headline

Mereka Yang Suarakan Perjuangan Di Tepian Kalimalang

Upaya mogok kerja menolak PHK sepihak dari managenet terhadap anggota dan pengurus Serikat Pekerja Ikrar Mandiri Abadi(Dok Tim Media ASPEK)

 

 

Kalimalang adalah sungai buatan yang di gunakan untuk kebutuhan suplai air untuk penduduk Jakarta dan juga Bekasi, jalur ini pun di sisi nya terdapat banyak resto, SPBU dan juga pabrik yang membuat Kalimalang bagian penting dari denyut nadi perekonomian di kota dan kabupaten Bekasi. Di tepian Kalimalang dan berlokasi di Jalan KH Noer Ali, desa Cibuntu terdapat sebuah pabrik kelompok industri percetakan. PT Ikrar Mandiri Abadi, dalam tiga hari terakhir di sekitaran pabrik Ikrar Mandiri terlihat kumpulan orang orang dengan seragam abu abunya melakukan aksi mogok kerja.

Terhitung sejak tanggal 20 Februari, karyawan PT Ikrar Mandiri Abadi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Ikrar Mandiri Abadi melakukan halyang sebenarnya tak ingin mereka lakukan namun mogok kerja ini di lakukan setelah adanya upaya management memutus hubungan pekerjaan secara sepihak. Dengan alasan ‘penciutan’ karyawan yang juga anggota dan pengurus SP IMA harus berhenti dari pekerjaan, sebuah alasan yang mengada ngada karena secara hukum, istilah penciutan tidak ada dalam aturan ketenagakerjaan.

Sebelumnya Serikat Pekerja dan juga Management berunding terkait penyesuian upah tahun 2108 dan kesejahteran pekerja PT. Ikrar Mandiri Abadi, alih alih sejahtera yang di dapat namun pengurus Serikat Pekerja mendapat informasi  akan di putus hubungan kerja(PHK), opsi yang di pilih jajaran pengurus SP IMA memungkinkan untuk tidak atau menghindari pemutusan kerja  misalnya dengan memutasi karyawan ke bagian lain atau juga membuka penawaran pensiun dini bagi pekerja yang kurang produktif.

 

Pihak kepolisian sedang bersiaga di lokasi mogok kerja(Dok Tim Media ASPEK)

 

Namun opsi opsi tersebut  tidak di respon dengan baik dan management keukeuh dalam pendiriannya di satu simpul bernama PHK. Ketua SP IMA, Deni Sofian Hidayat mengatakan” Segala upaya prefentif dan persuasif  telah di lakukan agar PHK tidak terjadi namun kondisi kekinian  memutuskan untuk menggunakan hak kami yakni mogok kerja,” pungkas ketua umum SP IMA.

Mogok kerja akan di laksanakan mulai tanggal 20 Februari 2018 hingga 08 Maret 2018, tuntutan PHK sepihak di tinjau ulang. Dari pantauan tim Media ASPEK Indonesia, sejak tanggal 20 Februari terlihat pihak keamanan terkait seperti kepolisian Polres Kabupaten Bekasi telah di siagakan, peserta mogok kerja melakukan mogok dengan tertib, baik dan sesuai arahan komando koordinator lapangan yang bertugas.(Tim Media ASPEK/TI, TM)

Nara hubung:

Koordinator lapangan:

Muhammad Ali(081285506560)

Dedi Subandi(082298079202)

Penangggung jawab:

Deni Sofian Hidayat(081281901405)

Wawan Supriono(081316041037)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *