SP ANTARA KECAM KERAS PERNYATAAN BONI HARGEN

 

Jakarta, 29/4  – Ketua Serikat Pekerja ANTARA Abdul Gofur mengecam keras pernyataan Boni Hargen yang menyudutkan anak autis.

“Harusnya seorang Dewas Perusahaan BUMN Boni Hargens tidak mengeluarkan pernyataan yang diskriminatif dan menyudutkan kaum tertentu, AUTISM IS NOT A JOKE..!!!!,” ujar Abdul Gofur

Ia menegaskan pernyataan kotor yang  dikeluarkan oleh Boni Hargen dapat berdampak buruk untuk Perum LKBN Antara Perusahaan tempat dia ditunjuk menjadi dewan pengawas oleh rezim penguasa saat ini.

“Dia tidak bisa bilang bahwa itu statement pribadi, namun rakyat yang membaca tidak mau tahu, jabatan dia sebagai Dewas di Perusahaan tempat dia ditunjuk itu melekat, bahkan ada karyawan perusahaan sendiripun sangat tersinggung tingkat tinggi karena beliau memiliki putra yang merasa dihina,” tegas dia.

Ia mengungkapkan Boni Hargen sudah sangat keterlaluan dalam mengeluarkan perkataan yang selalu memancing amarah orang.

“Dia boleh saja menjadi Tim Sukses seseorang atau golongan, tapi dia juga harus ingat bahwa  hari ini dia bekerja disebuah perusahaan Negara, kami tidak peduli namanya buruk dimata orang, namun kami peduli terhadap Perusahaan dimana tempat kami mencari rezeki untuk menafkahi keluarga,” kata dia.

Jangan sampai Perusahaan ini mendapat citra buruk dimata Rakyat, hanya karena ulah seorang dewas yang selalu mengeluarkan kata-kata buruk dan tidak bertanggung jawab.

“Saya tidak memiliki keluarga Autis, tapi saya peduli sesama saudara-saudara saya yang memiliki keluarga yang autis, kami merasa dilecehkan, tidak ada orang tua yang mengharapkan mendapatkan anak yang autis, namun bagi kami itu titipan Tuhan yg harus kami jalankan, banyak yang tidak tahu seberapa besar perjuangan Keluarga, dokter, dan tenaga pengajar anak autis untuk bisa menyembuhkan, yang mungkin dilihat sepele oleh orang lainnya,” kata dia.

Ia meminta Boni Hargen untuk minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena ucapannya adalah sebuh pelecehan.

“Atas nama keluarga autis, dan Ketua SPAntara, saya sangat kecewa dan marah atas ucapan yg Boni Hargen lontarkan di sosial media tentang autis…buat kami itu sebuah pelecehan, kami minta kepada Presiden Jokowi untuk engganti Boni Hargen dari Dewas Perum LKBN Antara, karena perusahaan yg memiliki Visi menjadi Kantor Berita Berkelas Dunia rasanya tak pantas memiliki dewas seperti itu,” pungkas dia.

Abdul Gofur

Ka.SPAntara

085280816699

MAY DAY 2017, JUTAAN PEKERJA TURUN KE JALAN, TUNTUT KEADILAN & KESEJAHTERAAN

Jakarta, 25/04/13 – Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia, mengajak seluruh pekerja di Indonesia untuk bersama-sama kritis dalam melihat permasalahan ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang saat ini semakin parah. Apapun sebutan anda, pekerja, buruh, karyawan, pegawai, selama anda masih menerima upah atau gaji, maka sesungguhnya anda adalah buruh. Sebagai sesama golongan buruh, kita harus bergandengan tangan memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan! Mari bersama-sama turun ke jalan dan kepung istana negara, pada tanggal 1 Mei 2017 tegas Mirah Sumirat.

Mengapa harus turun ke jalan dan kepung istana? Mirah menjelaskan bahwa jalanan adalah simbol dan wadah mempersatukan seluruh elemen pekerja dari berbagai jenis pekerjaan. Sedangkan Istana Negara adalah simbol Pemerintah, dimana Pemerintah seharusnya mampu menjamin terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh pekerja.

May Day adalah momentum bersejarah pekerja dalam perjuangan menuntut keadilan dan kesejahteraan. Perlu keberpihakan Pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Istana Negara akan menjadi titik sentral jutaan pekerja pada aksi May Day, 1 Mei 2017 yang akan datang. Jutaan pekerja di seluruh Indonesia juga akan serentak melakukan aksi turun ke jalan dan menjadikan kantor Gubernur sebagai pusat aksi. Selama 3 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, ketimpangan ekonomi semakin tinggi. Berbagai regulasi yang dikeluarkan lebih untuk kepentingan kelompok pengusaha (kapitalis). Bahkan tidak segan-segan regulasi Pemerintah menabrak Undang Undang yang lebih tinggi.

Mirah Sumirat menyampaikan beberapa, yaitu:

1. PP 78/2015 tentang Pengupahan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003, terutama pasal 4, 88, 89, dan 98 tentang pengupahan. Khususnya tentang formula upah minimum, survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan hak berunding buruh. PP 78/2015 menetapkan penyesuaian upah hanya berdasarkan inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi dan menghilangkan survei KHL. Padahal, pasal 88 UU 13/2003 menyebutkan, “Upah minimum ditetapkan oleh Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Bupati/Walikota.”

2. Kemudahan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia di saat masih tingginya pengangguran di Indonesia. Melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No.16/2015 sebagai revisi Permenaker 12/2013, Pemerintah menghilangkan kewajiban kemampuan berbahasa Indonesia bagi TKA yang akan bekerja di Indonesia. Ini yang menyebabkan membanjirnya TKA khususnya dari China. Proses alih teknologi dan alih keahlian juga tidak berjalan dengan baik.

3. Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau less cash society yang dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014, yang berdampak pada meningkatkan jumlah pengangguran di Indonesia. Pekerja di sektor tertentu yang mulai terkena dampak dari kebijakan Pemerintah ini antara lain;

a. Pekerja jalan tol, dengan adanya rencana Pemerintah menerapkan sistem non tunai (Gardu Tol Otomatis/GTO) di gardu tol di seluruh Indonesia, yang berpotensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

b. Pekerja perbankan, yang semakin rentan di-PHK karena adanya kebijakan mobile banking dan less cash society.

Mirah Sumirat menyerukan kepada seluruh pekerja di Indonesia untuk sadar, bersatu dan bergerak bersama dalam satu barisan, untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia. Kami tidak anti dialog sosial dengan pihak manapun, termasuk dengan pengusaha maupun Pemerintah, tegas Mirah Sumirat yang juga sebagai Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Namun ternyata dalam banyak hal, justru Pemerintah dan pengusaha yang anti dengan dialog sosial. Beberapa regulasi Pemerintah dikeluarkan tanpa dialog sosial dengan unsur serikat pekerja, bahkan sengaja menabrak UU yang lebih tinggi seperti PP 78/2015 di atas. Pengusaha juga masih sangat banyak yang anti dengan dialog sosial. Indikatornya antara lain, masih banyak pengusaha yang anti dengan keberadaan serikat pekerja, padahal hak berserikat adalah hak dasar bagi pekerja yang dijamin oleh Undang Undang. Pada umumnya pengusaha takut dengan keberadaan serikat pekerja di perusahaan karena kuatir segala peraturan perusahaan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan menjadi terbongkar, seperti membayar upah di bawah upah minimum, upah lembur yang tidak sesuai dengan UU, praktik outsourcing yang tidak sesuai UU, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak sesuai UU, dan lain sebagainya. Yang terjadi kemudian pengusaha melakukan pemberangusan terhadap serikat pekerja (union busting).

Keadilan harus diperjuangkan bersama, apalagi menghadapi Pemerintah yang tidak berpihak pada pekerja, maka gerakan serikat pekerja harus menjadi gerakan Nasional. Buat para pekerja yang belum berserikat, segeralah mendirikan serikat pekerja di perusahaan anda, karena serikat pekerja adalah wadah perjuangan kolektif pekerja yang dilindungi UU, pungkas Mirah Sumirat.(tim.media.aspekindonesia)

Bekasi Pun Bersiap Songsong Peringatan May Day 2017

Ketua DPW ASPEK provinsi Jawa Barat, Suherman. hadir dalam konsolidasi jelang May Day di Bekasi(dokumentasi: Herman)

        

 

Gedung PGRI yang terletak di jalan Kalimaya I Blok B Metland, Kecamatan Tambun Selatan-Kabupaten Bekasi seakan menjadi saksi bisu gelora buruh Bekasi yang bersiap untuk perayaan May Day 2017. Konsolidasi FSPMI/ KSPI dengan hadirnya buruh lintas federasi dengan satu tema besar yakni #MayDay_Melawan.

Sebuah kutipan pidato Said Iqbal yang menggugah ketika konsolidasi adalah “Perjuangan itu bukan soal kalah, perjuangan soal mencapai cita cita. Bolehlah saat perjuangan kita membentur tembok tapi percayalah suatu saat  nanti, kita akan mencapai cita cita.”

Sebagai salah satu federasi yang tergabung dalam KSPI, ASPEK Indonesia pun turut hadir acara konsolidasi jelang May Day pada tanggal 20 April 2017. Tampak juga ketua DPW ASPEK Provinsi Jawa Barat Bro Suherman, pengurus DPC ASPEK Kabupaten Bekasi dan para anggota, Seluruh perangkat DPW ASPEK propinsi Jawa Barat akan mematuhi instruksi KSPI dan DPP ASPEK Indonesia berkenaan perayaan May Day tahun 2017.

 

Rapat konsolidasi untuk persiapan May Day di gedung PGRI Metland(dokumentasi:Sofyan Deni) 

 

 

Untuk 1 Mei nanti di pastikan ratusan ribu buruh akan memenuhi jalanan dengan tema Hapuskan Outsourcing dan pemagangan, sistem kerja outsourcing yang di kenal selama ini  sangat berdampak buruk bagi buruh karena tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh, hasil ekploitasi kerja begitu menonjol dan sepatutnya sistem ini harus segera di hapuskan.

Bekasi telah bersiap, kota kota lain pun nampaknya telah melakukan hal yang sama. Maka tampaknya tahun ini perayaan May Day buruh pun akan tetap ke jalan untuk serukan sebuah perlawanan.(Tim Media ASPEK/TI)

Brigade Aksi Aspek Bersiap Jelang peringatan May Day 2017

Rakor Brigas menjelang peringatan May Day 2017(dokumentasi: Alfasah)

 

 

Bulan Mei akan menjelang, istimewanya bulan ke lima dalam penanggalan tahun masehi adalah peringatan May Day atau sering di sebut sebagai hari buruh internasional. Untuk tahun ini May Day akan di peringati secara serentak di berbagai kota kota dengan basis buruh yang signifikan. Untuk kota Jakarta May Day kali ini akan di pusatkan di istana negara. Untuk menjaga situasi May Day. ASPEK Indonesia pun akan bergabung dengan jutaan buruh yang tergabung dalam KSPI.

Salah satu sayap organisasi yang sering di sibukan dalam peringatan May Day adalah Brigade Aksi yang sering di sebut Brigas, untuk mensukseskan May Day Brigas pun mengadakan rapat koordinasi seraya menunggu hasil arahan dari KSPI mengenai teknis pelaksanaan May Day. Bertempat di sekretariat SPHS pada tanggal 21 April 2017, Brigas bersiap menyambut May Day.

 

 

Pangkornas Brigas, Bro Kasno memimpin rapat kordinasi(dokumentasi: Alfasah)

 

Selain itu di bahas pula tentang rencana Latihan Dasar Brigas Ke VI dengan jumlah peserta adalah 50 orang, ada beberapa materi yang menitik beratkan latsar dan up granding bagi anggota Brigas.

Beberapa tugas yang biasa di emban anggota Brigas saat May Day beberapa tahun lalu adalah pengawalan tamu VVIP ASPEK Indonesia, setahun yang lalu misalnya Brigas sukses untuk pengawalan Mrs Ann Sellin. Dan tahun ini Brigas di harapkan mampu melaksanakan tugas pengawalan May Day 2017.

Dalam rapat koordiansi Brigade Aksi, hadir wakil presiden ASPEK Indonesia Bro Jakwan, Pangkornas Brigade Aksi Bro Kasno, Wakornas Bro Saefudin, Seknas Sis Susi, Kalitbang Bro Nahrul, Ka Organisasi Bro Aji dan juga anggota Brigas. Kita berbangga hati mempunyai sebuah sayap organisasi bernama Brigade Aksi yang sigap ketika dalam pelaksanaan tugas pengawalan aksi maupun mendampingi tokoh tokoh ASPEK Indonesia untuk memastikan keselamatannya, Hidup Brigade Akasi!(Tim Media ASPEK/TI)

Mempunyai PKB Ideal Adalah Keniscayaan Bagi Serikat Pekerja

Suasana diskusi untuk format PKB ideal bagi serikat pekerja(dokumentasi:Putu Raka)

 

Salah satu impian bagi para pengurus serikat pekerja adalah mampu mengagendakan dan merealisasikan sebuah perjanjian kerja bersama yang tertuang secara jelas dan gamblang serta memayungi, mengakomodasi kepentingan anggota untuk tujuan mensejahterakan dengan mengedepankan hubungan industrial harmonis.

Perjuangan untuk goal setting adanya Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja dan pihak management merupakan dambaan semua serikat pekerja, mampukah PKB terwujud dengan segera? Atau malah alih alih PKB seakan menjadi keinginan di awang awang. Mengingat pentingnya PKB untuk pergerakan serikat pekerja. Sektor Ritel & Commerece yang merupakan bagian tak terpisahkan dari federasi ASPEK Indonesia, menyelenggarakan Advance Training ON CBA for ASPEK Commerece yang di selenggarakan di Lotte Shopping Avenue Indonesia, Jalan Professor Doktor Satrio Kavling Nomor 3-5, Karet-Kuningan, Jakarta Selatan, tanggal 15 April 2017.

 

 

Peserta Advance Training ON CBA menyimak penuturan nara sumber tentang draf PKB(Dokumentasi Putu Raka)

 

 

Ruang training Lotte Shopping di penuhi para perwakilan afliasi yang antusias mendengarkan nara sumber yang mengetengahkan tema PKB ideal bagi serikat pekerja. Adapun nara sumber adalah DR Kun Wardhana yang merupakan dewan pakar ASPEK Indonesia, Bro Mulyono yang merupakan Sekretaris Jenderal SP United Tracktor, Putu Raka Pendit, Ketua Litbang ASPEK Indonesia, acara di moderatori oleh Bro Encep Supriyadi yang juga ketua sektor Ritel & Commerce ASPEK Indonesia.

