pernah berada di jajaran KPM ASPEK Indonesia.

Di penghujung tahun 2017 lalu, Komite Pekerja Muda ASPEK Indonesia melakukan kegiatan Jambore Komite Pekerja yang di laksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2017 yang bertempat di Villa Mevina Cikereteg, Bogor-Jawa Barat. Menurut Ketua KPM Bro Tyo bahwa jambore ini di peruntukan bagi pekerja muda yang memiliki usia maksimal 35 tahun  di bawah naungan afliasi ASPEK Indonesia untuk mengembangkan potensi diri selaku pekerja yang berserikat.

Adapun Jambore KPM memberikan pelatihan pelatihan bagi pesertanya dengan materi materi kekinian seperti pentingnya Sosial Media di era Milenial yang di bawakan Wakil Ketua Departemen Media&Informasi, Bro Rastra. ada juga pemateri lainnya seperti Muhammad Hakim, Bro Alfasah, Bro Putu. Acara Jambore KPM di tutup dengan kegiatan bakti sosial  dan santunan yang melibatkan anak anak di sekitaran kawasan jambore.

      Bakti sosial salah satu acara

Semoga KPM akan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pekerja khususnya para pekerja muda di bawah naungan federasi ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Munas Ke V SKARTITO Memilih Kembali Bro Encep Supriyadi Sebagai Ketua Umum

Sukses penyelenggaraan MUNAS Ke V SKARTITO(Tim Media ASPEK)

Dalam perjalanannya sebagai salah satu anggota afliasi ASPEK Indonesia, SKARTITO yakni Serikat Karyawan Tip Top Supermarket adalah motor penggerak untuk sektor Commerce & Ritel. Beberapa event baik tingkat lokal, regional maupun internasional telah sukses di selenggarakan. Pengawalan pengupahan tingkat provinsi DKI untuk menembus upah sektoral pun tak bisa di lupakan begitu saja.

Kita layak mengapresiasi segala kiprah yang telah di lakukan SKARTITO dalam kontribusinya untuk mewujudkan cita cita kesejahteraan bagi para pekerja. Pada tanggal 13-14 Desember 2017, bertempat di Villa Nabila Bogor. SKARTITO mengadakan Munas ke V yang di hadiri 60 orang delegasi yang mewakili  6 DPC SKARTITO. Hadir juga perwakilan management yang di wakili Bapak David Aplinemart yang merupakan HRD PT Tip Top, dari ASPEK Indonesia hadir Bro Jakwan yang merupakan Wakil Presiden Organisasi dan SDM .

Ketua umum dan Sekjend SKARTITO mengapit HRD PT Tip Top(Tim Media ASPEK)

Dengan tema Munas yaitu ” Peningkatan Kemandirian, Kuat dan Berilmu”, penyelenggaraan berjalan lancar dengan sejumlah hasil di antaranya yakni terpilihnya kembali Bro Encep Supriyadi sebagai ketua umum, adapun untuk posisi Sekretaris  Jenderal adalah Bro Arif Rahman. Posisi ketua umum dan Sekjend periode 2017-2021. Dengan hasil ini posisi ketua dan Sekjend tidak mengalami perubahan,  pemilihan berdasarkan Musyawarah Mufakat.

Ketua panitia Munas ke V SKARTITO, M Ilyas  ketika di hubungi Tim Media ASPEK melalui wawancara telepon mengaku senang dengan sukses penyelenggaraan Munas, dengan berbagai persiapan seperti tim pelaksana MUNAS yang di tentukan ketua umum, di bentuknya tim Organizing Commite dan Standing Commite.

Mempersiapkan lokasi, peralatan dan perlengkapan Munas menurut M Ilyas butuh kejelian dan beruntung semua itu bisa teratasi sehingga Munas ke V SKARTITO berjalan tertib dan lancar. Beberapa Serikat Pekerja afliasi ASPEK Indonesia pun mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali bro Encep Supriyadi dan Bro Arif Rahman sebagai ketua umum dan Sekjend, di antara mereka yang mengucapkan adalah Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yakni Dedi Hartono S.Sos.

