FGD K-PIN, Menggagas Kemandirian Finansial Pekerja

Peserta diskusi menyimak pemaparan ibu Novita Lubis(dok Tim Media ASPEK/TI)

 

Ramadhan bukan berarti harus bermalas malasan dengan alasan lapar serta haus, ramadhan sebuah bulan yang di sucikan oleh jutaan umat Islam seyogyanya tetap mencerminkan produktifitas terutama untuk para pekerja yang memang harus bersiap meski menjalankan ibadah puasa. Dalam hal ini K-PIN mengadakan sebuah kegiatan meski berbarengan dengan ibadah puasa, sebuah event Fokus Grup Discusion yang memperkaya cakrawala berpikir untuk anggota koperasi di bawah payung K-PIN.
Dengan nara sumber yakni Novita Lubis B.Comm, MBA, acara di hadiri beberapa afliasi yang tergabung di ASPEK Indonesia berlangsung pada tanggal 8 Juni 2017 bertempat di sekretariat DPP ASPEK Indonesia, Graha Alam Indah Jalan Condet Raya Blok C Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dengan hangat nara sumber yang kelahiran Langsa, Nangroe Aceh Darusalam memaparkan strategi agar koperasi menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi para pekerja, diskusi menjelang waktu berbuka terlihat serius namun santai, obrolan ringan yang membuka wawasan bahwa sebenarnya dengan koperasi, kesejahteraan pekerja bisa di berdayakan secara optimal dengan langkah langkah yang progresif. Saat ini koperasi sedang menemukan momentum kebangktan di tanah air, kekuatan koperasi menjadi denyut nadi perekonomian di negara negara Skandinavia yang memiliki jaminan sosial bagi rakyatnya.
Diperlukan kemandirian modal yang sumber dananya berasal dari anggota, jika saja 100 ribu anggota ASPEK Indonesia memiliki kesadaran kolektif untuk bergabung dengan K-PIN dan besaran iuran 100 ribu rupiah, modal awal sangatlah signifikan. Selain itu di pikirkan juga jenis usaha apa yang akan di garap, beberapa pilihan jenis usaha mulai Serba Usaha, Simpan Pinjam ataupun Jasa. Untuk Serba Usaha bisa berupa kebutuhan pokok atau sembako, keagenan atau bisa pula mini market.
Simpan Pinjam, anggota berhak melakukan pinjaman, pinjaman uang sebesar simpanan anggota atau bisa dengan kesepakatan. Di bidang Jasa, koperasi bisa di kembangkan dengan konsep ketahanan ekonomi dan memiliki nilai ekonomis seperti rental mobil, jasa produksi atau juga jasa percetakan.
Pada intinya koperasi adalah memakmurkan anggota dengan tujuan adalah kesejahteraan, dengan adanya organisasi selayaknya mengubah mindset berpikir dari tadinya bersikap konsumtif menjadi lebih produktif. FGD K-PIN semakin menarik dengan pemaparan pemaparan Ibu Novita yang sangat kekinian, kita bisa berubah dan ini merupakan peluang bagi pekerja untuk membentuk kemandiran finansial dengan berkoperasi.

 

 
Acara diskusi di jeda sementara karena peserta berbuka puasa, setelah mencicipi hidangan, acara pun berlanjut dengan telaah ekonomi yang di sampaikan Ibu Novita. Semoga dengan di adakannya diskusi yang di selenggarakan K-PIN akan ada kesadaran dari anggota afliasi ASPEK Indonesia membangkitkan gerakan koperasi yang di kelola ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *