Distribusi Kekayaan Secara Adil Berdampak Positif Bagi Kesejahteraan Buruh Dan Rakyat

Seminar ASPEK Indonesia tentang situasi ekonomi di tahun pollitik(Dok Media ASPEK)

 

Melengkapi perayaan 18 tahun ASPEK Indonesia, federasi yang sering di sebut sebut wadah para pekerja sektor jasa dan berjuluk serikat kaum “white collar” yang memang bergerak di bidang teknologi IT , perbankan, ritel. Dengan sektor sektor yang di miliki ASPEK Indonesia, patut di sebut harapan membangun kekuatan pekerja memang bertumpu dalam asa ASPEK Indonesia sebagai lokomotifnya.

Menjelang perayaan milad ke 18 ASPEK indonesia, di adakan seminar nasional yang di selenggarakan pada tanggal 23 Februari 2018. Bertempat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang terletak di jalan Nangka nomor 60 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tema seminar nasional adalah “Ekonomi Indonesia Di Tahun Politik , Dampaknya Terhadap Buruh Dan Rakyat” dengan nara sumber yakni Edhy Prabowo yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerinda dan juga  Ketua Komisi IV DPR RI, nara sumber lainnya adalah Dr Rizal Ramli yang kita kenal sebagai Pakar Ekonomi yang terkenal dengan istilah Rajawali Kepret. Nara sumber ketiga menghadirkan Ir Said Iqbal yang saat ini menjabat presiden KSPI.

peserta seminar yang menyimak penuturan nara sumber(dok Media ASPEK)

Nara sumber mengupas perekonomian di Indonesia jelang tahun politik dan berapa dampak yang akan terjadi bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia pada khususnya, Edhy Prabowo dengan kapasitasnya sebagai ketua Komisi IV memaparkan bahwa saat kepala daerah yang menyebutkan bahwa import beras sebenarnya tidak di perlukan karena panen raya sedang berlangsung, namun pemerintah malah membuka keran import, ini seharusnya harus di perhatikan agar import tak berdampak negatif bagi kaum petani.

Nara sumber kedua yaitu Ir Said Iqbal yang menyoroti ketimpangan antara si kaya dan si miskin yang begitu jauh, saat ini 500 orang terkaya di dunia, dengan jumlah kekayaan yang di milikinya setara dengan kekayaan 5 milyar penduduk dunia. Begitu juga trend tersebut ada di Indonesia, sebagai perbandingan orang yang paling kaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan miliaran rupiah, namun di sisi lain pekerja yang bekerja di perusahaannya hanya di gaji di kisaran 1,5 juta, sebuah ironi sebenarnya. Di perlukan di negeri ini bahwa distribusi kekayaan seharusnya lebih merata dan berkeadilan, gap antara si kaya dan si miskin semestinya tak njomplang.

Rizal Ramli sebagai nara sumber teakhir membeberkan bahwa saat ini kita perlu ekonomi yang dinamis dan progresif, saat ini ekonomi tanah air adalah stagnan, di perlukan terobosan terobosan agar perekonomian di Indonesia akan membaik. Ketiga nara sumber yang di tampilkan dalam seminar nasional ASPEK Indonesia berharap akan ada perbaikan bagi kaum buruh dan juga rakyat di tahun politik ini dengan satu yang pasti memilih secara cerdas agar nantinya kita berharap mendapatkan wakil yang terbaik bagi bangsa ini.(Tim Media ASPEK/TI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *