Menakar Kesiapan Serikat Pekerja Menghadapi Era otomatisasi

 

Strategic Workshop ASPEK Indonesia-UNI di hotel Sofyan(Media ASPEK-TI)  

 

Betempat di Sofyan Hotel Betawi, jalan Cut Mutiah Nomor 9 Jakarta, event UNI & ASPEK Indonesia Strategic Workhshop di lakukan. Dengan nara sumber yakni Andy Snoddy(UNI Global), Heidi Lehikoinen(PAM Finlandia), Anna Perttula dan Marlon(SASK Finlandia), presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat.

Acara yang berlangsung pada tanggal 11 September 2017 yang di hadiri para peserta dari afliasi ASPEK Indonesia mengedepankan tema yang cukup menantang tentang strategi serikat pekerja menghadapi sebuah era otomatisasi yang merupakan tantangan bagi SP/SB di era milenial. Bukan saja di Indonesia namun di belahan dunia manapun baik itu di negara negara Eropa, Asia dan juga kawasan benua Amerika mengalami problema yang relatif sama yakni dengan teknologi digitalisasi yang perlahan namun pasti menggantikan posisi manusia sebagai pekerja.

Revolusi industri menjadi tantangan sekaligus peluang, Andy Snoddy menggambarkan betapa revolusi industri telah merambah ke wilayah wilayah pedesaan sekalipun. Di Nyon wilayah Swiss, sebuah bank tidak ada pekerja lagi, bank di lengkapi kamera, layar tivi dan peralatan elektronik yang menggantikan posisi manusia. Dengan adanya revolusi industri pada kenyataannya memang pekerjaan lama akan hilang, namun pekerjaan baru akan berkembang, di sinilah kita perlu jeli membuka peluang untuk bekerja di posisi yang baru.

 

 

Serikat Pekerja harus tetap mengorganising anggotanya untuk menghadapi revolusi industri, peran SP/SB memberikan tambahan keterampilan bagi anggota agar dia bisa bekerja di pekerjaan baru. ASPEK Indonesia menurut Andy telah mampu mengoptimalkan peranannya untuk mendorong anggotanya bersiap menghadapi tantangan zaman.

Anna Perttula menyatakan bahwa ASPEK Indonesia tentunya memiliki strategi untuk menghadapi segala tantangan, dan beliau senang berdiskusi mengenai berbagai hal tentang ketenagakerjaan di Indonesia. Bro Sabda Pranawa Djati yang merupakan Sekeretaris Jenderal ASPEK Indonesia memaparkan beberapa permasalahan yang terjadi di Indonesia, seperti menumpuknya tenaga asing illegal asal China yang seakan tak terbendung, otomatisasi gardu tol yang akan segera terjadi, dan juga kendala dengan hadirnya PP Nomor 78 yang mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan pekerja dan buruh di Indonesia.

Di harapakan event Strategic Workshop ini memberikan jalan solutif bagi permasalahan perburuhan di Indonesia, keberpihakan pemerintah juga di harapkan terjadi untuk melindungi pekerja tanah air, sebuah harapan yang tentunya di nantikan oleh jutaan pekerja yang berada di Indonesia setelah revolusi industri memang telah benar benar terjadi saat ini.(Tim Media ASPEK-TI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *