HUT ASPEK meriah walau hujan deras

Jakarta (ANTARA Sulsel) – Meski hujan mengguyur deras, acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-16 Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia yang berlangsung Minggu pagi di halaman Wisma Antara Jakarta berjalan lancar dan meriah.

“Walaupun hujan deras turun secara merata sejak Minggu dini hari, para buruh tetap antusias menghadiri acara ini, bahkan banyak di antaranya yang datang di lokasi sejak sekitar jam enam pagi,” kata Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat kepada pers di Jakarta, Minggu.

Menurut Mirah, jumlah buruh dan keluarganya masing-masing yang hadir pada peringatan HUT ke-16 Aspek Indonesia itu mencapai sekitar 500 orang. Sebagian buruh dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak bisa hadir karena hambatan transportasi akibat hujan deras.

Semula peringatan HUT ke-16 Aspek Indonesia itu akan dilanjutkan dengan jalan sehat, namun kegiatan itu batal dilakukan dan diganti dengan kegiatan menyanyi bersama serta pembagian hadiah (door prize) masih di tengah guyuran hujan.

Peringatan HUT salah satu organisasi buruh itu juga dihadiri Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan sosial (PHI dan Jamsos) Kemenaker, Hayani Rumondang, Sekretaris Ditjen PHI dan Jamsos Iskandar Maula, dan Direktur Pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Aat Surya Safaat.

Dalam sambutan peringatan HUT ke-16 Aspek Indonesia yang dibacakan Dirjen PHI dan Jamsos, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengemukakan harapannya agar para buruh dapat terus meningkatkan etos kerja, berdisiplin tinggi, dan produktif.

Menaker juga mengatakan, dalam perkembangan dan pertumbuhan bangsa pada masa kini dan masa depan, peranan dunia usaha dan tenaga kerja semakin penting dan strategis dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Perubahan tantangan sosial, budaya, ekonomi, hukum, politik, dan teknologi menuntut kesiapan kita untuk mampu menyesuaikan diri agar kita tidak ketinggalan dari negara-negara lain,” katanya.

Dalam tataran yang demikian, menurut dia hubungan industrial perlu diarahkan untuk mewujudkan komitmen-komitmen baru terkait kesejahteraan bersama dengan menciptakan ketenangan kerja dan kelangsungan berusaha.

Dengan demikian, di satu sisi dunia usaha dapat terus maju dan berkembang, dan di sisi lain para buruh dapat bekerja dengan baik serta kesejahteraannya dapat ditingkatkan, demikian Menteri Hanif Dhakiri.

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2016

http://makassar.antaranews.com/berita/72437/hut-aspek-meriah-walau-hujan-deras20160228PSX_20160228_195151

Meriahnya HUT ASPEK Indonesia

Bulan Februari lalu adalah bulan yang istimewa bagi federasi pekerja bernama Aspek Indonesia, memasuki tahun 2016, federasi pekerja yang menaungi para pekerja di sektor jasa ini telah memasuki usia ke 16, didirikan pada tanggal 10 Februari 2010, kini Aspek memasuki usia menjelang dewasa. Organisasi pekerja yang bermarkas di Batu Ampar-Condet, mengadakan peringatan HUT nya yang ke 16 dengan melakukan jalan santai pada tanggal 28 Februari 2016. Bertempat di gedung Antara, puncak peringatan HUT Aspek ke 16 berlangsung seru dan meriah, acara ini pun di hadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia yaitu Bapak Hanif Dahiri. Meski semalaman hingga pagi hari hujan mengguyur daerah Jabodetabek namun antusias para peserta tampak terlihat jelas, dengan berkaos merah, para pekerja ini terliat bergembira dengan acara yang di selenggarakan DPP Aspek Indonesia, terlihat juga para peserta membawa sanak keluarganya sehingga suasana pun semakin seru. Dalam perjalanannya selama hampir 16 tahun terakhir, Aspek Indonesia terus melakukan hubungan sosial dialog baik dengan pihak pengusaha maupun pihak pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Acara puncak HUT Aspek Indonesia di gedung Wisma Antara merupakan serangkaian dari rangkaian acara yang juga di gelar di berbagai wilayah di mana ada Dewan Perwakilan Wilayah Aspek Indonesia. Dalam event HUT Aspek Indonesia, presiden Mirah Sumirat SE terus berharap agar para pekerja yang tergabung dalam federasi Aspek Indonesia terus meningkatkan kualitas diri, apa lagi sekarang tantangan pekerja adalah dengan tergabungnya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Setelah sesi hiburan, tiba saat yang di tunggu tiba yakni pembagian door prize bagi peserta yang beruntung, panitia HUT Aspek ke 16 menyediakan hadiah hadiah menarik seperti sepeda gunung, televisi LED, Magic Com, Kipas Angin dan beberapa hadiah lainnya. Semoga dengan peringatan HUT Aspek Indonesia yang ke 16, jalan sejahter untuk pekerja Indonesia semakin nyata, bersatu berjuang dan sejahtera yang merupakan impian akan secepatnya menjadi nyata, Selamat berhari jadi Aspek Indonesia, Jayalah buruh Indonesia!

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/topikirawan/meriahnya-hut-aspek-indonesia-ke-16_56d4d581567b617d0583153aimg-20160229-wa0016-2-56d4d304567b61090683152f

Pentingnya Sertifikasi di Era MEA

Di penghujung bulan Februari 2016, Asosiasi Pekerja Indonesia mengadakan event yang bertajuk”Dialog Nasional Ketenagakerjaan” dengan tema yang merupan sebuah terobosan baru di bidang logistik yaitu tentang pentingnya sertifikasi profesi dalam persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang di wakili oleh Ibu Hestiyani Hayani, sedangkan dari Asosiasi Logistik Indonesia tampak hadir Bapak Zaldi, sedangkan Aspek Indonesia sebagai tuan rumah menghadirkan presiden Aspek Indonesia yaitu Mirah Sumirat SE di dampingi Sekretris Jenderal Aspek Indonesia yakni Sabda Pranawa Djati SE. Acara Dialog Nasional Ketenagakerjaan yang berlangsung pada tanggal 26 Februari 2016 bertempat di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jakarta, terlihat hadir pula dari perwakilan UNI APRO ASIA yaitu Bapak Kun Wardana. Para peserta yang juga merupakan afliasi dari federasi Aspek Indonesia tampak antusias mendengarkan penjelasan dari nara sumber, beberapa materi memang mengetengahkan penting pekerja memiliki sertifikasi profesi. Dalam hal ini pemerintah mulai serius menggalakan Balai Latihan Kerja(BLK) untuk terus memacu kemampuan pekerja agar tetap berkompetensi, apalagi memang saat ini globalisasi tidak bisa terelakan. Bidang logistik di era kekinian memiliki posisi strategis, dengan di bukanya jalur jalur perniagaan antar daerah, logistik memiliki nilai strategi, dan dengan adanya penandatanganan piagam kesepahaman antar Serikat Pekerja Indonesia dan Asosiasi Logistik Indonesia di harapkan mampu mendorong para pekerja di sektor logistik akan lebih mampu dan paham tentang seluk beluk dunia perlogistikan dan cara terbaik menangani masalah di industri logistik. Sosialisasi sertifikasi profesi akan terus di tingkatkan sehingga ke depannya pekerja akan semakin menambah kemampuan keilmuannya dan teraplikasikan di dunia kerja. Semoga ke depannya para pekerja logistik terus mempersiapkan diri agar tetap bisa bersaing dengan pekerja manca negara, persaingan global memang tak bisa di hindari, namun bukan berarti kita pesimis, pasar bebas ASEAN memang telah berjalan dan ini adalah sebuah tantangan dan peluang bagi setiap pekerja Indonesia, Jika pekerja telah di bekali dengan kemampuan yang bisa di andalkan melalui pelatihan pelatihan di Balai Latihan Kerja maka dengan siapa pun bersaing akan siap menghadapinya, semoga kerja sama ini akan melahirkan pekerja pekerja handal yang paham tentang sistem mata rantai logistik secara baik dan benar, arena menjadi cerdas adalah keniscayaan bagi kaum pekerja, maju terus Aspek Indonesia dan jayalah buruh Indonesia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/topikirawan/pentingnya-sertifikasi-profesi-di-era-mea_56d24058577b6191604b341cimg-20160226-wa0017-1-56d235ac327b61a0058b4572

LAWAN Kriminalisasi Aktivis Buruh

SIARAN PERS GERAKAN BURUH INDONESIA (GBI) 17 FEBRUARI 2016

MATINYA DEMOKRASI SAAT AKTIVIS BURUH & PEMBELA HAM DIKRIMINALISASI

GBI- Hari ini, Rabu (17/02/2016),Gerakan Buruh Indonesia (GBI) menurunkan ribuan buruh untuk memprotes kriminalisasi terhadap 26 aktivisburuh, 2 pengabdi bantuan hukum dari LBH Jakarta, dan 1 mahasiswa di Mapolda Metro Jaya,Semanggi,Jakarta. Bersama para Pimpinan seluruh Konfederasi yang tergabung dalam GBI, ribuan buruh ini diturunkan juga sebagai bentuk penegasan bahwa gerakan buruh akan terus melawan kebijakan liberalisasi ekonomi Jokowi.

IMG_20160217_125111

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, meski dikriminalisasi,buruh akan terus berjuang tanpa takut intimidasi dan kriminalisasi.

“Tak sedikitpun kami (buruh) akan mundur dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan rakyat meski banyak intimidasi dan kriminalisasi yang kami dapatkan.” Tegas Said Iqbal.

Said pun mengungkapkan, Kepolisian bisa berdiri secara mandiri karena terlahir dari rahim reformasi, lahir dari darah para aktivis dan buruh.

“Kami berharap Kepolisian jangan sampai kembali menjadi alat rezim untuk mengamankan kekuasaannya.” Cetusnya.

Sementara itu, Juru bicara GBI dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Roni Febrianto mengatakan, Kepolisian telah melakukan upaya kriminalisasi kepada para aktivis dan pembela HAM tersebut dengan menerapkan pasal karet dan dakwaan melawan penguasa (pasal 216 jo Pasal 218 KUHP) saat melakukan aksi 30 Oktober 2015 lalu.

“Padahal, kepolisianlah yang melakukan pembubaran dengan kekerasan dan pengerusakan pada unjuk rasa menolak PP Pengupahan. Sementara, buruh yang tanpa senjata tidak melakukan perlawanan sama sekali.” Ungkap Roni dalam keterangan persnya di Jakarta.

Dijelaskannya,GBI juga menganggap kriminalisasi buruh sebagai upaya membungkam gerakan perlawanan terhadap liberalisasi ekonomi pemerintahan Joko Widodo.

Ditambahkannya, serangan paket kebijakan yang menguntungkan pengusaha dan merugikan buruh terutama adalah PP Pengupahan no 78 tahun 2015.

“PP tersebut membatasi pertumbuhan upah buruh dan menghilangkan hak berunding buruh dalam menentukan upah.”

Tidak hanya itu,aktivis GBI lainnya dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI),Michael menegaskan, kebijakan liberalisasi ekonomi lain yang memukul buruh Indonesia adalah kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dikatakannya, kebijakan ini memberangus kebebasan buruh berorganisasi. Sebab, pemerintah hanya mengakui satu Forum Serikat Buruh/Pekerja dalam Dewan Pengupahan dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di wilayah KEK.

“GBI menilai kebijakan KEK sangat bernuansa otoritarian karena akan memunculkan favoritisme pemerintah terhadap serikat buruh/pekerja tertentu dan menyingkirkan serikat buruh/pekerja yang kritis terhadap pemerintah dan pengusaha.” Tegasnya.

Michael pun mengungkapkan, dalam aksi hari ini, GBI menuntut Kejaksaan untuk membatalkan berkas penyidikan Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP).

“Jika Tidak, GBI menilai kejaksaan mendukung munculnya peradilan sesat. GBI akan menunjukan pada publik melalui pengadilan tersebut bahwa tuntutan-tuntutan kejaksaan tidaklah logis dan penuh rekayasa.” Kecamnya.

Untuk itu, dalam aksi kali ini GBI pun menegaskan tuntutannya :

1.Bebaskan 26 aktivis buruh & 2 aktivis pengacara LBH Jakarta, termasuk Sekertaris Jenderal KSPI Muhammad Rusdi dari dakwaan sebagai tersangka lewat pasal karet .

2.Tolak kriminalisasi aktivis buruh dan aktivis LBH oleh Polda Metro jaya.

3. Selamatkan demokrasi Indonesia dari tindakan represip aparat polisi dan pengenaan pasal karet untuk meredam gerakan sosial dan gerakan buruh seperti cara-cara orde baru yang Sangat Anti Demokrasi.

Untuk diketahui, GBI terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan terdiri dari beberapa Federasi Buruh (FSPASI, SBSI 92, FSUI, FGSBM).
IMG_20160217_125111
Terima Kasih

Gerakan Buruh Indonesia (GBI)

Oleh – Oleh Rakernas ASPEK Indonesia

Rakernas ASPEK Indonesia yang berlangsung di Cisarua(dokpri)

ASPEK Indonesia, sebuah federasi serikat pekerja tingkat nasional yang memayungi kaum P1300215pekerja di sektor jasa, mengadakan Rapat Kerja Nasional di Wisma Loka Wiratama Cisarua-Bogor dan berlangsung pada tanggal 29-31 Januari 2016.

Rapat Kerja Nasional ASPEK Indonesia ini pun di hadiri perwakilan Dewan Pengurus Wilayah Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Timur serta Bali. Hadir dalam pembukaan Rakernas yakni Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia(KSPI) Muhammad Rusdi, presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, perwakilan UNI Asia Pasifik yang di wakili oleh DR Kun Wardana.

Peserta Rakernas ASPEK Indonesia terlihat bersemangat mendengar pemaparan strategi perjuangan buruh di Indonesia, ada tiga parameter yang di gunakan untuk melihat apakah standar kesejahteraan buruh telah tercapai, Muhammad Rusdi sebagai Sekjend KSPI menyebutkan paling tidak tolak ukur sejahteranya buruh adalah kualitas kualitas, jaminan sosial dan kepastian kerja. Lebih lanjut lagi Rusdi berkata dalam sebuah laporan ILO Jakarta, untuk saat ini rata rata upah pekerja Indonesia sekarang di bawah pekerja Vietnam, dan untuk jaminan pensiun pun, para pekerja Vietnam memiliki rata rata persentasi iurannya lebih tinggi di banding pekerja Indonesia.

Perwakilan UNI Asia Pasifik, DR Kun Wardana mengatakan dalam kata sambutannya, di era digital seperti sekarang ini, trend sektor jasa akan meningkat pesat, dan ini merupakan momentum bagi Aspek Indonesia untuk mengembangkan knowledge para anggota afliasi, dan juga tantangan MEA atau pasar bebas ASEAN bukan untuk di hindari namun kita harus menghadapinya, DR Kun Wardana yang juga dewan pakar ASPEK Indonesia, berharap agar Aspek Indonesia terus menumbuhkan irama sosial dialog dalam penerapan hubungan industrialnya.

Presiden ASPEK Indonesia sangat bergembira dengan suksesnya peyelenggaraan Rakernas tahun ini yang di hadiri seluruh jajaran Dewan Pengurus Wilayah, semoga ke depannya ASPEK Indonesia akan terus melakukan peningkatan kinerja dan bersinergi dengan pemerintah dan juga pengusaha sehingga terjalin kerjasama hubungan industrial yang harmonis. Agenda Rakernas ASPEK Indonesia adalah menambah Dewan Pengurus Wilayah di seluruh Indonesia, meningkatkan kualitas pekerja yang bernaung di bawah bendera ASPEK Indonesia, serta memperkuat tim media agar ASPEK Indonesia lebih di kenal oleh para pekerja di seluruh Indonesia.

Sukses untuk berlangsungnya Rakernas ASPEK Indonesia, semoga semangat Bersatu, Berjuang, Sejahtera yang selama ini menjadi semboyan ASPEK Indonesia dapat diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas, dan rencana rencana kerja selama tahun 2016 dapat di wujudkan dengan pencapaian yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya, salam sejahtera bagi seluruh buruh Indonesia, buruh sejahtera negara pun sejahtera, hidup buruh. (topik)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/topikirawan/rakernas-aspek-indonesia_56ae51408e7e61e719c3ba94

Paket kebijakan ekonomi IV: Upah buruh dipastikan naik per tahun

 

Paket kebijakan ekonomi IV: Upah buruh dipastikan naik per tahun

Hanif Dhakiri-Darmin Nasution-Bambang Brodjonegoro. ©2015 merdeka.com/sri wiyanti

Merdeka.com – Pemerintah memastikan upah buruh naik setiap tahun. Besaran penaikan dihitung menggunakan rumus upah minimum tahun berjalan di tambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution saat konferensi pers paket kebijakan ekonomi keempat, Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10)

“Jadi isu bahwa upah buruh dinaikkan setiap lima tahun itu tak benar.”

Dia mengilustrasikan jika realisasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi masing-masing lima persen tahun ini. Maka upah buruh tahun depan ditetapkan naik 10 persen ketimbang saat ini.

“Itu berarti tahun depan di daerah itu upah minimum ditambah 10 persen.” katanya.

Dia mengklaim, formula itu sudah memenuhi unsur keadilan. Mengingat, banyak negara hanya memasukkan sebagian dari realisasi pertumbuhan ekonomi.

“Kenapa? Karena pertumbuhan ekonomi dianggap tak hanya semata karena peranan buruh. Tapi juga pengusaha dan pemilik modal.”

Darmin mengungkapkan, pemerintah juga memiliki rumus tambahan untuk delapan provinsi yang upah buruhnya dinilai belum layak. Sayang, dia tak mengungkapkan delapan provinsi dimaksud.

“Dinaikkan serta merta agar upahnya menjadi layak juga tak bisa karena akan terlalu banyak. Maka ditetapkan waktu transisi 4 tahun,” katanya. “Jika upahnya 20 persen di bawah maka dibagi 4 tahun menjadi lima persen per tahun. Jadi, upahnya naik 10 persen ditambah lima persen menjadi 15 persen per tahun.”

Dia menambahkan, upah juga bisa lebih tinggi 10 persen dari standar minimum untuk buruh yang bekerja di sektor unggulan.

“Aturan pelaksana sudah disiapkan Kementerian Tenaga Kerja.”

Sumber : http://www.merdeka.com/uang/paket-kebijakan-ekonomi-iv-upah-buruh-dipastikan-naik-per-tahun.html

Saat Buruh Harus Bijak Atur Keuangan, Jangan Jatuh Di Pinjaman Rente 20%

Buruh, pekerja ataupun karyawan adalah sebutan secara definisi adalah seseorang yang bekerja di sebuah organisasi dan sebagai kompensasinya ia mendapatkan penghasilan sebulan sekali, besar penghasilan dari buruh ataupun pekerja alias karyawan ditentukan dan dibatasi dengan aturan dalam perusahaan.

Tahun
UMR /
UMP
Kenaikan
UMR /
UMP dlm US$[3]
Sumber
1979
Rp525/hari
?
$0,84/hari
1980
Rp600/hari
?
$0,96/hari
1991
Rp18,200
?
$9,33
1992
Rp20,330
11.7%
$10,02
1993
Rp23,930
17.7%
$11,47
1994
Rp31,290
30.8%
$14,48
1995
Rp36,820
17.7%
$16,37
1996
Rp40,740
10.6%
$17,35
1997
Rp135,353
232.2%
$48,81
1998
Rp153,971
13.8%
$16
1999
Rp179,528
16.6%
$23,05
2000
Rp213,700
19.0%
$25,57
2001
Rp286,100
33.9%
$28,04
2002
Rp362,700
26.8%
$39,06
2003
Rp414,500
14.3%
$48,31
(Tabel UMK dalam beberapa tahun terakhir:Sumber
Wikipedia)
 Dan biasanya upah buruh mengacu kepada Upah Minimum Kabupaten atau pun Upah Minimum Provinsi, dari sini lah sebenarnya pengelolaan keluarga berasal, dari gaji bulanan yang di terima, mampukah kaum buruh mencukupi kebutuhan sehari hari, mulai dari sandang dan juga pangan, sejujurnya dalam pengaturan keuangan bagi kaum buruh diperlukan sebuah kebijakan yang harus teliti karena dengan gaji yang sudah terpola setiap bulannya, di sanalah kejelian pengelolaan keuangan.Alih alih bisa melakukan investasi dari gaji yang di dapat, malah seringnya terbetik kabar bahwa kaum buruh harus menanggung belitan pinjaman berbunga, ini tentu saja akan membahayakan keuangan kaum buruh, perlu perenungan bahwa untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup, akhirnya jalan terjal pun di tempuh yaitu dengan meminjam uang, dan apesnya pilihan meminjam uang dengan sistem rente pun seolah menjadi menu harian yang harus di lakoni kaum buruh, dan ini banyak terjadi di seputaran kita, padahal sejujurnya pun  kaum buruh tak menginginkan mengalami banyak hutang, apa lagi hutang yang di tambahi dengan bunga, memang sih kalau nerimanya enak tapi pas harus bayar terasa eneg di dada hehe.
Mewaspadai Sydrom Tanggal Muda
Pernah melihat antrian di kassa mengular? Sering jengkel melihat banyaknya belanjaan yang terkadang kurang terasa manfaatnya? Kalau ia mungkin sekali sydrom tanggal muda menjangkiti, biasanya di awal bulan saat para pekerja atau buruh menerima gaji bulanan, maka bersiap pula untuk bertemu dengan antrian panjang di toko swalayan, hyper market ataupun sebutan lainnya yang merujuk dengan tempat perbelanjaan.Apalagi para pasangan suami isteri yang hidup di era millenium di mana akses untuk mengunjungi pusat pusat perbelanjaan semakin mudah, menjamurnya pusat perbelanjaan semakin banyak di kota kota berbasis industri, memungkinkan pengelolaan keuangan keluarga harus lebih cermat, di saat tanggal muda inilah sebenarnya ujian bagi keluarga untuk mengelola keuangan, alih alih bisa berhemat, karena mengikuti nafsu di pusat perbelanjaan, yang tadinya tidak ingin membeli barang yang di maksud, malah jadi membeli karena iming iming diskon, ataupun memang dalam kondisi merasa banyak uang di tanggal muda, akhirnya pilihan membeli barang pun terjadi, sedangkan sebenarnya barang yang di beli bukanlah kebutuhan utama.
Langkah cerdas di awal bulan adalah menyiapkan pos pos anggaran yang memang harus benar benar di keluarkan, seperti cicilan kepemilikan rumah, iuran bulanan listrik, biaya sekolah anak dan prioritas utama, acap kali bila kita abaikan saat membayar untuk kepentingan utama, dan malah jor joran dalam pengeluaran yang tak perlu, bisa di tebak akhirnya di tengah bulan, uang ataupun cadangan penghasilan pun akan tergerus, dan dari titik inilah akhirnya terbuka peluang untuk mencoba menghitung hitung bisa kah meminjam? Dari sini sebenarnya awal petaka, dan lubang yang di gali seakan lebih dalam bila kita tergantung dengan sebuah pinjaman, apa lagi pinjaman dengan tambahan bunga yan tentu saja akan memberatkan bila membayarnya kelak.
Di tanggal muda inilah sebenarnya harus bisa melewati ujian yang sesungguhnya,
lebih baik memang merencanakan keuangan secara bijak karena jika kita sudah
bisa mengukur apa yangseharusnya kita beli di awal bulan, niscaya saat menghadapi tengah bulan maupun tanggal tua akan bisa di lewati, otomatis peluang untung meminjam dengan bunga rente pun bisa di hindari oleh pekerja atau buruh.
Mengatur CASHFLOW Bukan Hal Tabu Bagi Buruh, Pasti Bisa!
Menghadapi ekonomi yang kian sulit, di perparah dengan jatuhnya mata uang rupiah terhadap dolar, harga yang tak menentu, masih ingat bukan tentang mogoknya pedagang daging beberapa waktu lalu, dan juga di ikuti hal yang sama oleh pedagang ayam potong, di sebuah titik ketika harga harga meroket naik, maka dipastikan buruh atau pekerja dan tentu saja keluarganya pun terkena imbas, dengan gaji yang sama di setiap bulannya, namun fluktuatif harga
seperti berakrobat tiap hari, di sini kau pekerja yang memang di gaji rutin tiap bulan, pastinya harus mengelola cashflow secara elegant, casflow adalah arus keluar masuk uang dari penghasilan yang kita dapatkan, mungkinkah buruh dapat mengatur itu? Ya pasti bisa lah, menurut praktisi pengelolaan keuangan yang sudah banyak memberikan seminar maupun materi materi cara pengelolaan
keuangan yaitu Bapak Safir Senduk, ada 3 cara cashflow yang bisa kita kelola.
Pertama yaitu memiliki investasi sebanyak mungkin, kedua siapkan dana untuk
masa depan dan yang ketiga ialah atur pengeluaran.Yang menurut saya menarik adalah langkah pertama yakni memiliki investasi sebanyak mungkin, ini jadi sangat menarik karena ada pertanyaan lanjutn yaitu, bisakah buruh memiliki investasi sebanyak mungkin, bila di tanya kepada orang orang yang pesimis tentu gelengan kepala sebagai jawaban, kayaknya musykil seorang buruh mampu mengembangkan investasi, ternyata untuk berinvestasi bukan melulu klaim orang yang kaya raya, buruh pun bisa berinvestasi, sebuah kasus tentang investasi adalah saat seorang teman yang memiliki istri dengan hobi membeli emas, tak dinyana, logam mulia jenis emas tersebut memiliki nilai investasi yang mumpuni, saat harga emas mulai naik, ia pun melepas perhiasannya dan dari selisih harga saat ia membeli dan menjual kembali emasnya ada keuntungan yang lumayan, akhirnya istri teman saya itu pun semakin yakin bahwa investasi dalam bentuk emas perhiasan membawa hasil juga.Yang kedua yakni dengan mempersiapkan dana untuk masa depan, strategi cashflow ini tentu berjangka panjang, masa depan bukanlah di awang awang yang tak terjangkau, masa depan adalah keniscayaan, dan mulailah dari sekarang merancang pos pos pengeluaran untuk biaya di masa depan, mungkin untuk saat ini biaya biaya untuk masa depan tentunya seakan memberatkan, namun masa depan akan menjadi jauh lebih manis bila di nikmati nanti setelah di saat ini kita bersusah payah untuk merancangnya, yakinlah bahwa masa depan akan jauh lebih membahagiakan di banding kita tak merancang sama sekali tentang dana untuk masa depan. Dan yang ketiga adalah atur pengeluaran, dengan mengatur pengeluaran, bukan berarti kita terlalu ketat ya mengatur pengeluaran, sehingga hidup terasa berat untuk di jalani, dengan memahami pengaturan keuangan secara benar, maka ada banyak manfaat, setidaknya pengaturan pengeluaran bisa dikendalikan, maka dipastikan bahwa hidup akan jauh lebih menyenangkan, kita pun bisa mengatur dengan bijak bagaimana mengeluarkan pengeluaran secara efektif, dan bila ini bisa di lakukan maka untuk meminjam uang secara rente dengan bunga yang mencekik pun bisa di hindari sedini mungkin, ayo buruh kamu bisa!
Sudah Saatnya Buruh Terbebas Dari Jerat Rentenir
Perencanaan keuangan di setiap keluarga pastilah berbeda beda, namun muara dari sebuah perencanaan keuangan adalah menikmati indahnya hidup dengan tidak di ribeti hal hal yang malah membebani keuangan keluarga, sudah saatnya buruh pun mulai menata keuangan dengan cara cara yang lebih bijak dan cerdas, ada kalanya memang dengan segala keterbatasan dari gaji yang di miliki, malah di jadikan alasan pembenaran untuk meminjam, dalam jenis apapun sebenarnya meminjam bukanlah hal yang kita inginkan, namun bila benar mengelola keuangan, mungkin saja hal yang bernama meminjam bisa di minimalisir atau benar-benar jangan sampai meminjam sama sekali, itu jauh lebih baik.Jangan terlalu memaksa untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita perlukan, apa lagi hidup di lingkungan seperti perumahan yang notabene rumahnya relatif berdekatan, biasanya warga yang hidup di satu komplek perumahan, akan lebih tahu dengan keadaan tetangganya, misalnya tetangga A membeli kulkas, ada sebersit keinginan yang sama untuk segera membeli kulkas, kata orang orang mah yaitu memiliki sifat ‘panasan’ justru sifat ini bisa membuat perencanaan keuangan berantakan, gegara sifat yang memang susah di hilangkan, pengennya menyamai apa yang di capai tetangga meski memang sebenarnya keadaan keuangan tidak memungkinkan, dan akhirnya tergoda untuk meminjam uang meski uang tersebut adalah uang dengan resiko yang tinggi dengan tambahan bunga, jika kita tidak mengatur perencanaan maka di pastikan gelombang ke pailitan akan membayang. Merdeka dalam pengelolaan keuangan, merdeka dalam hal pinjaman, hindari dan terus hindari meminjam dengan cara rente, semoga jutaan buruh yang ada di Indonesia tetap bijak untuk mengelola keuangan, dan di antara ribuan buruh di Indonesia telah banyak menjadi korban dari pinjaman berbunga, semoga saja dengan sebuah perencanaan yang matang, mampu menghindarkan buruh dari sebuah jerat bernama jerat rente, semoga kita bisa melakukan itu wahai kaum buruh di Indonesia, semoga!

Jangan Terpisah Lagi !

(Mobil Komando Buruh Saat Aksi 1 September 2015 , Dokpri)

Jakarta pada tanggal 1 September 2015 di padati ribuan buruh yang menuju istana negara, massa aksi mulai berkumpul di areal patung kuda yang berdekatan dengan gedung Indosat, aneka banner, spanduk warna warni menghiasi jalanan ibu kota, begitu pun juga bendera bendera konfederasi buruh berkibar gagah di terpa hembusan angin.

Disebuah mobil komando terlihat tiga orang berdiri dan dengan lantang mereka meneriakan kalimat yang langsung di sambut oleh massa buruh dengan semangat, ” Hidup Buruh,Hidup Buruh!”
Mereka adalah Said Iqbal dari KSPI yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, ada juga Mudhofir dari KSBSI, serta Andi Gani Nuwawea yang memimpin KSPSI, ketiga orang tersebut adalah para petinggi di masing masing konfederasi, tanggal 1 September 2015, ketiga konfederasi buruh ini bersatu mengepung istana dengan sejumlah tuntutan kepeda pemerintahan Jokowi.
Siang yang terik tak mampu membendung semangat para buruh untuk suarakan hati nurani perasaan buruh, tentang jaminan pensiun, permintaan pembubaran PHI yang selama ini menjadi kuburan keadilan bagi parah buruh,serta kekhawatiran serbuan tenaga asing yang pastiny akan mendesak para pekerja nasional.
Ketiga pemimpin buruh ini menyatakan satu suara yang sama, ini adalah sebuah langkah yang baik baik para buruh di Indonesia, dari ketiga gabungan konfederasi buruh ini, sekitar lima juta buruh berada dalam naungan konfederasi besar tanah air, jangan terpisah lagi demi kepentingan buruh pada uumnya.
Semoga gabungan tiga konfederasi ini tetap satu barisan, memperjuangkan kepentingan kaum buruh yang selama ini kurang di akomodir oleh rezim penguasa, meski melewati pasang surut dalam beberapa waktu lalu, akhirnya ketiga konfederasi besar ini bisa bersatu, sebuah angin segar bagi pergerakan buruh di Indonesia tercinta ini, hanya satu pinta buruh untuk ketiga konfederasi besar ini, JANGAN TERPISAH LAGI!

Dihadapan Para Pejabat Negara, Buruh Tegaskan Sikap Aksi 1 September

akarta, KSPI-Melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat negara dan instansi pemerintahan yang di fasilitasi oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal tegaskan akan tetap melakukan aksi dengan 10 tuntutannya yang akan disampaikan pada aksi 1 September 2015.

IMG-20150829-WA0006

Walau beberapa pejabat terkait sudah mendengarkan tuntutan buruh, namun belum ada hal substantif yang bisa diselesaikan. Oleh karenanya KSPI dan elemen buruh lainnya menegaskan akan tetap turun aksi pada 1 Sept 2015.

Presiden KSPI kembali menegaskan dengan terheran, mengapa setelah buruh dan KSPI umumkan adanya aksi buruh, baru kemudian ada reaksi dari pihak kepolisian dengan pendekatan keamanan dan ketertiban?

Menurutnya, Aksi pada 1 September pekan depan, bukanlah aksi yang pertama dan terakhir. Aksi yang dilakukan adalah lanjutan dari aksi aksi yang di lakukan sebelumnya.

Pertanyaannya,kata Said Iqbal, mengapa buruh kembali turun aksi?.
Dirinya pun menegaskan, hal ini disebabkan ketika aksi-aksi yang dilakukan oleh KSPI, selalu hanya diterima oleh orang-orang yang bukan pengambil keputusan di instansi pemerintah.

Termasuk dalam pertemuan hari ini pun,dari pihak Kemenkes yang hadir adalah hanya staf humas Kemenkes, bukan dari eselon 1. “Untuk itu, pesan kuat kami dalam pertemuan ini, kami minta eselon 1 yang hadir dalam aksi.” Tegasnya.

Terkait krisis sekarang ini, ditengah ancaman PHK massal,sesungguhnya bukan hanya berasal dari pengaruh global atau pengaruh mata uang saja, yang menyebabkan terpukulnya industri.

Dijelaskannya, jika melihat kebelakang,salah satu penyebabnya adalah masalah kenaikan harga BBM yang menyebabkan daya beli masyarakat turun yang tidak diimbangi strategi pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Ketika daya beli turun, kebijakan pemerintah di era sebelumnya selalu menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat, melalui berbagai kebijakan seperti subsidi untuk masyarakat, seperti bantuan langsung tunai, subsidi BBM, subsidi pupuk.

“Tapi saat ini,ketika harga barang meningkat, daya beli masyarakat tidak dijaga.” Cetusnya.

Said Iqbal juga menambahkan, ketika pertumbuhan ekonomi tumbuh, Gini index juga tumbuh yang artinya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir kelompok saja.

Apa yang kita minta,Lanjut Iqbal, pemerintah harus masuk ke sektor riil, jangan hanya main di global saja. Yakni dengan menjaga konsumsi dan daya beli, dengan berbagai kebijakan subsidi buat rakyat (subsidi ke petani, buruh, dll).

KSPI berharap, tidak akan terjadi PHK massal.Namun, kalau negara tidak hadir ketika PHK terjadi,”maka kami akan pimpin langsung gerakan untuk menggugat negara.” Ancamnya.

Belum lagi, saat menteri perindustrian mengatakan tidak ada PHK, padahal Kemenaker dan Apindo juga menyampaikan sudah ada PHK.

“Kementerian harusnya turun kebawah, melihat langsung permasalahan, padahal sebelum lebaran sudah banyak pekerja yg dirumahkan.” Tegasnya.

Hal ini disampaikan oleh KSPI agar semua pihak memahami mengapa kaum buruh turun dengan jumlah besar pada 1 September 2015.

Untuk diketahui, pada aksi 1 September 2015 nanti, akan diikuti oleh 48 ribu buruh se- Jabodetabek dengan titik kumpul aksi akan dipusatkan di bundaran Hotel Indonesia, selanjutnya, massa aksi akan melakukan long march menuju Istana Negara dan selanjutnya akan bergerak menuju kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Kantor Kementerian Kesehatan.

Aksi nanti akan dilakukan oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang merupakan gabungan dari KSPI,KSPSI AGN,KSBSI,SBTPI dll.

Terima Kasih

Said Iqbal
Presiden KSPI/Dewan Presidium GBI

Gerakan Buruh Indonesia Mulai Bergerak Menuju Istana , Jokowi Kabur ??

Jakarta,KSPI – Sekitar 30ribu buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia mulai bergerak menuju Istana Negara.

Buruh yang berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta dan perwakilan daerah dari Jawa Timur , Serang , Banten dengan berbagai macam poster tuntutan, bendera mulai berjalan secara teratur menuju istana.
11951794_10206235888810508_609370530336597670_n

Sementara itu belum ada kabar dari pihak kepresidenan apakah aksi buruh kepung istana ini akan diterima oleh Jokowi.

” Jokowi hanya berani ketemu masa atau rakyat kalau ada maunya saja. Buat pencitraan, tapi kalau terkait isu kesehateraan seperti hari ini pasti selalu ngeles kaya bajaj” ucap Herfin salah satu peserta aksi.

Aksi Gerakan Buruh Indonesia selain di lakukan di Jakarta juga di lakukan serentak di 20 Kabupaten / Kota di Indonesia seperti Batam, Mojokerto, Cilacap, Jawa Timur, Medan, Gresik, Aceh dan lainnya.

Sumber : http://www.kspi.or.id/gerakan-buruh-indonesi-mulai-bergerak-menuju-istana-jokowi-kabur.html

Saat Perusahaan Telat Daftarin BPJS, Sedihnya Tuh Disini

Sebagai buruh tentu saja dengan hadirnya BPJS Kesehatan yang resmi di luncurkan pada tanggal 1 Januari 2014 adalah sebuah mimpi yang akhirnya bisa teraih, tahun tahun sebelum 2014 adalah tahun di mana komponen buruh bersatu padu agar jaminan sosial segera dilaksanakan, sudah terlalu lama rasanya tak ada implementasi dari Undang Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Nomor 40 Tahun 2004. Namun setelah berjuang baik melalui parlemen jalanan dan juga sosialisasi melalui Komite Aksi Jaminan Sosial(KAJS), kaum buruh bisa tersenyum lega saat tanggal 19 Oktober 2011 disahkannya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Ketika tanggal 1 Januari 2014 mulai beroperasinya BPJS Kesehatan, ada asa yang begitu melambung, sebagai buruh biasa yang bergaji dengan standar Upah Minimum Kabupaten, tentu saja berita ini sangatlah menggembirakan, karena sesuai ketentuan bahwa memang setiap pekerja berhak untuk di daftarkan sebagai peserta BPJS, harapan dalam bulan bulan pertama BPJS Kesehatan hadir di Indonesia, agar perusahaan di mana kami bekerja untuk segera mendaftarkan para pekerjanya terasa begitu lambat.
Maka ketika mendengar dari beberapa pekerja yang dengan sumringah telah menjadi bagian dari keanggotaan BPJS Kesehatan di tempat mereka bekerja, ada sebersit rasa iri, kenapa di perusahaan kami belum ada upaya untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan, ya salam.

Waktu Terus Berlalu, Kartu BPJS Kesehatan Pun Jadi Impian

Bekerja adalah keniscayaan, namun dibalik semua itu, pekerja pun menginginkan perlindungan jika terjadi hal yang tidak di inginkan, sehat adalah dambaan setiap warga negara Indonesia, siapa sih yang mau sakit? Dan bila pun akhirnya memang sakit tentunya biaya perawatan bukanlah sebuah beban yang justru menambah rasa sakit, namun apa yang kita inginkan tetaplah sebagai utopia saja nampaknya, di saat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa BPJS menanggung penuh biaya perawatan kesehatan, kami para pekerja malah daftar saja belum, hingga menjelang akhir tahun 2014 pun, nampaknya harapan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan belum terlihat.

Dan saat pekerja di lingkungan kami bekerja sakit, maka perusahaan hanya menanggung plafond biaya yang telah di tentukan di kisaran 3 juta rupiah hingga lima juta rupiah, terkadang ada rekaman kecemasan saat melihat teman teman yang sedang di rawat, semoga saja biaya rumah sakit di saat perawatan medis tak melebihi plafond yang di sediakan oleh perusahaan, di saat itulah kami berpikir alangkah banyak manfaat bila sudah terdaftar sebagai anggota peserta BPJS Kesehatan.
Di bulan Desember 2014 ada sebuah pengumuman agar pekerja menyerahkan foto copy KTP serta Kartu Keluarga dan juga pas photo, ada setitik harapan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, batas waktu untuk penyerahan syarat syarat tersebut adalah akhir bulan Desember, kami sangat berharap agar pekerja dapat menerima kartu peserta dengan segera, sesuai apa yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 pasal 14 yang berbunyi “ Setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta jaminan sosial”.

Namun hingga tahun 2014 berakhir, tetap saja para pekerja di mana kami bekerja belum bisa mengantongi kartu peserta BPJS, meski ada harapan mungkin di tahun depan semoga saja apa yang jadi impian nantinya berbuah kenyataan.

BPJS Kesehatan Mungkin Belum Sempurna, Tapi Memperbaiki Diri Itu Pasti

Dengan segmen peserta seluruh penduduk Indonesia, tentu saja kehadiran BPJS Kesehatan merupakan harapan bagi semua agar kinerja badan ini terus membaik, dengan jumlah peserta per bulan Maret 2015 adalah 138,5 juta dan nantinya di harapkan pada tahun 2019 nanti jumlah ke pesertaan yang akan mencakup seluruh penduduk Indonesia, dalam satu tahun terakhir BPJS Kesehatan telah hadir dan melayani, meski belum sempurna seperti di negara negara maju yang telah lama memakai sistem jaminan sosial, tentu langkah langkah BPJS Kesehatan tetap harus di apresiasi, kekurangan itu pasti ada namun perbaikan tentu saja di harapkan oleh semua kalangan.

Dengan diperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas, Dokter praktek perseorangan, dan klinik, inilah fasilitas kesehatan dari BPJS Kesehatan dan nantinya dapat di rujuk dengan fasilitas lanjutan baik berupa rumah sakit pemerintah maupun swasta. Selain itu BPJS Kesehatan memiliki service point berupa 34 Liaison Office, 160 kantor bank(Mandiri,BNI, BRI), 13 kantor Divre, 119 kantor cabang, 387 KLOK dan 1.237 BPJS Centre, ini merupakan bentuk kesungguhan yang layak di acungi jempol, karena dengan semakin banyaknya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tentu saja akan menjadi baik adanya.

Untuk memudahkan pendaftaran peserta, BPJS Kesehatan pun telah melakukan upaya melalui pendaftaran perorangan secara online melalui website, sedangkan untuk badan usaha di lakukan pendaftaran melalui aplikasi e-DABU setelah melakukan registrasi di kantor cabang, semua ini merupakan akses untuk mempermudah masyarakat atau pun badan usaha yang ingin mendaftarkan menjadi peserta, kalau jadi mudah itu hebat tentu ini sebuah langkah yang memang patut kita apresiasi.

Menjadi Relawan Jamkes Watch Di Kabupaten Bekasi


Pembina Jamkes Watch dan anggota DPRD Kab Bekasi mengadvokasi masyarakat kurang mampu di Kec Sukakarya(dok FB Adhie Bahtiar)

Tahun 2014 memang menjadi titik awal di mana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mulai diberlakukan, namun layaknya sebuah badan yang baru saja lahir, tentu hal yang sempurna tidak menjadi keniscayaan, Kabupaten Bekasi yang menjadi sebuah kabupaten di Indonesia yang paling banyak memiliki kawasan industri, sekitar tujuh kawasan industri berada di kabupaten yang berbatasan dengan ibu kota negara, dengan jumlah kawasan industri yang banyak tersebut, dan tentunya banyak pekerja tinggal di kabupaten Bekasi, hal yang baru tentang BPJS Kesehatan membuat banyak buruh pun belum begitu ngeh dengan manfaat yang semestinya di dapatkan jika jadi peserta.

Dengan di mentori bro Jamaludin Malik yang aktifis buruh dan concern dalam bidang advokasi untuk masalah jaminan kesehatan, apa lagi beliau termasuk staff ahli anggota DPR RI yaitu Rieke Diah Pitaloka, maka pengetahuan pun semakin bertambah dengan ikut pertemuan pertemuan lintas buruh yang di lakukan oleh bro Jamaludin, sedikit lebih tahu bahwa pada kenyataannya di kabupaten Bekasi untuk masalah kesehatan dan penangannya tidaklah mudah.

Bahkan saat mengikuti sebuah pertemuan bersama teman dari mahasiswa Univeristas Islam Empat Lima(Unisma) bahwa memang di daerah kabupaten Bekasi akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidaklah terlalu bagus, banyak birokrasi yang berbelit, ada istilah orang miskin nggak boleh sakit adalah sebuah adigium yang memang benar benar terjadi, bersama sama kawan buruh Bekasi saling membagi informasi seputar manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan, dan berbagi pengalaman bagaimana semestinya mengadvokasi masyarakat atau pun buruh untuk bisa menikmati fasilitas kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Beruntung kawan buruh Bekasi mempunyai anggota dewan yang berasal dari buruh, seorang anggota komisi IV di DPRD kabupaten Bekasi yang begitu peduli dengan permasalahan perburuhan, anggota dewan itu bernama Nyumarno yang siap memberikan waktu dan tenaganya dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat, sehingga buruh pun semakin paham dengan ketermanfaatan BPJS Kesehatan yang memang layak di dapatkan oleh setiap warga negara Indonesia.
Begitu pun dengan sosok Obon Tabroni SE yang menjadi pembina Jamkeswatch di kabupaten Bekasi, kehadiran beliau begitu berarti bagi kaum buruh untuk dapat menikmati fasilitas BPJS Kesehatan di antero wilayah kabupaten Bekasi, menjadi relawan Jamkeswatch merupakan kesadaran sendiri tanpa paksaan, ini satu hal yang membuat kita pun banyak berinteraksi dengan sesama buruh di Bekasi.

BPJS Kesehatan, Harapan Bagi Bangsa Indonesia

Jaminan kesehatan adalah dambaan setiap keluarga di Indonesia, semoga cakupan kepesertaan dapat menjangkau segala lapisan masyarakat, kelak di kemudian hari pada satu ketika tak ada lagi berita, warga miskin yang di tolak rumah sakit, semua warga negara yang mempunyai kartu tanda penduduk Indonesia ataupun yang belum memiliki KTP namun ia adalah warga Indonesia, berdiam di wilayah Indonesia memiliki akses ke rumah sakit tanpa adanya birokrasi yang berbelit, ini tentu saja harapan yang ingin di wujudkan secepatnya, namun untuk menuju itu di perlukan sebuah proses.

Dengan iuran yang mencapai 40, 72 triliun per tanggal 31 Desember 2014, dan juga cadangan dana taktis sebesar 5,67 triliun, dana tersebut digunakan untuk realisasi biaya manfaat sebesar 42,65 triliun berupa biaya pelayanan kesehatan perorangan dengan biaya meliputi seperti biaya promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pembayaran kapitasi mencapai 8,34 triliun kepada 18.437 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang dibayarkan tepat waktu setiap tanggal 15 tiap bulannya.

Pembayaran klaim rumah sakit sebesar 34,31 triliun untuk 1.681 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut, ini menunjukan bahwa BPJS memang telah bekerja sesuai norma yang berlaku, semoga ke depannya semakin terus bertambah banyak warga Indonesia yang terlayani oleh BPJS Kesehatan, harapan yang bukan impian semata dan tentunya kita pun mendukung keberadaan BPJS Kesehatan yang nantinya menjadi sebuah wadah yang memayungi akses kesehan di tanah air.

Kehadiran BPJS Kesehatan bagaikan pelita untuk menerangi kegelapan, dengan besaran iuran bulanan yang relatif terjangkau, dan bagi yang tidak mampu membayar iuran seperti yang di amanatkan oleh Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 pasal 1 ayat 7 yang berbunyi” Bantuan iuran adalah iuran yang di bayar oleh pemerintah bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagai peserta jaminan sosial.”

Inilah prinsip prinsip gotong royong yang sebenarnya menjadi tulang punggung bangsa Indonesia, yang di beri kemampuan untuk membayar silahkan membayar, kalau pun ada warga negara yang tak mampu membayar, adalah tugas negara untuk bersedia menanggung besaran iuran.

Asuransi Swasta Adalah Mitra Bagi BPJS Kesehatan

Kehadiran BPJS Kesehatan bukanlah ancaman bagi para perusahaan asuransi, meski sama sama bergerak di bidang yang nyaris persisian, BPJS Kesehatan bukanlah rivalitas bagi asuransi asuransi yang telah lama hadir di Indonesia, meski bidang yang di geluti mengalami persisian, ini bukanlah sebuah halangan untuk mengalami yang namanya sebuah ikatan kerja sama yang saling menguntungkan, bila ada yang menganggap bahwa BPJS Kesehatan merupakan rival utama para pelaku di bidang asuransi, tentu saja ini salah besar!

Adalah sebuah fakta menarik yang layak di ke depankan dan menjadi bahan renungan bersama, hingga Juli 2015, BPJS Kesehatan telah melakukan kerja sama dengan 52 perusahaan asuransi swasta melalui skema yang saling menguntungkan, tak ada ketimpangan yang menyebabkan salah satunya mengalami kerugian, dengan skema koordinasi manfaat yang akan memberikan manfaat tambahan non medis kepada masyarakat mampu yang menginginkan manfaat lebih.

Dan adapun nama nama perusahaan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan adalah perusahan asuransi nasional yang relatif dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, ada pun perusahan tersebut memang memiliki kredibilitas tinggi yang sudah menjadi nama terkenal di blantika dunia perasuransian di Indonesia, adapun korporasi tersebut adalah, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Equity Life Indonesia, PT Asuransi iwa Bringin Jiwa Sejahtera, MNC Life Assurance, PT Asuransi Jiwa Inhealth, inilah sebagian perusahaan yang telah sudah Coordination of Benefit(CoB).

Benarkah Entry By Name BPJS Kesehatan Bermasalah?

Seperti yang sudah saya utarkan dalam judul tulisan, perusahaan kami tampaknya telat untuk mendaftarkan nama nama karyawan yang memang pekerja tetap, hingga saat ini pun kami sebagian besar belum mendapatkan kartu peserta BPJS. Meski jelas dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2013 di dalam pasal 6 ayat (3) “Kewajiban melakukan pendaftaran kepesertaan Jaminan Kesehatan selain peserta sebagaimana dimaksud ada ayat(2) bagi:

a.Pemberi kerja pada Badan Usaha Milik Negara, usaha besar, usaha menengah dan usaha kecil paling lambat tanggal 1 Januari 2015.”

Namun pada kenyataannya sampai saat ini kami belum mendapatkan kartu keanggotaan, dan ini menjadi sebuah pertanyaan besar, hingga saat ini pun kami terus menanyakan kenapa belum ada upaya agar perusahaan memberikan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, dan adalah sebuah jawaban yang mencengangkan yang kami terima dari SDM perusahaan, katanya BPJS kerepotan bila memasukan entry by name dari perusahaan kami yang mempunyai pekerja di kisaran 12 ribuan tenaga kerja.

Apakah ini juga kendala? Mungkinkah sistem komputerisasi BPJS Kesehatan tak mampu menampung jumlah ribuan daftar peserta dari perusahaan di mana kami bekerja? Sampai saat ini itulah jawaban dari pihak perusahaan jika kami bertanya mengapa sampai saat ini, di bulan menjelang September, berarti tiga bulan lagi tahun 2015 berakhir, dan sampai saat ini kepesertaan kami belum bisa terwujud, entah mana yang benar, apakah sistem data BPJS Kesehatan benar benar bermasalah, Allahualam.

Namun harapan untuk mendapatkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan tetap menggelora, untuk saat ini BPJS Kesehatan memang di perlukan bagi semua warga Indonesia, dan kami tetap merindukan untuk menjadi bagian dari kepesertaan BPJS Kesehatan, karena kami meyakini bahwa untuk urusan asuransi kesehatan bagi warga Indonesia, BPJS Kesehatan lah yang paling mengerti.

Di sisa bulan yang ada di tahun 2015, kami terus berupaya agar kami memiliki kartu kepesertaan, ini adalah sebuah keharusan, kalau pun harus membayar iuran seperti yang tertuang dalam pasal 16C yaitu:” ayat(2) Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta sebagaimana di maksud pada ayat(1) yang dibayarkan mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5%(lima persen) dari gaji atau upah perbulan dengan ketentuan:
a.4%(empat persen) di bayar oleh pemberi kerja; dan
b.1%(satu persen) dibayar peserta.

Semoga saja nantinya segera kami mendapatkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, mengingat begitu pentingnya sebuah kepesertaan bagi kaum pekera, karena sakit ataupun musibah lainnya tidak tahu kapan akan. Semoga dalam waktu dekat keinginan sebagian besar pekerja di perusahaan kami akan segera memiliki kartu peserta BPJS Kesehatan, amiiin!

Sumber : http://www.kompasiana.com/topikirawan/saat-perusahaan-telat-daftarin-bpjs-kesehatan-sedihnya-tuh-di-sini_55e2f478ef92737708fa9784

Ada Skenario Jadikan Batam Wilayah Bebas Serikat Pekerja, Surga Pengusaha Hitam

Jakarta, KSPI- Para buruh memiliki penilaian sendiri terhadap kabar hengkangnya sejumlah perusahaan asing di Batam, Kepulauan Riau. Menurut buruh, cerita demo dan hengkangnya perusahaan dari Batam sudah menjadi cerita lama untuk menakut-nakuti buruh agar tidak berserikat dan menuntut hak mereka yang di jamin undang-undang. Selama ini Batam seperti menjadi surga Pengusaha Hitam dengan memakai tenaga kerja outsourcing dan upah yang murah.

Ilustrasi larangan mogok kerja  (Aspek Indonesia)
Ilustrasi larangan mogok kerja (Aspek Indonesia)

“Itu isu lama yang dihembuskan lagi oleh Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Batam, yang kemudian disampaikan ke Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Ada indikasi ini skenario pemerintah. Batam ingin dijadikan kawasan bebas mogok kerja seperti di sebuah kawasan industri di Malaysia yang menjamin wilayah tersebut bebas dari demonstrasi,” jelas Roni Jumat (10/7/2015).

Menurut Roni, Indonesia tidak bisa membuat kawasan industri bebas demo seperti di Malaysia. Alasannya, Indonesia sudah meratifikasi kebijakan International Labor Organization (ILO), sementara Malaysia tidak.

Dia bercerita ada pekerja di sebuah perusahaan yang membentuk serikat pekerja. Tak lama setelah itu, pengurus serikat pekerja di perusahaan asing tersebut terkena PHK.

“Teman-teman lainnya tidak terima dan lawan dengan pemogokan. Ada skenario besar di balik rencana Batam akan dijadikan wilayah bebas pemogokan,” jelas Roni.

Soal hengkangnya perusahaan asing, Roni mengatakan, yang hengkang banyak dan yang masuk juga banyak. Pihak buruh berusaha melakukan klarifikasi, bahwa demo buruh di Batam itu cerita lama yang kembali diangkat.

“Enam bulan lagi akan masuk pasar bebas ASEAN, tapi jangan lantas samakan dengan Malaysia. Kami sudah jelas punya hak berserikat, mengeluarkan pendapat dan hak mogok yang sudah diatur dalam Undang-Undang,” jelas Roni ( http://finance.detik.com )

Sumber : http://www.kspi.or.id/ada-skenario-jadikan-batam-wilayah-bebas-serikat-pekerja-surga-pengusaha-hitam.html

Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Belum Jamin Bebas Finansial di Usia Pensiun

dana jht bpjs

“Kan sudah punya dana JHT BPJS Ketenagakerjaan, ngapain mikirin lagi soal dana pensiun. Lagi pula, juga sudah ada program dana pensiun dari kantor. Itu sudah cukup kok.”

 Dulu bilang begitu. Tapi beda setelah kenalan sama pasangan ini saat penerbangan ke Singapura. Pasangan ini sepertinya di kisaran 50 tahunan. Selama satu jam terbang dari Jakarta ke Singapura, keduanya cerita banyak rencana menghabiskan waktu pensiunnya.

 ”Sudah lama banget kepengen jalan-jalan keluar negeri. Macam honeymoon jilid dua lah…hehehe. Enggak usah jauh-jauh. Cukup keliling ASEAN saja. Pertama ke Singapura dulu, terus geser ke Malaysia, terus ke Thailand, sampai ke Brunei,” tuturnya santai.

 “Pasti duit pesangon dari kantor gede ya bisa buat travelling keluar negeri?”

 Mereka malah balas tertawa renyah mendengarnya. ”Bukan pesangon yang gede tapi kami udah persiapkan rencana ini jauh-jauh hari saat masih kerja dan berniat pensiun dini dan ngambil program dana pensiun secara mandiri. Masak hidup dijejali sama kerjaan terus.”

Keren bin interesting bingits yak! Masa pensiun dihabiskan buat travelling? Duh, cerita mereka bikin super-iri. Menyenangkan sekali bisa jalan-jalan berdua sama suami atau istri tersayang di saat anak-anak sudah dewasa dan punya kehidupan masing-masing.

Padahal dulu yang kebayang pas pensiun cuma bisa bangun siang, enggak perlu panik kejebak macet, lupakan deadline kerjaan, enggak ada lagi ketemu bos killer atau temen kerja yang rese. Pensiun adalah hari menghabiskan waktu bareng keluarga tersayang plus bersenang-senang.

Kan dana pensiunnya sudah ada dari JHT BPJS Ketenagakerjaan plus program dana pensiun dari kantor. Toh, keduanya itu sumber duitnya dari gaji yang dipotong tiap bulan.

Mendapatkan dana pensiun sekarang ini memang bukan lagi monopoli pegawai negeri sipil (PNS) lagi. Sesuai UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja swasta juga berhak dapat dana pensiun. Biasanya difasilitasi perusahaan tempat bekerja dengan mengikutsertakan karyawan ke program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Mekanismenya dengan memotong sebagian gaji karyawan dan biasanya ditambah kontribusi dari perusahaan untuk ikurannya. Coba cek deh di slip gaji. Bila di situ ada potongan tambahan untuk dana pensiun di luar BPJS Ketenagakerjaan, berarti sudah disertakan dalam program DPLK.

DPLK adalah dana pensiun yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Sebut saja Bank BNI dengan Simponi, Bank BRI, Bank Mandiri. Sedangkan dari asuransi antara lain AXA, Jiwasraya, AIG Lippo, dan AIA Indonesia.

dana pensiun lembaga keuangan (DPLK)

Nah yang jadi pertanyaan, apakah dana program pensiun baik dari kantor atau JHT BPJS Ketenagakerjaan sudah optimal? Apakah target dana pensiun dari keduanya sudah sesuai yang diinginkan? [Baca: JHT BPJS Ketenagakerjaan Itu Investasi Bukan Tabungan]

Kalau jawabannya belum sesuai harapan, maka perlu dipikirkan mencari program pensiun tambahan biar targetnya terpenuhi!

Paling gampang dilihat dari imbal hasil dari dua program dana pensiun itu. Silakan cek perkembangan dananya ke BPJS Ketenagakerjaan. Kalau hasil JHT BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK dari kantor tak seusai harapan, mau enggak mau mesti cari opsi berinisiatif mencari cara agar target akan kebutuhan dana pensiun kelak tercapai.

Jalan keluarnya adalah proaktif untuk mencari cara agar dana yang dimiliki saat usia pensiun minimal bisa sama saat masa produktif. Apalagi kalau diberkahi umur panjang, otomatis pula kebutuhan akan dana pensiun makin besar.

Menuntut perusahaan agar menambah lagi porsi dana pensiunnya? Wah itu panjang urusannya. Lagi pula belum tentu perusahaan mau mengingat permintaan itu menambah lagi pengeluaran perusahaan.

Yang paling logis adalah menyiapkan rencana pensiun secara mandiri!

Memulai rencana pensiun mandiri

Langkah awal adalah menghitung kebutuhan berapa dana yang diharapkan saat pensiun kelak. Hitungan dimulai dari usia berapa hendak pensiun plus usia harapan hidup.

merencanakan keuangan pensiun

Coba buka-buka lagi buku putih kantor. Biasanya di situ disebut berapa usia pensiun yang diberlakukan bagian sumber daya manusia. Kebanyakan sih di usia 55 tahun.

Berikutnya menentukan standar dan gaya hidup yang diinginkan saat memasuki masa pensiun. Makin tinggi standar gaya hidup yang diinginkan maka makin tinggi pula dana yang mesti disiapkan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah perhatikan kondisi kesehatan di usia tua. Ikut perhitungkan berapa banyak kebutuhan dana untuk pengeluaran biaya kesehatan. Maklumlah, makin renta umur makin riskan terkena gangguan kesehatan.

Bila sudah ketemu dan merasa JHT BPJS Ketenegakerjaan dan program pensiun kantor belum optimal meng-cover kebutuhan di hari tua, barulah survei mencari produk-produk dana pensiun di luar sana.

Produk-produk itu bisa menjadi instrumen ‘ternak duit’ dan baru bisa dipanen di hari tua. Produk itu bisa berasal dari bank maupun asuransi.

Tentu membutuhkan waktu yang tak sebentar dalam memilah-milah produk itu. Iya dong, kan ini soal komitmen menabung jangka panjang, harus dipikirkan dengan seksama mulai dari tempat penyimpanannya.

Terlebih menentukan produk yang tepat tak bisa asal-asalan karena mesti menyesuaikan dengan profil risiko diri sendiri.  Misalnya saja usia masih terbilang muda dan target pensiun masih 30 tahun lagi, maka bisa cari produk dana pensiun yang agresif.

Katakanlah di sini pengembangan dana pensiun itu dari saham, reksa dana saham, atau reksa dana campuran. Bisa pula ambil lebih dari satu produk agar mudah membandingkan ‘kinerja’ dua produk tersebut sekaligus meminimalisir risiko. Tentu kalau ‘duit’ untuk setorannya ada. [Baca: Pengertian Saham buat Para Pemula]

orang tua umur 60 tahun, jalan-jalan dan bahagia

Di samping itu, membuka produk DPLK secara mandiri ada keuntungannya juga. Utamanya adalah memaksa diri sendiri untuk komitmen berdisiplin sisihkan dana tiap bulan untuk dana pensiun. Lagi pula pencairan DPLK tak semudah tabungan sehingga terhindar godaan mengambil saldonya sebelum memenuhi target.

Rata-rata dana di DPLK baru bisa ditarik dalam kuruan waktu tertentu misalnya 5 tahun. Itu pun juga dibatasi jumlahnya plus ada biaya penarikan yang besarannya di rentang 1-2 persen dari jumlah dana yang ditarik.

Besaran setoran tiap bulannya bisa disesuaikan kok. Minimal rata-rata Rp 100 ribu per bulan. Bahkan ada beberapa DPLK yang cukup menyetorkan Rp 50 ribu per bulan. Duit segitu tentu berasa ringan bukan? Sebanding makan paket burger di McDonald.

Jangan malas evaluasi pengembangan dana

Rajin-rajinlah mengecek pengembangan di produk DPLK. Pastikan hitungan di situ seusai dengan asumsi awal. Kalau meleset, bisa ada waktu buat mengubah rumus racikan investasi biar sesuai ekspektasi semula. Misalnya racikan awal 70% obligasi-deposito dan 30% reksa dana saham bisa diubah menjadi sebaliknya.

Melihat perkembangan dana di DPLK juga membantu dalam persiapan kapan waktu yang tepat untuk pensiun. Maksudnya besaran dana DPLK dapat pula memutuskan untuk pensiun dini atau mengambil tawaran program pensiun dini dari kantor. Biasanya tawaran pensiun dini dari kantor itu duit pesangonnya lebih menggiurkan.

Memantau dana DPLK tak sulit kok dan bisa dipantau secara mandiri. Lha, sekarang kan zamannya online. Buka rekening, bayar iuran, tarik dana, sampai informasi saldo bisa dicek cukup dengan online. Enggak perlu mampir lagi ke kantor cabang di mana buka DPLK.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah cari yang ada proteksi untuk DPLK, yaitu asuransi yang melindungi setoran tiap bulan. Tanya lebih detail ke penyedia produk DPLK bagaimana asuransi ini bekerja.

Lebih singkatnya, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat ambil produk DPLK.

1.Kemampuan finansial 

diagram pembagian jatah gaji bulanan berapa persen untuk asuransi, berapa persen untuk pensiun, dsb.

Setoran dana pensiun memang tak besar bisa dimulai Rp 50 ribuan. Meski begitu bukan berarti meremehkan hal ini. Menentukan besaran setoran sangat tergantung dari target dana yang hendak dicapai. Maka itu, mengukur kemampuan finansial menjadi poin utama dalam memilih produk. [Baca: Strategi Maksimalkan Keuangan di Masa Depan]

2.Biaya

Cermati juga biaya-biaya yang ada di DPLK. Bandingkan dengan seksama biaya yang dibebankan dengan manfaat dan jasa yang diperoleh dari dana pensiun. Jangan buru-buru memvonis DPLK yang mengutip biaya tinggi itu kurang bagus dari yang membebankan biaya rendah. Siapa tahu DPLK dengan biaya tinggi sebanding dengan manfaatnya.

3. Waktu

Ini juga penting. Makin dini mempersiapkan dana pensiun maka semakin ringan pula duit yang dikeluarkan tiap bulan. Kan kalau durasi menabungnya lama maka secara otomatis akumulasi dana yang dikumpulkan makin besar.

Ikut program DPLK lagi bisa jadi pilihan bila merasa hasil JHT BPJS Ketenagakerjaan dan dana pensiun dari kantor dianggap kurang memadai jadi bekal di sisa umur. Toh ikut DPLK sebenarnya juga bagian dari investasi.

Sederhananya begini, biarkan dana pensiun itu yang bekerja menghidupi kita di usia pensiun dan tak usah berpikir menjadi tanggung anak-anak lagi. Syukur-syukur duitnya cukup buat traveling, umroh, atau naik haji. [Baca: Perhatikan Item Sebelum Buka Tabungan Naik Haji]

Bebas pokoknya!

Image credit:

  • http://img.bisnis.com/posts/2015/03/09/409932/dplk.jpg
  • http://www.perencanaankeuangan.org/wp-content/uploads/2014/12/Dana-Pensiun.jpg
  • https://kawahdieng.files.wordpress.com/2014/04/kakek-nenek1.jpg
  • http://www.gajimu.com/images/Graph-3.jpg/image_large

Sumber : https://blog.duitpintar.com/dana-jht-bpjs-ketenagakerjaan-belum-jamin-bebas-finansial-di-usia-pensiun

Translate »
Web Design BangladeshBangladesh online Market