Ada juga Bro Aris Kuncoro dari SP Linfox Logistic yang gembira dengan terpilihnya kembali Encep Supriyadi memegang tampuk tertinggi di SKARTITO. Selamat bertugas untuk Bro Encep Supriyadi dan Bro Arif Rahman, semoga SKARTITO semakin memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan pekerja.(Tim Media ASPEK/TI)

Memperkuat Posisi Pekerja Di Era Kecerdasan Buatan

Bulan November memang baru saja berlalu, namun ternyata di bulan tersebut kota Jakarta di kunjungi delegasi delegasi dari mancanegara yang membahas tentang era digital dan bagaimana para pekerja mengantisipasinya. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan di ciptakannya kecerdasan buatan yang tujuan awalnya untuk memudahkan manusia melakukan pekerjaan ternyata memberi dampak yang cukup signifikan.

Di negara negara maju, teller bank konvensional yang dulunya di isi oleh pekerja, kini di gantikan dengan mesin mesin kasir, bahkan kini di Indonesia pun misalnya, penjaga gardu tol yang harus menepi dengan otomatisasi gardu tol. Masih ingat kan saat viralnya pengguna jalan tol yang enggan memakai kartu tol elektronik.

5TH UNI APRO Commerce Sector Conference yang di adakan pada tanggal 21-23 November lalu memberikan gambaran tentang peluang para pekerja sektor commerce untuk menghadapi gelombang revolusi industri di era digital. Kecerdasan buatan yang di kembangkan memang mampu membuat hidup lebih mudah, namun di sisi lain hal ini akan menggantikan pekerja.

 

Wakil dari Indonesia yang juga ketua sektor Commerce ASPEK Indonesia yakni Bro Encep mengatakan dalam wawancara dengan tim Media ASPEK Indonesia melalui telepon mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital akan membawa perubahan besar dan inilah yang menjadi penguatan bagi serikat pekerja untuk memberdayakan anggotanya agar internal pekerja terus melakukan pengembangan diri melalui training, skill training dan juga koordinasi dengan pemerintah ataupun pengusaha.

Antisipasi yang tepat bagi pekerja tentunya adalah hal yang mampu mengadaptasi perubahan zaman, dan itu menjadi bagian pembahasan dari 200 peserta yang merupakan perwakilan 15 negara UNI APRO. Semoga apa yang di hasilkan pada pertemuan UNI APRO Commerce Sector Conference memberikan paradigma baru bahwa dengan ber serikat maka pekerja pun semakin mahir dan terus mengasah keterampilan agar mampu melewati revolusi industri ini dengan cara yang elegant dan cerdas.(Tim Media ASPEK/TI)

18th Uni APRO Women’s Committee Meeting, Berkumpulnya Perempuan Pekerja Asia Pasifik

Jakarta sebagai tuan rumah 18th UNI APRO Women’s Committe Meeting(dok Media ASPEK)

Perempuan pekerja adalah keniscayaan, beragam pekerjaan di hampir semua sektor mendudukan perempuan di dalamnya, namun dalam perjalanannya peran perempuan masih di anggap belum setara dengan kaum laki laki. Pembahasan peran perempuan dalam dunia pekerja menjadi bahasan dalam  18th  UNI APRO Women Committee  Meeting.

Bertempat di Hotel Sari Pan Pasific issue perempuan untuk kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan menjadi topik hangat, pada tanggal 20 November 2017, perempuan perempuan hebat yang berasal dari regional Asia Pasific concern untuk membahas peran perempuan. Indonesia sebagai tuan rumah event menghadirkan Presiden ASPEK Indonesia sebagai pimpinan rapat.

Wakil ASPEK Indonesia lainnya yang juga mengikuti 18th UNI APRO Women,s Committe Meeting adalah sis Roro dan juga sis Cicim. Melalui telewicara dengan Tim Media ASPEK Indonesia, Sis Roro yang berasal dari afliasi SP Indosat mengatakan sangat senang berada di antara perempuan hebat mancanegara dan mendiskusikan keberadaan peran dan posisi perempuan di dunia kerja.

Delegasi Malaysia membicarakan tentang permasalahan tentang larangan memakai jilbab untuk pegawai perhotelan, dan sikap federasi pekerja negeri jiran ini menentang keras aturan yang merugikan kaum perempuan, karena keyakinan terhadap Tuhan adalah hak fundamental setiap manusia.

