Menolak PHK Massal Bagi Pekerja “Si Biru” XL Axiata

  Penolakan PHK Massal untuk pekerja XL Axiata(dok Tim Media ASPEK)

 

Kado pahit di awal tahun bagi para pekerja operator seluler XL Axiata adalah rencana pemutusan hubungan kerja secara massal. Paling tidak 200 pekerja telah di PHK massal dan potensi PHK berikutnya bisa mencapai 1000 orang pekerja yang akan di berhentikan. Menurut Anwar Faruq yang juga ketua umum SP XL Axiata, alasan PHK massal yang di lakukan management adalah terjadinya transformasi organisasi, persaingan bisnis dan perubahan di era digital yang berpengaruh kepada pekerja sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja.

Dalam konferensi pers yang di lakukan ASPEK Indonesia di kantor KSPI, Kramat Jati tanggal 6 Januari 2017, presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE menyatakan bahwa tidak bisa perusahaan begitu saja semena mena dengan segala ke aroganan managemen melakukan PHK tanpa ada upaya dialog dengan pekerja. Lebih lanjut Mirah Sumirat memaparkan di awal tahun 2018 ini lagi lagi berita PHK massal seakan berkelanjutan, trend negatif pemutusan hubungan kerja secara besar besaran ini seakan menjadi kelanjutan di tahun tahun yang telah berlalu.

Anwar Faruq menyatakan bahwa dalam PHK massal yang melibatkan 207 orang dan 1 orang menyatakan menolak PHK yang terjadi, dalam konferensi pers Anwar Faruq bersikap menolak dengan tegas adanya PHK secara sepihak, management sangat mungkin melakukan upaya reorganisasi perusahaan namun harus juga di pikirkan bahwa pekerja yang tidak ingin berhenti kerja harusnya pun di perhatikan juga.

Semoga langkah baru di tahun 2018, tidak ada lagi management perusahaan mana pun terus berupaya untuk melakukan PHK sepihak, dan SP XL Axiata terus melakukan upaya penolakan PHK secara sepihak dan juga ancaman union busting terhadap Serikat Pekerja, tampaknya SP XL Axiata akan menggelorakan perlawanan secara elegant dan ksatria, selamat berjuang wahai kawan “Si Biru” semoga perjuangan kalian akan mencapai hasil terbaik.(Tim Media ASPEK/TI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *