Pentingnya Perjanjian Kerja Bersama Bagi Serikat Pekerja

Sekjend SP United Tractor, Bro Mulyono sebagai narsum training PKB(Tim Media ASPEK/Rastra)

 

Saat Serikat Pekerja di dirikan dengan semangat membuncah, kebebasan berserikat yang di jamin Undang Undang, ada terselip mimpi berikutnya yakni mempunyai sebuah bentuk Perjanjian Kerja Bersama yang menaungi seluruh anggota serikat pekerja. Namun dalam perjalanan waktu, PKB seakan menjadi sebuah angan angan, meski telah bertahun tahun berdiri sebagai sebuah serikat pekerja namun kenyataannya PKB tak kunjung hadir secara sah dengan sebuah tanda tangan para pengurus serikat pekerja dan juga pihak management.

Untuk membuka cakrawala berpikir tentang pentingnya Perjanjian Kerja Bersama bagi pengurus dan juga anggota serikat pekerja. ASPEK Indonesia yang selama ini di kenal sebagai sebuah federasi yang mengedepankan sosial dialog dalam arah perjuangan. Pada tanggal 25 Maret 2017 yang bertempat di sekretariat ASPEK Indonesia di adakan training Perjanjian Kerja Bersama Sektor Commerce & Ritel.

Adapun nara sumber adalah Bro Mulyono yang saat ini menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja United Tractor, Wakil Presiden ASPEK Indonesia yang juga merupakan ketua umum Serikat Pekerja Hero Super Market, bro Jakwan. Nara sumber ketiga adalah Muhammad Hakim yang merupakan mantan  Presiden ASPEK Indonesia.

Dalam salah satu materi yang di bawakan oleh bro Mulyono adalah tentang tahapan tahapan perundingan yang memiliki 4 phase yakni perumusan, perundingan, pengesahan dan juga sosialisasi. Mulyono juga memaparkan  tentang tata tertib perundingan tentang hal hal yang perlu di pertegas ruang lingkup perundingan, risalah perundingan, tata cara pembahasan materi dan penetapan kesepakatan.

 

Peserta pelatihan menyimak penuturan narsum tentang teknik berunding PKB(Team Media ASPEK/Rastra)

Sedangkan nara sumber yakni bro Jakwan dan Muhammad Hakim memaparkan bagaimana keberhasilan konsep berunding dari team Serikat Pekerja Hero Super Market yang berhasil dalam goal setting PKB. Saat ini SPHS merupakan afliasi ASPEK Indonesia yang telah menerapkan hubungan sosial dialog secara berkesinambungan dengan pihak management. Semoga dengan training PKB untuk sektor Commerece dan Ritel memberikan angin segar agar Perjanjian Kerja Sama akan menjadi trend positif bagi afliasi yang selama ini belum memiliki PKB.(Team Media ASPEK/TI)

Menumbuhkan Solidaritas dengan Memberikan Setetes Darah

Suasana donor darah dalam rangka HUT ASPEK Indonesia ke 17(dokumentasi: Eri Wibowo)

 

Masih dalam rangkaian HUT ASPEK Indonesia yang ke 17, pada hari Jum’at 17 Maret 2017 telah di adakan aksi donor darah yang bertempat di Gedung Ciputra World 1, Mall Lotte Shoping Avenue, Ruang Ice Palace Lantai 4. Acara donor darah yang di selenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB berlangsung sukses, antrian pendonor sudah terlihat dari pagi hari hingga menjelang siang.

Tercatat total pendonor adalah 116 orang, namun ada 50 pendonor terpaksa di tolak karena kekentalan darah berlebih. Sekedar info bahwa darah yang layak untuk di donorkan adalah normalnya adalah antara 11-13 g/dl untuk wanita, sedangkan pria 12-16g/dl. Darah yang kental mengandung eritrosit atau sel darah merah di atas angka normal.

Hadir dalam acara donor darah, ibu presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat SE yang merasa bangga dengan atusiasme peserta donor darah yang telah menyumbang darah secara ikhlas, ini adalah wujud dari solidaritas sesungguhnya.

Bro Dadun yang merupakan pengurus SP Lotte Shopping Avenue Indonesia mengucapkan banyak terima kasih ke semua pihak yang telah banyak membantu dalam kelancaran acara donor darah, Dadun mengaku tak pernah menyangka kegiatan ini sukses besar, suatu hal yang menggembirakan karena atusiasme pendonor begitu tinggi bahkan ada pendonor yang di terpaksa di tolak karena jumlah quota melebihi yang telah di targetkan.

 

Senyum cerah panitia acara dondar, sukses milad ASPEK Indonesia ke 17(dokumentasi: Sabda Pranawa Djati)

Milad ASPEK Indonesia yang ke 17 semakin spesial dengan suksesnya penyelenggaraan donor darah, semoga apa yang menjadi kegiatan positif ini memberikan dampak yang luas bagi masyarakat pada umumnya, dengan donor darah akan menumbuhkan solidaritas bagi sesama karena setetes darah sangatlah berharga dan penuh makna. Sukses untuk SP Lotte Shopping Avenue Indonesia, kalian telah memberikan pelajaran berharga tentang artinya berbagi untuk sesama, Hidup buruh, Hidup ASPEK Indonesia.(team Media ASPEK/TI)

Kamis Seru Berbagi Ilmu Di Gedung Baru United Tractor

 

 

Kunjungan SP RALS di sekretariat SP United Tractor(dokumentasi TI)

 

Bertempat di Jalan Raya Bekasi KM 22, Cakung Jakarta Timur, pertemuan hangat antara Serikat Pekerja United Tractor dan Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa. Di sambut jajaran Badan Eksekutif SP UT mulai dari ketua umum Ruddy Kusthana, Sekretaris Jenderal Mulyono, Ketua Bidang organisasi Eksternal Wawan Erfianto, Ketua Bidang Hubungan Industrial Indonesia I Muhammad Rukanda di sekretarat SP UT yang terletak di lantai 1 gedung baru United Tractor.

Kunjungan SP RALS yang di pimpin ketua umum Supriyanto dan di dampingi oleh Sekretaris Jenderal Saliman, hadir juga pengurus DPP SP RALS dan ketua PUK DC Tambun dan Depok. Agenda pertemuan adalah berbagi pengalaman tentang pengelolaan berserikat dan perbincangan tentang strategi pengembangan serikat pekerja dalam hubungan industrial yang mengedepankan sosial dialog.

Menurut Ruddy Kusthana dalam mengatur organisasi di perlukan penyelesaian dengan pola komunikasi dua arah yang dinamis. Selain itu apakah serikat pekerja di posisi mana bagi perusahaan, apakah sebagai oposisi atau mitra perusahaan, dan perlu juga di beri pemahaman kepada pengurus memahami Undang Undang Ketenagakerjaan, Undang Undang SP/SB ataupun UU Nomor 2 Tahun 2004 Tentang  Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Supriyanto yang merupakan ketua Umum SP RALS masa bakti 2015-2018 mengutarakan kendala kendala yang di hadapi SP RALS dalam pengorganisasian serikat, namun bukan berarti kendala adalah hambatan namun ini sebuah tantangan dan peluang agar SP RALS lebih di kenal oleh cabang cabang perusahaan  yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Meski kini SP RALS hanya memiliki 4 pengurus cabang namun tidak seharusnya berkecil hati dan tetap optimis bahwa akan ada penambahan pengurus cabang di daerah lain.

Pertemuan antara SP UT dan SP RALS merupakan langkah awal bagi anggota afliasi ASPEK untuk saling bersinergi agar informasi dan juga pengalaman antar serikat bisa terus berkembang. Dalam pertemuan yang di hadiri DPP ASPEK Indonesia yakni Putu Raka Pendit, ini adalah contoh baik agar ke depannya terbuka pertemuan pertemuan lanjutan yang memungkinkan anggota afliasi saling lebih mengenal secara intensif.

Keakraban antar afliasi ASPEK Indonesia, SP RALS dan SP UT(dokumentasi TI)

 

Berbagi tak akan pernah rugi, event pertemuan antara SP UT dan juga SP RALS merupakan langkah awal untuk semakin mengokohkan rasa persaudaraan di antara afliasi ASPEK Indonesia, berbagi ilmu dan berbagi wawasan semakin melapangkan cakrawala berpikir bahwa berserikat bagi pekerja adalah keniscayaan, hidup buruh. Bersatu Berjuang Sejahtera. (Team Media ASPEK/TI)

DPW ASPEK Provinsi Bali: Berjuang Untuk Upah Layak Di Jantung Pariwisata Indonesia

Pengurus DPW Provinsi Bali saat hadir dalam Rakernas ASPEK Indonesia di Cisarua(dokumentasi TI)

 

 

Kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi yang mengunjungi Indonesia dengan durasi waktu cukup lama membetot perhatian publik tanah air. Jakarta dan pulau Bali menjadi tempat singgah bagi raja yang lahir pada tanggal 31 Desember 1935. Bahkan kunjungan Raja Salman di pulau Bali di perpanjang dari jadwal. Bali merupakan tujuan wisata di Indonesia, kemolekan Bali yang mendapat julukan Pulau Dewata memang sudah terkenal ke manca negara, sektor pariwisata menjadi daya pikat luar biasa, namun di balik semua itu ada sebuah pertanyaan, seberapa sejahtera kah para pekerja di sana?

Menarik untuk di simak adalah penuturan pengurus DPW ASPEK Provinsi Bali yang beberapa waktu lalu melakukan wawancara dengan team media ASPEK Indonesia, ada satu hal yang sering luput adalah permasalahan upah layak di Bali. Sebagai daerah tujuan wisata utama tanah air, Bali relatif mempunyai kebutuhan hidup layak yang cukup tinggi, dan mungkin melebihi Jakarta sebagai ibu kota, namun kisaran upah ternyata Bali masih di kisaran bawah dua juta rupiah.

Issue upah murah menjadi sebuah topik hangat di pulau Bali selain tentang reklamasi, perjuangan upah layak perlu di sinergikan agar menggugah militansi pekerja di Bali. Dalam hal ini DPW ASPEK Provinsi Bali yang pada tanggal 9 Januari 2017 telah melakukan konsolidasi berharap semua anggota DPW lebih optimal  dalam mengemban tugas.

Menurut Dewa Gde Muktiyasa perjuangan DPW ASPEK Provinsi Bali bagaimana berjuang di dewan pengupahan karena belum adanya perwakilan di dewan pengupahan. Upah di Pulau Bali semestinya lebih dari kota Jakarta misalnya karena selain kebutuhan hidup, ada juga kebutuhan kebutuhan ritual yang menjadi kegiatan ikonik di pulau Dewata, paling tidak angka 4 juta merupakan upah minimal di Bali.

Bali dengan segala keunikan dan eksotisme yang merupakan aset wisata utama di Indonesia semestinya memberi juga peluang mendapatkan upah layak bagi para pekerjanya. Semoga upaya keras di jajaran pengurus DPW ASPEK Provinsi Bali bisa mewujudkan upah layak dan tentunya itu harapan kita semua.(team media ASPEK/TI)

Mencari Mutiara Yang Hilang Bernama Diskusi

Seminar KSPI Tentang Hilangnya Hak Berunding(dok:Muhammad Rusdi)

 

Di era digital dan maraknya pemberitaan yang sering kali abai dalam jalinan kebenaran, dan situasi itu semakin di perparah dengan kabar kabar hoax yang acap kali tak jelas juntrungannya, kerinduan akan sebuah tradisi lisan yang mampu memberikan asupan ‘gizi’ pemikiran secara jernih perlu di lakukan. KSPI yang merupakan konfederasi yang concern menyuarakan keadilan bagi pekerja di Indonesia, memulai dan terus menggagas agar tradisi diskusi tumbuh di kalangan para pekerja dan buruh.

Dalam sebuah seminar yang bertajuk Hilangnya Hak Berunding yang bertempat di Wisma Antara pada tanggal 10 Maret 2017. Dalam seminar yang menampilkan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, Pengamat politik Ubeidilah Badrun, Peneliti Perburuhan Akatiga Indrasari Tjandraningsih, LBH KSPI Agung Hermawan, Pengamat Ekonomi Salamudin Daeng, Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat.

Menurut Muhammad Rusdi yang juga saat ini menjabat Deputi Presiden KSPI, seminar yang mengundang tokoh tokoh nasional adalah amanah dari Kongres KSPI beberapa waktu lalu dan tertera dalam pembukaan AD/ART KSPI, dalam penjabaran 10 program utama KSPI dengan goal setting yakni terwujudnya negara kesejahteraan dengan cakupan antara lain: Lapangan kerja yang layak , Upah Layak, Hubungan Industrial, Jaminan Sosial, Pajak, Koperasi & BUMN, Pendidikan rakyat yang berkualitas, Lingkungan Hidup serta Hak Assasi Manusia.

“Seminar tak akan berhenti di sini, DEN KSPI mengupayakan seminar secara beeseri dan juga kajian inten untuk mendapatkan rumusan pokok pikiran terkait 10 isu utama,” ungkap Muhammad Rusdi yang di tulis dalam akun facebook.

Gerakan buruh dengan segala potensi besarnya bisa mengambil peluang sebagai kelompok strategic yang memainkan peran penting sebagai problem solver bagi bangsa ini. Semoga apa yang di cita citakan KSPI bahwa wujud Negara Sejahtera akan di miliki bangsa ini, diskusi yang cerdas dan bernas merupakan titik awal agar bangsa ini menjadi besar dan warga negaranya pun sejahtera. Hidup Buruh, Hidup KSPI. (team media ASPEK/TI)

Menghitung Secara Cermat Dan Tepat Struktur Dan Skala Upah

Peserta training menyimak penuturan narsum tentang skala upah(dokumentasi : TI)

 

Bertempat di ruang Discovery Lantai 4 Gedung Corporate University United Tractor yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi KM 22 Cakung, Jakarta Timur, sektor Commerece & Ritel yang merupakan bagian dari ASPEK Indonesia mempersembahkan event Training Struktur Skala & Skala Upah. Hal ini menjadi penting agar afliasi yang tergabung dalam ASPEK Indonesia menjadi paham ketika melakukan perundingan Perjanjian Kerja Bersama dalam menenukan skala upah.

Menurut Rudi  Kusthana yang menjabat ke Ketua Umum Serikat Pekerja United Tractor, pemahaman akan skala upah di perlukan meski hingga saat ini PP 78 Tahun 2015 mendapat banyak penolakan dari kalangan buruh. Dari pihak management United Tractor yang di wakili oleh Ibu Endang Handayani bahwa acara training skala pengupahan menjadi penting karena membuka ruang dialog dua arah antara pihak pekerja dan juga pengusaha, diskusi dengan arah yang tepat memungkinkan terjadinya hubungan industrial yang lebih harmonis.

Sebelum acara training  struktur skala upah di mulai, berkenan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia Sabda Pranawa Djati SH memberikan kata sambutan  dengan sebuah pesan bahwa membagi ilmu adalah keniscayaan, ilmu sangat dinamis, anggota afliasi yang mengikuti training di harapkan mampu menyerap ilmu yang di tuturkan nara sumber dan menjadi bekal yang bermanfaat untuk di terapkan ketika terjadinya perundingan dengan perusahaan.

Nara sumber training skala struktur skala upah, Muhammad Hakim memaparkan secara rinci langkah per langkah bagaimana kenaikan gaji pekerja di tinjau setiap satu tahun sekali dengan jumlah kenaikan atas dasar inflasi, berdasar kinerja ataupun kenaikan gaji di tinjau dari ketetapan direksi, selain itu faktor kenaikan gaji bisa di rundingkan atau di musyawarahkan dengan Serikat Pekerja.

Peserta training bernama Supriyanto yang juga ketua umum SP Ramayana Lestari Sentosa mengaku senang mengikuti acara yang di selenggarakan pada tanggal 9 Maret 2017 ini, menurut Supriyanto training ini membuka cakrawala berpikir agar saat melakukan perundingan dapat memberikan argumen tepat kenapa skala upah harus di lakukan perusahaan.

 

Peserta training dalam sesi poto bersama seusai acara(dokumentasi:TI)

 

Beberapa afliasi ASPEK Indonesia tampak mengikuti training, hadir SP Hero Super Market, SP RALS, SP Tip Top, SP Lotte, SP United Tractor. Semoga dengan di adakannya Training Struktur Skala Upah akan memberikan dampak positif bagi peserta ketika melakukan perundingan, sukses selalu untuk sektor Commerece & Ritel. (TI)

DPRD BANTEN AKAN PANGGIL DIRUT MARGA MANDALA SAKTI, TERKAIT RENCANA MOGOK KERJA BURUH TOL TANGERANG MERAK

ASPEK Indonesia, 9 Maret 2017. Rencana mogok kerja pekerja PT Marga Mandala Sakti, pengelola jalan tol Tangerang – Merak, pada akhir Maret 2017, mendapat perhatian serius dari DPRD Propinsi Banten. Hal ini disampaikan oleh Fitron Nur Ikhsan, Pimpinan Komisi 5 DPRD Propinsi Banten, saat menghadiri acara Silaturahmi dan Doa Bersama Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak, pada hari ini Rabu, 8 Maret 2017 di kantor Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Propinsi Banten (DPW ASPEK Indonesia Propinsi Banten), di Serang Banten.

“Pimpinan Komisi 5 DPRD Banten akan segera memanggil Direktur Utama PT Marga Mandala Sakti untuk meminta penjelasan dan mencari solusi terkait permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di anak perusahaan Astra Group tersebut. Kami juga akan panggil Pimpinan PT Astra Internasional selaku induk perusahaannya.”, tegas Fitron Nur Iksan.

Selain memanggil pihak perusahaan, DPRD Propinsi Banten juga akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Propinsi Banten. Kami akan meminta kronologis dan data-data terkait pokok permasalahan yang terjadi. Yang harus dipastikan adalah apakah PT Marga Mandala Sakti dan Astra memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Banten. Ada filosofi yang harus dipegang bahwa mereka (pengusaha) jangan hanya “membangun di Banten” tapi juga harus “membangun Banten”. Perusahaan yang membangun di banten juga harus memiliki aspek kesejahteraan pada manusia yang tinggal di Banten.

Fitron juga menyingggung soal laba bersih PT Marga Mandala Sakti tahun 2016 sebesar 377 milyar. “Tidak mungkin kalau tidak bisa mensejahterakan karyawannya. Kenaikan upah sebesar 4%, dibandingkan dengan laba bersih perusahaan, itu manusiawi atau tidak?”, tegas Fitron yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus Perda Penyelenggara Ketenagakerjaan Banten.

Fitron juga tidak setuju adanya penerapan serta merta otomatisasi pembayaran tol, karena otomatisasi gardu tol ternyata tidak terlalu signifikan untuk mengatasi kemacetan di pintu keluar tol. Sebaiknya bertahap. Investasi apapun tidak ada gunanya jika hanya menguntungkan industri dan pengusaha, tapi juga harus bisa mensejahterakan masyarakat Banten, pungkas Fitron.

Mirah Sumirat, Presiden ASPEK Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi respon cepat yang diambil oleh Komisi 5 DPRD Propinsi Banten. Kehadiran Pimpinan Komisi 5 DPRD Banten memenuhi undangan Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak, akan menjadi awal yang baik untuk mencari solusi bagi para pihak. Kuncinya, Direksi jangan menutup diri untuk duduk bersama dengan Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak, karena tuntutan kenaikan upah 10-15% sangat wajar ketika laba bersih perusahaan meningkat terus.

Dari data laba bersih perusahaan setiap tahun, PT Marga Mandala Sakti selalu memperoleh peningkatan laba secara signifikan. Pada tahun 2014 perusahaan mencatatkan laba bersih 281 milyar, tahun 2015 sebesar 332 milyar, dan tahun 2016 sebesar 377 milyar. Sehingga perlu ada kejelasan mengapa laba bersih selalu meningkat, namun kenaikan upah setiap tahun justru mengalami penurunan?, tanya Mirah.

Dicky Umaran, Ketua Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak (SKTTM) yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Propinsi Banten (DPW ASPEK Indonesia Propinsi Banten), menyatakan bahwa kenaikan upah yang diputuskan sepihak oleh Direksi, hanya 4,25-5,07% sangat tidak layak karena tidak mempertimbangkan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi, dan membuat upah pekerja di PT. Marga Mandala Sakti semakin jauh tertinggal dari para pekerja lainnya di bawah naungan Astra Group.

Dari data yang diperoleh SKTTM, kenaikan upah di PT. Marga Mandala Sakti dalam 4 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pada tahun 2013 pekerja mendapat kenaikan upah sebesar 16%. Tahun 2014 dan 2015 kenaikan upah turun drastis menjadi 8-10%. Sedangkan tahun 2016 kenaikan upah kembali turun hanya 4%. Kondisi kenaikan upah yang setiap tahun menurun ini tidak sebanding dengan peningkatan laba bersih perusahaan.

“SKTTM selanjutnya akan membentuk tim kecil guna mengawal setiap proses perjuangan kenaikan upah”, ungkap Dicky.

Direksi PT. Marga Mandala Sakti diharapkan untuk mau menerima usulan kenaikan upah tahun 2017 sebesar 10-15% yang diajukan oleh serikat pekerja (SKTTM) yang merupakan anggota dari ASPEK Indonesia. Kenaikan 10-15% dinilai sangat wajar mengingat laba bersih perusahaan yang terus meningkat dan harga kebutuhan pokok masyarakat yang semakin tinggi. Peningkatan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas di saat laba bersih perusahaan juga meningkat. Kami menunggu respon positif dari Direksi PT Marga Mandala Sakti untuk mencari solusi terbaik, pungkas Dicky.

PT. Marga Mandala Sakti seharusnya bersikap lebih adil kepada seluruh pekerjanya. Ketika laba bersih perusahaan setiap tahun meningkat, maka distrubusi keuntungan perusahaan untuk kesejahteraan pekerja seharusnya juga ditingkatkan. Tuntutan SKTTM kepada Direksi PT Marga Mandala Sakti sesungguhnya sangat wajar, karena di setiap keuntungan perusahaan selalu ada kontribusi keringat dari pekerja. Bahkan ada informasi pekerja dengan masa kerja 20 tahun yang masih digaji di bawah 4 juta rupiah, padahal PT. Margala Mandala Sakti adalah bagian dari Astra Group, yang secara umum memiliki standar upah yang tinggi. Mengapa di PT Marga Mandala Sakti standar upahnya jauh berbeda dengan perusahaan lain yang ada di Astra Group? ungkap Mirah.