Selain itu di bahas juga solidaritas sesama pekerja perempuan tanpa memandang latar belakang agama dan juga kesukuan. Semoga poin point yang di hasilkan dalam 18th Uni APRO Women’s Committe Meeting akan memberikan dampak positif bagi para pekerja di tanah air dan juga untuk kawasan regional Asia Pasifik.(Tim Media ASPEK/TI)

DPW ASPEK Jawa Timur: Memperkuat Dan Mengoptimalkan Peran Afliasi

DPW ASPEK Jawa Timur mendukung Long March buruh Surabaya-Jakarta(Media ASPEK)

Kota Surabaya di kenal sebagai kota kedua terbesar di tanah air setelah Jakarta sebagai ibu kota negara, Jawa Timur yang memiliki luas wilayah sebesar 47.963 kilo meter persegi. Seiring iklim pertumbuhan ekonomi di Indonesia, angkatan kerja di Jawa Timur pun sangatlah potensial, apalagi Jatim banyak memiliki daerah daerah dengan basis industri seperti Gresik, Surabaya, Mojokerto dan kota kota lainnya.

Geliat serikat pekerja pun tak bisa di nafikan begitu saja, ASPEK Indonesia memiliki Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur, sampai saat ini pun DPW Jatim terus mengeliatkan peranannya di kancah perburuhan seputara wilayah yang di kenal dengan semboyan “Jer Basuki Mawa Beya” yang bermakna filosofi yaitu untuk mencapai suatu kebahagiaan.

Menurut sekretaris DPW  ASPEK Jawa Timur yang berasal dari Serikat Pekerja Hero Super Market yakni M Sidik Purnomo saat wawancara dengan reporter tim media ASPEK Indonesia, bahwa untuk saat ini DPW ASPEK Jatim cukup kondusif untuk mengikuti pergerakan isue isue perburuhan, dan DPW ASPEK Jatim berkonsolidasi dengan KSPI Jatim di setiap pergerakannya, Purnomo menambahkan saat ini memang di perlukan penguatan bagi afliasi yang tergabung di DPW ASPEK Jatim.

Surabaya sebagai barometer dari pergerakan buruh Jatim menjadi kota sentral di wilayah paling timur di pulau Jawa, begitu juga dengan Gresik, akan memacu diri agar upah layak memang harus di dapatkan oleh buruh buruh di seluruh wilayah Jawa Timur. Beruntung untuk wilayah Jatim, kepala pemerintahan di tingkat provinsi relatif mau mendengarkan sura buruh.

 

  Sekretaris DPW ASPEK Jawa Timur, Bro Purnomo(Media ASPEK)

 

Saat aksi Long March Buruh yang di lakukan Ade Kenzo untuk menyuarkan perbaikan sistem jaminan kesehatan, DPW ASPEK Jawa Timur pun turut memberikan kontribusi dan dukungan. Semoga apa yang di upayakan jajaran DPW Jatim akan terus memupuk kebersamaan antar afliasi sehingga menjadikan sinergi yang bertepi. Permasalahan buruh tak akan selesai semudah kita membalikan telapak tangan. Diperlukan kesabaran, totalitas dan juga kesungguhan, semoga DPW ASPEK Jawa Timur terus mencari momentum agar perjuangan kesejahteraan menjadi keniscayaan.(Media ASPEK-TI)

Dari Finlandia Hingga Ke Cikarang, Semoga Solidaritas Tetap Terjaga

Berkunjung ke afliasi SP Lotte Avenue(Media ASPEK)

 

Delegasi dari PAM Finlandia dan juga SASK tampaknya antusias melakukan kunjungan di tanah air, selain melakukan pertemuan yang bertempat di Hotel Sofyan Betawi, namun mereka pun terlihat menikmati berkunjung ke tempat tempat di mana buruh afliasi ASPEK Indonesia berada, dari tanggal 13 hingga 14 September ini, rombongan dari negara Skandinavia ini mengitari wilayah Jakarta dan juga kabupaten Bekasi.

Adalah hal yang menarik jika mengikuti mereka untuk dapat menuju sudut sudut kota Jakarta dan juga kabupaten Bekasi yang memang memiliki 7 kawasan industri dan merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK di mulai ketika berkunjung ke Mal Lotte Shoping Avenue yang terletak di gedung Ciputra World.

 

 Bertandang di base camp SP AMCOR(Media ASPEK)

 

Dalam dua hari terakhir, Anna Pertulla dan Mr Marlon dari SASK serta Heidi Leihikoinen dari PAM Finlandia, Andy Snoody  dari UNI Global pun ikut serta melakukan kunjungan ke afliasi ASPEK Indonesia berada, salah satu afliasi yang mendapat kunjungan spesial dari PAM dan SASK adalah Serikat Pekerja Amcor Flexibles Indonesia. Setelah itu mereka juga mengunjungi tempat tempat yang berada di kabupaten Bekasi.

 

Bertandang ke SP GAC(Media ASPEK)

Di sebuah kawasan industri di mana PT GAC berada, maka kedatangan tamu tamu istimewa di sambut dengan tangan terbuka, kabupaten Bekasi yang memiliki ribuan pekerja bukan berarti tanpa masalah ketenagakerjaan, diskusi tentang berita terbaru perihal pernak pernik persoalan tenaga kerja di Bekasi menjadi ulasan dalam pertemuan.

 

Poto bersama di rumah makan Surya Kencana(Media ASPEK)

Sesi makan siang di rumah makan Surya Kencana Jababeka untuk menjamu tamu dan ini pun menjadi moment untuk mendiskusikan isue isue terbaru seputar otomatisasi gerbang tol yang tentu saja memberikan efek domino terhentinya seorang pekerja yang biasa menjaga gardu tol. Menjelang sore rombongan dari PAM dan SASK mengunjugi Bengkel Perjuangan di kawasan Sempu.

 

       Tetap bersemangat di bengkel perjuangan buruh Bekasi(Media ASPEK)

 

Bengkel Perjuangan yang sekaligus Base Camp bagi DPC  Bekasi ASPEK Indonesia merupakan tempat biasa kaum buruh yang bernaung di ASPEK berkumpul, berdiskusi ataupun sekedar kongkow alias ngobrol ngobrol dan nongkrong. Dua hari yang luar biasa, persahabatan dan solidaritas yang terus di pupuk, semoga dengan kunjungan rombongan dari PAM Finlandia dan SASK memberikan dampak positif bagi pergerakan buruh di Bekasi pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya, Hidup Buruh! (Media ASPEK-TI)

Solidarity Dinner, Mengokohkan Jalinan Antara ASPEK Indonesia, UNI APRO, SASK Dan PAM

Solidarity Dinner menyambut tetamu dari Finlandia(Media ASPEK-TI)

Alunan degung Sunda mengalun di ruang utama rumah makan Ampera yang terletak di jalan TB Simatupang, sore hari yang cerah saat ASPEK Indonesia menjamu kehadiran kawan kawan dari SASK dan juga PAM, serikat pekerja yang berasal dari Finlandia ini memang telah banyak melakukan kerja sama dengan ASPEK Indonesia. Dari ASPEK Indonesia hadir Sekjend Bro Sabda Pranawa Djati SH, Brigade Aksi, ketua sektor Commerce- Ritel bro Encep Supriyadi, dewan pakar ASPEK Indonesia bro Muhammad Hakim dan Bro Kun Wardana, team Media ASPEK serta wakil presiden Bro Jakwan dan Bro Wawan.

 

Brigade Aksi memberikan kontribusi pengawalan di event solidarity dinner(Media ASPEK-TI)

 

Sekitar pukul enam sore  tanggal 10 September 2017 rombongan dari SASK dan PAM yakni sis Heidi, sis Anna dan juga Mr Marlon tiba di lokasi, suasana hangat dan cair seakan melingkupi event solidarity event, perbincangan akrab seputar keadaan ketenagakerjaan di Indonesia menjadi penghantar topik yang menarik di sela sela acara makan malam.

Tetamu dari Finlandia ini tampaknya menikmati sajian kuliner khas Sunda, sayur asem, gurame goreng kering, tempe goreng menjadi pilihan menu bagi mereka. Meski di luar di guyur hujan, namun situasi di dalam ruangan rumah makan Ampera masih terasa hangat. Sis Anna mengaku merasa senang berada di Jakarta dan ia terkesan dngan penyambutan yang di lakukan ASPEK Indonesia.

 

Semoga  event solidarity dinner akan memberi situasi yang makin mengakrabkan antara ASPEK Indonesia serta SASK dan PAM, welcome sis Anna, sis Heidi dan Mr Marlon, selamat datang di tanah air, semoga kehadiran kalian menjadi penyemangat bagi kami di sini bahwa persahabatan serikat pekerja lintas negara merupakan keniscayaan di era global ini, Selamat datang sahabat.(Tim Media ASPEK-TI)