Harapan dari penyelenggaraan workshop ini adalah terjadinya kaderisasi yang memahami seluk beluk pembuatan PKB, mengetahui hak dan kewajiban, adanya komunikasi dan negoisasi, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta mengeratkan jaringan silahturahmi dengan sesama anggota afliasi di sektor commerece dan ritel.

 

Diskusi kelompok tentang role play PKB(Dokumentasi Putu Pendit)

 

Semoga dengan workshop PKB ini semakin banyak anggota afliasi memahami betapa pentingnya mempunyai sebuah perjanjian kerja sama yang mengakomodir kepentingan anggota dan tak lupa memberi kontribusi positif bagi pihak perusahaan. Tuan rumah acara yang di wakili ketua SP Lotte Avenue, Bro Dadun menyatakan bahwa workshop ini sangat penting bagi siapa pun yang mengikutinya, Dadun menjelaskan bahwa setiap peserta harus aktif untuk bertanya bagaimana merumuskan draf PKB agar pada praktek yang sebenarnya tak di liputi rasa canggung meski harus beradu argumen dengan pihak management.

Semoga workshop PKB memberikan kontribusi positif bagi peserta dan membuat PKB idaman adalah sebuah keniscayaan bagi afliasi ASPEK Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Bangga Merayakan May Day 2017 Dengan Kaus Produksi K-PIN

 

        Siap siap May Day dengan kaus keren produksi K-Pin(dokumentasi Alfasah)

 

May Day sebentar lagi di rayakan oleh kaum buruh, event akbar tahunan bagi para buruh selalu menghadirkan perayaan spesial. Pada tanggal 1 Mei 1886 terjadi demonstrasi besar besaran yang di lakukan buruh agar jam kerja di kurangi menjadi 8 jam perhari. Peristiwa Haymarket di tanggal 1 Mei 1886 membuktikan bahwa buruh bersatu akan memberikan arah perubahan secara signifikan meski tak bisa di pungkiri beberapa buruh pun akhirnya menjadi martir dalam peristiwa Haymarket.

Peristiwa 131 tahun lalu akhirnya di jadikan moment sebagai Hari Buruh Internasional dan di Indonesia May Day menjadi hari libur nasional sejak tahun 2014 ketika Indonesia di pimpin oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Bagai mana untuk tahun ini?

 

Bahan Combet S30, nyok di order kaus May Day ASPEK Indonesia(dokumentasi Teguh)

 

ASPEK Indonesia sebagai salah satu federasi pekerja di Indonesia akan merayakan May Day dengan jutaan buruh lainnya, teristimewa untuk tahun ini adalah persiapan May Day dengan memproduksi kaus May Day yang di produksi K-PIN. Yups untuk anggota afliasi bisa memesan kaus melalui pengurus K-Pin. Untuk tahun ini warna kaus di dominasi warna hijau, desain kaus May Day ASPEK Indonesia berasal dari pemenang sayembara yang di lakukan K-PIN , nama pemenang adalah Bro Agung dari afliasi AGD.

Kita ramein May Day 2017 dengan memakai kaus produksi K-PIN, tentu bangga dong menggunakan kaus produksi sendiri dengan kualitas oke. Bahan kaus terbuat dari Combet S 30 dengan warna hijau pupus, harga Rp 50.000 sudah termasuk donasi seribu rupiah untuk sekretariat ASPEK Indonesia.

Jika menginginkan pemesanan maka hubungi saja nomor nomor berikut ini: Yanto Kisan(081314723590), Bro Teguh Pribadi(089686549714) dan bro Alfasah Sejagad di 085100151978. Yuk kita gemakan May Day 2017 dengan suara lantang” Bersatu Berjuang Sejahtera!” (Tim Media ASPEK/TI)

Catatan Menjelang Perayaan May Day

 

Brigade Aksi ASPEK Indonesia mengawal aksi pra May Day(Dokumentasi Alfasah)

 

Bulan Mei akan selalu menjadi bulan istimewa bagi para buruh di seluruh dunia, pada tanggal 1 Mei di peringati sebagai hari buruh internasional. Bagaimana perayaan May Day di negeri tercinta? May Day menjadi libur nasional sejak tahun 2014 saat Soesilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Tahun ini pun May Day akan di peringati bersama sama oleh kaum buruh.

Moment pemanasan menjelang May Day adalah aksi pra May Day yang telah di lakukan pada tanggal 12 April 2017, adapun aksi serentak di laksanakan di bebrapa kota di berbagai provinsi di Indonesia seperti Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya. Aksi Pra May Day mengusung 4 tuntutan  yang merupakan perjuangan kaum buruh.

Massa aksi buruh di depan kantor MK(dokumentasi: Mulyono UT)

Tuntutan pertama adalah agar pemerintah segera mencabut PP 78/2015 yang terbukti pro upah murah, Presiden KSPI Said Iqbal mengkritik kenaikan upah minimum setara dengan harga satu potong kebab, sangat sedikit sekali, padahal lonjakan harga terus mendaki dan menyebabkan  daya beli buruh dan masyarakat menengah ke bawah menurun.

Tuntutan kedua adalah menolak revisi Undang Undang 12/2013 dan sistem pemagangan. Ada upaya yang sistematis untuk melempangkan jalan “ pasar kerja flexibel”, mudah merekrut dengan bayaran murah dan di kondisikan juga nantinya ada pemecatan secara murah atupun dengan jalan mem PHK dengan pesangon yang tak layak.

Tuntutan ketiga, aksi pra May Day akan bersolidaritas bagi buruh di PT Smelting, Gresik yang di PHK secara sepihak oleh management. Aksi Pra May Day pun akan mendatangi kantor KPK, buruh KSPI mendesak agar dalang kasus korupsi E-KTP segera di adili, korupsi merupakan permasalahan yang membelenggu bangsa ini. Korupsi adalah musuh bangsa, karena korupsi uang negara mengalir ke kantong segelintir orang.

Keadilan sosial dan sejahteranya rakyat Indonesia akan semakin sulit di wujudkan gegara korupsi, buruh akan mengambil peran melawan korupsi!

 

Buruh mendukung perjuangan perempuan Kendeng(Dokumentasi Eri Wibowo)

Pra May Day merupakan momentum awal untuk pelaksanaan May Day pada tanggal 1 Mei, ASPEK Indonesia yang merupakan bagian integral dari KSPI, turut serta dalam aksi yang di selenggarkan pada hari Rabu lalu, merebut kesejahteraan merupakan cita cita bersama, mari kita terus jaga agar May Day merupakan titik balik kesejahteraan buruh Indonesia.(Tim Media ASPEK/TI)

Tasyakuran Milad Ke 15 Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta

Presiden ASPEK Indonesia menghadiri milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi Tim Media ASPEK/TI)

 

Halaman  kantor sekretariat Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta yang terletak di Plaza Tol Jati Asih jalan Wibawa Mukti/ Komsen Bekasi tampak semarak dengan tenda dan juga panggung, bahkan jalan menuju kantor semarak dengan kibaran bendera ASPEK Indonesia yang di dampingi bendera SK JLJ, beberapa karangan bunga tampak berjejer rapi di dekat pintu penerima tamu.

Tanggal 11 April 2017 merupakan acara puncak peringatan HUT SK JLJ yang ke 15, bulan April ini memang bulan istimewa bagi para pekerja JLJ yang tergabung dalam Serikat Karyawan Jalan Tol LingkarLuar Jakarta, bulan di mana di dirikannya SK JLJ. Acara berlangsung meriah dengan beragam acara yang di selenggarakan. Salah satu yang membetot perhatian para anggota SK JLJ adalah di tampilkannya kesenian aseli tatar Sunda yang sudah termasyhur dari dahulu yakni tarian Jaipongan.

Kemeriahan acara milad ke 15 SK JLJ(dokumentasi tim Media ASPEK/TI)

 

Acara milad ke 15 SK JLJ semakin seru dan ger geran dengan tampilanya komika yang juga anggota dari SK JLJ, dengan penuh percaya diri memainkan sesi stand up komedi, bagi seorang pemula lumayanlah, banyak dari peserta tasyakuran milad terbahak mendengar banyolan banyolan komika ini. Tim Media ASPEK Indonesia yang hadir dalam tasyakuran milad ke 15 SK JLJ sempat menemui beberapa anggota SK JLJ, salah satunya adalah Mulyani yang bekerja di bagian operasional mengaku bangga menjadi bagian dari SK JLJ, apalagi perjuangan Mirah Sumirat yang mampu berbuat banyak untuk kemajuan SK JLJ.

Hal senada di ungkapkan oleh Jumadi yang telah bekerja sejak 1996, sejak hadirnya SK JLJ ada kemajuan signifikan yang di rasakan anggota, Jumadi berharap SK JLJ tak surut berjuang agar cita cita sejahtera menjadi sebuah keniscayaan. Acara puncak tasyakuran milad SK JLJ di tutup dengan pembagian door prize.

 

Penyerahan door prize bagi pemenang yang beruntung oleh management JLJ(dokumentasi: tim Media ASPEK/TI)

 

Beberapa anggota SK JLJ tampak sumringah ketika namanya di sebut sebagai pemenang, maka tak tertolaklah hadiah hadiah seperti power bank, payung, magic com, kaus dan berbagai hadiah menarik lainnya, ada juga hadiah utama berupa lemari es satu pintu, uniknya hadiah bisa di raih bila tepat menjawab pertanyaan dari presiden ASPEK Indonesia yang juga ketua umum SK JLJ Mirah Sumirat SE.

Selamat merayakan ulang tahun ke 15 untuk SK JLJ, semoga dengan bertambahnya usia akan memberikan warna bagi perkembangan buruh di Indonesia, hidup buruh, hidup ASPEK Indonesia, berjuang bersatu sejahtera.(Tim Media ASPEK/TI)

Tantangan Dan Peluang Sektor Grafika di Era Teknologi Digital Printing

Regional Evaluation/Planning Seminar, tantangan digital printing yang harus di sikapi dengan bijak(dokumentasi: Made Purwanto)

 

Perkembangan pesat teknologi tak bisa di elakan lagi, kecanggihan teknologi digital printing memudahkan orang orang untuk memanfaatkannya agar mempermudah kehidupan, sebagai salah satu federasi pekerja yang mempunyai afliasi yang bergerak di sektor grafika. ASPEK Indonesia mengupayakan penguatan sektor sektor yang bernaung di dalamnya.

Beberapa afliasi ASPEK Indonesia yang tergabung dalam sektor Grafika seperti SP Balai Pustaka, Sekar AGP, SP Inti Rimbo, SPA AFI terus berupaya beradaptasi dengan percepatan teknologi grafika yang terus memunculkan teknologi kekinian seperti Printer 3D serta digital printing yang merupakan ancaman serius bagi perkembangan serikat pekerja. Tak bisa terus berpangku tangan dan meratapi nasib, ada solusi di antara himpitan dan tantangan.

Untuk menjawab tantangan di perlukan langkah langkah strategis, salah satunya adalah dengan di selenggarakannya Regional Evaluation/Planning Seminar of the Union to Union Project “ Building Strategic Power in MNC  in the Graphical and Packaging Sector” di Hotel Aston Simatupang pada tanggal 8-9 April 2017. Acara di hadiri Lorainne Casin yang saat ini menjabat sebagai Presiden UNI G&P sector, Kun Wardhana dari UNI APRO, Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE, Javier Carles Head of UNI G&P-Switzerland, Somboon Subsarn UNI DOC- Thailand, Rajendra Acharya UNI APRO-Nepal, Hanum Abdul Gani UNI MLC- Malaysia.

Titik fokus seminar adalah konsolidasi untuk wilayah Asia Tenggara untuk penguatan sektor grafika serta kegiatan evaluasi tentang sejumlah target yang harus teralisasi dan rencana strategi mencakup 5 tahun ke depan. Dalam hal ini Brother  Mohamed BP Mammal dari UNI MLC Malaysia mengatakan bahwa pesatnya teknologi haruslah di sikapi dengan bersatunya serikat pekerja, karena dengan persatuan yang kuat akan memberikan dampak positif bagi para pekerja yang berserikat.

 

Sekjed ASPEK Indonesia, Sabda Pranawa Djati SH di acara Regional Evaluation/Planning Seminar(dokumentasi:Made Purwanto)

Semoga Serikat Pekerja terutama yang berkecimpung di dunia grafika mampu mengambil manfaat Regional Evaluation/Planning Seminar, mampu menerjemahkan target dan indikator kesuksesan, waktunya bekerja dengan optimal sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan rakyat Indonesia pada umumnya. Selamat untuk rekan rekan di sektor grafika yang telah menyelenggarakan seminar dengan cakupan lintas negara.(Tim Media ASPEK/TI)

Mundur(lagi) Pembacaan Putusan SEJAGAD

Setia menanti putusan sidang SEJAGAD, sayangnya harus di undur lagi minggu depan(dok:Tim Media ASPEK/TI)

 

Seharusnya tanggal 3 April 2017 menjadi hari pembuktian untuk SP SEJAGAD menggapai keadilan di negeri tercinta ini. Suasana Pengadilan Negeri/Niaga/HAM/Tipikor/Hubungan Industrial sedari pagi memang sudah di padati awak media untuk peliputan sidang E-KTP. Di halaman pengadilan terlihat juga beberapa crew SP SEJAGAD yang menanti pembacaan putusan. Akankah penantian selama 5 tahun menjadi sebuah cerita happy ending?

 

Di ruangan ini keadilan untuk SEJAGAD di bacakan(dok:Tim Media ASPEK/TI)

 

Ruang sidang Mr. Kusuma Atmadja III dimana kasus SP SEJAGAD akan di bacakan terlihat penuh oleh para pejuang buruh SEJAGAD, ada pula rekan rekan lain yang hari itu juga akan melaksanakan sidang serta mendengar putusan. Selain crew SEJAGAD, hadir pula untuk mendukung perjuangan SEJAGAD yang merupakan  SP afliasi yang tergabung di ASPEK Indonesia.

Kawan SPHS, SP RALS, SP KEJAR, SP Kintari serta teman teman dari Brigade AKSI terlihat hadir dan turut bersolidaritas. Namun ternyata fakta berkata lain, setelah mengisi daftar hadir yang di lakukan oleh Bro Triasmoko. Setelah menunggu sekitar satu jam, kabar pun datang ke ruang sidang, untuk hari Senin tanggal 3 April 2017, sedianya di bacakan putusan  PHI namun karena Hakim Ketua(Hakim Karier) berhalangan hadir di karenakan sakit.

Apa boleh buat ternyata, semua perkara di tunda, termasuk juga agenda putusan untuk empat perkara dan salah satunya adalah putusan SEJAGAD di tunda minggu depan. Menunggu lagi untuk mendengar putusan bagi SEJAGAD, tampak hadir ketua umum SEJAGAD yang langsung menginstruksikan para anggota untuk segera berkumpul. Semoga dengan penundaan ini ada harapan agar SEJAGAD di beri sebuah putusan seadil adilnya, meski di tunda, mau tidak mau minggu depan harus kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang terletak di jalan Bungur Besar Raya Nomor 24,26,28 Gunung Sahari, Kemayoran- Jakarta Pusat.(Tim Media ASPEK/TI)

Memaknai Sosial Dialog Dan Sosial Partnership Bersama Serikat Pekerja AGD 118

Bro Hakim memaparkan pentingnya Sosial Dialog serta Sosial Partnership(Dokumentasi: Putu)

 

Serikat Pekerja adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah hubungan industrial, data Departemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyebutkan bahwa buruh yang berserikat mencapai 2,7 juta. Dalam trend kekinian sosial dialog dan sosial partnership adalah hal yang patut untuk di kedepankan, kesetaraan antara management dan juga perwakilan serikat pekerja bukanlah isapan jempol semata.

ASPEK Indonesia yang selama ini di kenal sebagai sebuah federasi pekerja yang terus mendorong upaya upaya sosial dialog agar tercipta hubungan industrial yang harmonis, memberikan ruang agar kesepakatan di capai dengan cara cara elegant dan juga mencapai hasil optimal. Hal ini pula yang membuat divisi Penelitian dan Pengembangan ASPEK Indonesia selalu berupaya agar afliasi ASPEK terus meningkatkan pengetahuan ketenagakerjaan.

Pada tanggal 2 April 2017, bertempat di sekretariat SP Ambulan Gawat Darurat 118 yang terletak di Jalan Sunter Permai Raya Kav 1, Podomoro-Jakarta Utara. Di selenggarakan training tentang Dasar Serikat Pekerja Dan Sosial Dialog-Sosial Partnership. Adapun nara sumber adalah Bro Putu Raka Pendit serta Muhammad Hakim.

Dalam training ini di bahas tentang perlunya dialog dengan sarana hubungan industrial, salah satunya adalah LKS Bipatrit. Dalam training juga di paparkan tentang kiat kiat agar hubungan industrial berjalan dengan baik, salah satu contoh adalah dengan mengadakan pertemuan secara rutin yang melibatkan wakil dari Serikat Pekerja dan juga pihak management untuk membahas permasalahan yang terjadi dan juga pemecahan permasalahan dengan pencarian solusi terbaik.

Dan satu hal yang menarik dari training ini adalah bagaimana meredam isu isu negatif yang berkembang dan mencari akar permasalahannya di perusahaan, namun pada akhirnya harus ada formula jitu agar masalah di selesaikan secara tuntas. Semoga dengan di adakannya training Sosial Dialog-Sosial Partnership memberikan pemahaman yang lebih terukur bagi anggota yang bernaung dalam Serikat Pekerja AGD 118.

 

Anggota SP AGD 118 pose bareng dengan nara sumber seusai acara training(dok: Putu) 

Pada akhirnya dengan training ini, anggota SP AGD 118 dapat wawasan baru dan cakrwala berpikir lebih jernih agar sosial dialog dan sosial partnership merupakan sebuah keniscayaan untuk membuka jalan agar hubungan industrial semakin membaik. Sukses selalu untuk kawan kawan Serikat Pekerja AGD 118, semoga perjuangan untuk terus belajar menjadi titik balik agar SP AGD 118 tetap solid dan bersatu.(Tim Media ASPEK/TI)

Latsar SP RALS: Membuka Jalan Pahami Pentingnya Berserikat

Mustiyah Muhid SH MH menjadi nara sumber dalam latsar SP RALS(dok Tim Media ASPEK/TI)

 

Tak dapat di pungkiri bahwa berserikat memang harus berhadapan dengan beragam resiko mulai intimidasi hingga pemberangusan serikat pekerja. Menghadapi semua itu di perlukan pemahaman agar nantinya anggota mampu mengadvokasi diri sendiri ataupun orang lain agar jalan berserikat menjadi sebuah keniscayaan. Pembekalan yang mumpuni dengan di barengi semangat belajar merupakan suatu hal yang sangat penting agar serikat pekerja bisa bertahan lama. Untuk itulah Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Ramayana Lestari mengadakan pelatihan dasar untuk para anggotanya.

Bertempat di Rumah Buruh Depok yang terletak di Jalan Setu Jatijajar Nomor 1, RT 002/02, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos- Kota Depok, acara yang di helat pada tanggal 28 Maret 2017 dengan nara sumber yakni Mustiyah Muhid SH MH yang mengambil tema Membangun Budaya Berunding dan memberikan tips tips kepada anggota SP RALS untuk melakukan negoisasi dengan cara mengumpulkan informasi, menetapkan sasaran, menentukan prioritas, mengembangkan strategi negoisasi, mengetahui keterikatan serta mempertimbangkan konsekuensi kegagalan.