Tuntutan SKTTM:
(1) Kenaikan upah tahun 2017 sebesar 10-15%.
(2) Standarisasi/ upah PT MMS dengan standar upah Astra Group.
(3) Pemberlakuan struktur dan skala upah sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
(4) Penghapusan praktik outsourcing di lingkungan PT Marga Mandala Sakti.
(5) Menolak penerapan otomatisasi pada gardu tol yang akan berakibat PHK massal.

Hormat kami,
Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia

Mirah Sumirat, SE
Presiden

Sabda Pranawa Djati, SH
Sekretaris Jenderal

  • Contact person:
    Dicky Umaran, S.AP
    Ketua Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak/Ketua DPW ASPEK Indonesia Propinsi Banten
    081906141888
    085714216877

Brigade Aksi, Garda Depan Mengawal Perjuangan ASPEK Indonesia

Pangkornas  Brigade Aksi beserta wakil, siap bawa Brigas lebih solid mengawal ASPEK Indonesia(dokumentasi Tim Media ASPEK)

 

                    Kemeriahan acara puncak HUT ASPEK Indonesia beberapa hari lalu rasanya terkenang di sanubari anggota afliasi, ada yang senang mendapatkan hadiah door prize, meski ada juga yang pulang dengan tangan hapa namun tak mengurangi rasa suka cita yang di bawa pulang ke rumah masing masing anggota. Salah satu yang paling sibuk dalam helatan HUT ASPEK adalah Brigade Aksi yang ikhlas dan suka rela mengawal dengan sepenuh hati. Kali ini tim Media ASPEK Indonesia akan mengulik suka duka Brigade Aksi, termasuk mewawancarai Pangkornas ketika bertemu di Hotel Amarysa di Cisarua, beberapa bulan sebelum helatan HUT ASPEK Indonesia. Tim Media ASPEK Indonesia ternyata bukan saja ketemu dengan Bung Kasno selaku Pangkornas, ada bonus tambahan yakni ketemu juga dengan wakilnya yakni  bro Saefudin yang ngetop di panggil Cing Udin, maka moment spesial ini menjadi point penting untuk membeberkan bagaimana Brigade Aksi menjalani roda organisasinya sepanjang tahun 2017 ini.

 

Ada beberapa agenda yang akan di laksanakan Brigade Aksi, salah satunya adalah dengan melakukan rekruitmen anggota dan hal ini di lakukan dengan segera di wilayah Jabodetabek serta wilayah Jawa Barat. Paling tidak menurut Wakil Pangkornas, Cing Udin yang juga pekerja di Hero Super Market, target rekruitmen anggota sebanyak 175 angota. Agenda lainnya yakni akan di adakan Laskar Lanjutan yang merupakan pengorganisasian untuk para pimpinan dan juga Pangkorda dan Pangkorcab untuk memotivasi anggota lebih militan.

 

Hal lain yang nantinya menjadi agenda  Brigade Aksi adalah Latihan Dasar bagi pekerja yang ingin bergabung dengan Brigade Aksi, menurut Cing Udin paling tidak ia berharap untuk Latsar, setiap afliasi bisa menyumbang 5 anggotanya untuk bergabung.

 

Jika para pembaca yang kerap melihat aksi buruh dan di sana ada orang yang berseragam merah menyala dan mengawal peserta aksi, mereka yang berseragam merah itu adalah para Brigade Aksi Aspek Indonesia, untuk urusan pengawalan team Brigade Aksi telah membuktikan diri dengan melakukan pengawalan kepada Ann Sellin saat beliau berada di tanah air untuk memperingati Hari Buruh Sedunia setahun lalu.

 

Menurut Pangkornas, Bro Kasno yang merupakan pekerja di PT Linfox Logistik, ia berharap agar afliasi bersikap pro aktif agar para pekerja yang berafliasi dengan Aspek Indonesia bisa mengirimkan anggotanya untuk bergabung dengan Brigas, karena saat ini anggota Brigade Aksi yang tercatat baru sekitar 175, semoga ke depannya anggota Brigas terus bertambah.

 

HUT ASPEK Indonesia ke 17 berlangsung lancar dan meriah, terima kasih ke pada panitia acara yang telah mempersiapkan event HUT dengan begitu rapi dan banyak anggota afliasi senang dengan acara puncak HUT ASPEK Indonesia yang berjalan lancar, di balik semua itu kita tentu mesti berterima kasih dengan kehadiran Brigade Aksi ASPEK Indonesia yang mengawal dari acara baru di mulai hingga tuntas. Ayo Brigas teriakan dengan lantang yel yel kebanggaan Brigas Yes..Brigas Yes…Brigas..Yes…Yes…Yes! (TI)

 

Brigade Aksi tetap bersemangat dalam setiap pengawalan aksi(dokumentasi:antaranews.com)

Meriahnya Acara Puncak Peringatan HUT ASPEK Indonesia

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat SE mengibarkan bendera start jalan santai (dok:TI)

 

Mentari belum benar benar bersinar di hari Minggu tanggal 26 Februari 2017, namun suasana Gedung Juang 45 yang terletak di Jalan Menteng Raya Nomor 31 telah di ramaikan dengan hilir mudik orang orang yang mengenakan kaus putih dengan logo HUT ASPEK Indonesia dengan warna kombinasi hijau dan merah. Sebuah banner besar terpasang di depan gedung dan menjadi sasaran poto para peserta yang meramaikan HUT Aspek Indonesia. Semakin siang para peserta semakin membludak dan memadati area Gedung Juang.

Acara pertama yakni jalan santai, tak pelak lagi keceriaan mewarnai Minggu Pagi, suasana semakin seru dengan banyaknya afliasi yang juga membawa serta keluarga. Jam Tujuh lewat tiga puluh menit para peserta jalan santai mulai di lepas dengan kibaran bendera start oleh Presiden ASPEK Indonesia.

Beberapa rute telah di siapkan panitia, titik cek point berada di taman Suropati lalu peserta di arahkan menuju Museum Perumusan Teks Proklamasi. Setelah itu peserta menuju kembali ke Gedung Juang. Suasana lantai tiga Gedung Juang semakin ramai dan penuh sesak dengan para keluarga besar ASPEK Indonesia yang terlihat bersemangat di event puncak peringatan ke 17. Hadir dalam acara puncak peringatan HUT ASPEK Indonesia adalah Ketua Harian KSPI Muhammad Rusdi, Dewan Pakar ASPEK Indonesia DR Kun Wardana serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan perwakilan dari BPJS Kesehatan.

Acara semakin seru dengan adanya pentas seni dan pengundian doorprize, bahkan Sekjend ASPEK Indonesia mempersembahkan sebuah lagu dari Nine Ball yang bertitel Hingga Akhir Waktu yang di persembahkan untuk isteri tercintanya yang berulang tahun pada tanggal 26 Februari. Serikat Pekerja Ikrar Mandiri pun tak mau kalah dan salah satu dari mereka mendendangkan lagu lagu hit grup Radja dan yang nyanyi pun mirip dengan sang vokalis Ian Kasela.

Saat pengundian doorprize suasana semakin meriah, harap harap cemas para peserta seraya menatap kupon yang di milikinya, teriakan senang ketika kupon yang di pegang di sebutkan oleh pembawa acara, maka hadiah hadiah pun di dapat, mulai dari setrika, magic com, power bank, sepeda gunung, note book hingga kulkas dan mesin cuci.

Suasana kemeriahan puncak peringatan HUT ASPEK Indonesia ke 17(dok:TI)

 

Seru seruan acara puncak HUT ASPEK Indonesia memberikan kesan mendalam bagi para peserta, semoga ASPEK Indonesia ke depannya menjadi federasi pekerja yang di segani di kancah perburuhan nasional maupun internasional, hidup buruh dan selamat ulang tahun ASPEK Indonesia.(TI)

Pelantikan Kepengurusan Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PPAGD) Dinkes DKI Jakarta

  • PERKUMPULAN PEKERJA AMBULANS GAWAT DARURAT (PPAGD)

Yuk Kepoin Serunya HUT Aspek Indonesia Ke 17

Tahun ini Aspek Indonesia memasuki usia ke 17, sebuah usia menuju arah kedewasaan. Nah mau dong kepoin acara HUT Aspek Indonesia, mau banget atau banget banget?

Puncak acara HUT Aspek Indonesia rencananya akan di pusatkan di gedong Joang 45 yang beralamat di Jalan Menteng Raya Nomor 31, Menteng-Jakarta Pusat. Gedong Juang merupakan salah satu musium yang ada di kota Jakarta yang di resmikan penggunaannya oleh presiden Republik Indonesia ke 2 yaitu Bapak Soeharto pada tahun 1974.

Saatnya nih kawan kawan buruh yang berafliasi dengan Aspek Indonesia kudu hadir di acara penting bagi kita semua, kumpul bareng beserta keluarga dan menghadiri peringatan puncak HUT Aspek Indonesia ke 17. Beragam acara seru udah di siapin panitia, mulai jalan santai, ada juga Bazzar, pentas seni, aneka perlombaan dan juga bagi bagi door prize dengan hadiah yang oke punya.

Ajak keluarga dan nikmati kemeriahan suasana milad Aspek Indonesia, selain bakal ketemuan dengan sesama pejuang buruh dan keluarganya, hadir di acara puncak ulang Tahun Aspek Indonesia adalah bukti cinta kita semua akan federasi yang selama ini kita naungi bersama.

Rangkaian  HUT Aspek Indonesia di mulai dengan suksesnya penyelenggaraan Seminar Nasional yang bertajuk” Memperjuangkan Kesejahteraan Dalam Bingkai NKRI”. Lanjut kemudian prosesi HUT Aspek akan di laksanakan pada tanggal 26 Februari 2016. Yang mau jalan santai boleh boleh aja tuh, rute yang di rencanakan adalah Gedung Joang-Masjid Cut Mutia-Musium Jenderal Besar A.H. Nasution-Bundaran Jln Teuku Umar-Taman Suropati-Musium Perumusan Proklamasi(cek point kupon doorprize)-Jln Diponegoro-Jln Cik Ditiro dan kembali ke gedung joang.

Selain acara acara yang di sebutkan di atas tadi, Aspek Indonesia akan mengadakan aksi donor darah pada tanggal 15 Maret 2017 yang berlokasi di Gedung Ciputra World-Mall Lotte Shopping Avenue lantai 4 ruang Ice Palace di Jalan Prof. Dr Satrio Kav 3-5 Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Karena acaranya seru abis, rugi banget deh jika nggak ikutan, yuk kita ramein HUT Aspek Indonesia ke 17, boyong semua anggota keluarga dan buktiin bahwa Aspek Indonesia itu tetep kompak meski memang berasal dari latar bekang yang berbeda beda namun satu tujuan yakni, Bersatu, Berjuang, Sejahtera. Di tunggu ya kawan buruh!.(Topik)

ASPEK Indonesia adakan SEMINAR NASIONAL “Memperjuangkan Kesejahteraan Dalam Bingkai NKRI”

  • SEMINAR NASIONAL "Memperjuangkan Kesejahteraan Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia"

GELAR AKSI SERENTAK DI 20 PROVINSI, BURUH USUNG 6 TUNTUTAN

img-20161028-wa0009Jakarta, 6/2/2017 – Siaran Pers Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), puluhan ribu buruh kembali bergerak dengan melakukan aksi besar-besaran serentak di 20 provinsi. Aksi dilakukan di kantor Gubernur masing-masing, seperti di Bandung, Surabaya, Semarang, Banda Aceh, Medan, Batam, Banjarmasin, Gorontalo, dsb.

Sementara itu, khusus di Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di Istana Negara dan Mahkamah Agung dengan titik kumpul di patung kuda Indosat pada 6 Februari jam 10.00 WIB.

Puluhan ribu buruh mengepung istana karena merasakan ancaman banyaknya TKA Cina Ilegal (unskilled workers) ketika lapangan pekerjaan sempit dan daya beli buruh menurun akibat upah murah melalui PP 78/2015.

“Bayangkan upah buruh tahun 2017 ini hanya naik $10 – $20 per bulan, seharga satu kebab di Eropa. Sedangkan TKA Cina Ilegal ada yang dibayar 10 juta per bulan,” demikian disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta.

Lebih lanjut, Said Iqbal menambahkan, kondisi ini diperburuk dengan melambungnya harga-harga barang seperti kenaikan TDL 900 VA (yang merupakan komponen KHL), cabai, premium yang sulit dicari, rencana gas elpiji 3 Kg, dan kebutuhan harga pokok lainnya.

“Buruh menjerit karena kenaikan harga-harga tak sebanding dengan kenaikan upah mereka,” tegasnya.

Sudahlah upah murah, lanjut Said Iqbal, kepastian kerja semangat sulit didapatkan. Apalagi dengan makin maraknya outsourcing dan pemagangan, nasib buruh semakin tidak dipedulikan oleh Pemerintah. Kebijakan ini seperti perbudakan gaya baru.

Sangat berbanding terbalik dengan korporasi migas yang dimanja oleh Pemerintah walaupun melanggar Undang Undang

Oleh karena itu, dalam aksi 6 Februari ini, buruh menuntut:

1. Tolak Upah Murah – Cabut PP 78/2015 – Judicial Review PP 78/3015

2. Tolak TKA Cina Ilegal (unskilled workers)

3. Tolak Revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagkerjaan

4. Hapus outsourcing dan pemagangan.

5. Turunkan harga: Termasuk tolak kenaikan harga listrik, BBM, Gas 3 Kg, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya.

6. Tegakkan kemandirian energi: Investor asing wajib bangun smelter dan pengelolaan Migas oleh Negara.
Terima kasih

Said Iqbal
Presiden KSPI (HP: 0858 99934200)

Cp: Ketua Departemen Infokom dan Media KSPI, Kahar S Cahyono (0811 1098828)