Teknik advokasi di paparkan oleh nara sumber Arif Rachman SH(dok Team Media ASPEK/TI)

 

 

Nara sumber kedua adalah Arif Rachman SH, aktifis buruh Depok yang pernah menduduki ketua KPM ASPEK Indonesia ini memaparkan  tema advokasi perburuhan. Dalam ketenagakerjaan, advokasi adalah suatu kegiatan atau serangkaian tindakan yang berupa anjuran , pendampingan, pernyataan maupun pembelaan yang di lakukan terhadap pekerja/anggota atau organisasi terhadap suatu kondisi/ permasalahan tertentu.

Lebih lanjut Arif Rachman SH menerangkan juga pentingnya ragam perselisihan yang terjadi di ketenagakerjaan, sebagai dengan pemahaman yang baik maka anggota akan lebih cerdas bila nantinya menghadapi perselisihan yang mungkin saja terjadi.

Selepas coffe break, nara sumber ketiga adalah Alfasah yang saat ini merupakan ketua umum SEJAGAD, yang membahas tema Leadership. Dalam berorganisasi terutama untuk serikat pekerja, kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang di inginkan oelh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Pemotongan tumpeng oleh ketua umum SP RALS(dokumentasi Team Media ASPEK/TI)

 

 

Menurut ketua umum SP RALS, latihan dasar ini menjadi penting bagi anggota SP RALS yang tersebar di kota Bekasi, Depok dan Jakarta agar nantinya di PUK masing masing mampu menyebarkan kembali ilmu yang di dapat, selain itu basic training yang di adakan terkait juga konsolidasi bagi para anggota. Di akhir acara, sebuah moment istimewa yakni pemotongan nasi tumpeng sebagai pertanda rasa syukur karena beberapa waktu lalu SP RALS memenangkan perkara di PHI Bandung.

Selamat dan sukses untuk SP RALS yang telah melaksanakan latihan dasar bagi para anggotanya, semoga pemahaman untuk berserikat selalu tertanam di hati para anggota, sudah saatnya SP RALS terus berjuang dan hingga kesejahteraan dalam genggaman, amin.(Team Media ASPEK/TI)

Menakar Kesetiaan SEJAGAD Untuk Meraih Sebuah Keadilan

Rekan SEJAGAD saat menanti putusan sidang di PN Jakarta Pusat(Team Media ASPEK/TI)

 

Ada suasana haru ketika hadir dalam putusan sidang SEJAGAD 120 pekerja. Di gedung megah Pengadilan Negeri/Niaga/HAM/Tipikor Dan Hubungan Industrial Jakartas Pusat yang terletak di jalan Bungur Besar Raya Nomor 24,26,28 Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka adalah para pekerja Graha Sarana Duta dalam kasus PHK sepihak dan tanpa proses dan THR selama 4 tahun.

Halaman PN Jakarta Pusat mulai di penuhi wajah wajah para pejuang SEJAGAD yang terus mengawal perkara 185/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.JKT.PST. Ada wajah wajah optimisme yang tersembul dari crew SEJAGAD, inilah pencarian keadilan dengan durasi waktu yang cukup panjang, empat tahun mereka beruang untuk meraih keadilan, bahkan dalam proses perjuangan tersebut ada beberapa anggota SEJAGAD di panggil oleh sang Khalik. Bukan hal yang mudah untuk terus bersama meski hak hak pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja SEJAGAD terus mengalami pengebirian.

Perjuangan terus berlanjut, dengan spirit yang tiada henti, Diri Kita Berjuang, Organisasi Berkembang, Keluarga Sejahtera, Hidup SEJAGAD, Berjuang Sampai Menang, 120 pekerja ini terus menggelorakan perlawanan untuk merebut keadilan. Bahkan beberapa tahun lalu crew SEJAGAD mendirikan tenda perjuangan selama 8 bulan di kantor KOMNAS HAM, ini adalah bukti bahwa determinasi telah dilakukan dengan begitu luar biasa.

Meski pada kenyataannya memang perjuangan untuk meraih keadilan serasa begitu banyak halangan dan rintangan, namun SEJAGAD terus berupaya dengan segenap kekuatan yang di milikinya, rasa lelah, rasa letih sudah pasti terasakan, entahlah energi apa yang melingkupi dalam diri mereka sehingga perjalanan empat tahun berjuang seakan tiada henti. Meski pada akhirnya pada tanggal 27 Maret 2017, putusan sidang di undur untuk satu pekan ke depan namun pancaran optimisme tetap ada bahwa di negeri ini masih ada harapan untuk menggenggam keadilan.

 

Dukungan moril dari rekan afliasi ASPEK Indonesia mengawal sidang putusan SEJAGAD(dok Team Media ASPEK/TI)

Semoga apa yang di ikhtiarkan crew SEJAGAD untuk mendapatkan keadilan akan terlaksana dan inilah yang menjadi impian kita semua, selamat berjuang kawan, kalian adalah inspirasi bagi kami untuk terus berjuang tiada henti, Hidup SEJAGAD, Berjuang Sampai Menang!(Team Media ASPEK/TI)