Skema Perencanaan Mumpuni Untuk Mengejar Level Lebih Tinggi

Bro Kun Wardana dari UNI APRO memberikan penjelasan kepada peserta(Media ASPEK)

 

Ruang Gambir AB Sofyan Hotel Betawai di Jalan Cut Mutiah Nomor 9 Jakarta pada tanggal 12 September 2017 mulai di penuhi aktifis buruh dari federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia, pembahasan menarik dan patut di simak adalah tentang bagaimana perencanaan yang baik akan menghasilkan produk berkualitas. Tema yang di ambil adalah “ Project Review and Initial Planning for Next Phase”.

Nara sumber nara sumber yang jempolan di hadirkan di sini untuk menuntaskan dahaga pengetahuan para anggota afliasi ASPEK Indonesia, skema perencanaan yang mumpuni memang di perlukan bagi para pekerja dan terutama oleh kalangan aktifis buruh, dengan perencanaan nan matang tentu saja akan menghasilkan kualitas yang sulit terbantahkan, nara sumber berasal dari PAM Finlandia yang di wakli Heidi Lehikoinen. Dari SASK Finlandia menghadirkan Anna Pertulla dan Mr Marlon.

Andy Snoddy pria Irlandia dari UNI Global turut serta sebagai nara sumber bersama Kun Wardana yang mewakili UNI Apro. Ada satu hal yang di perhatikan sebuah program memiliki parameter keberhasilan bukan di ukur dalam hal kuantittas atau jumlah semata namun di barengi dengan peningkatan kapasitas keberhasilannya seperti apa, di perlukan indikator yang memiliki level lebih tinggi agar kualitas memang benar benar terjaga.

Salah satu peserta sedang bertanya kepada narasumber(Media ASPEK)

 

 

Begitu juga dengan Serikat Pekerja tidak boleh hanya berdiam diri, rutinitas pekerjaan tak semestinya memenjarakan kemampuan seorang buruh, kemampuan organizing mampu melejitkan potensi si pekerja. Ada beberapa sektor yang bernaung di ASPEK Indonesia, salah satunya adalah sektor Finance, pada kenyataannya sektor ini mengalami perkembangan yang cenderung stagnan dan tak ada kejelasan secara visi.

ASPEK Indonesia terus melakukan upaya untuk menyatukan visi di sektor ini, komunikasi terus berlanjut meski saat ini belum saatnya untuk mengajak mereka bergabung. Skala upah di sektor Finance merupakan visi utama agar sektor Finance mampu berkembang lebih pesat.

Pembahasan perencanaan untuk sektor sektor lain pun di bahas, seperti sektor Logistic, Grafika dan juga sektor Outsourcing. Para peserta pun tampak antusias mendengarkan para nara sumber, sesi tanya jawab menjadi hal yang menarik karena di sana terjadi dialog dua arah sehingga pemecahan masalah dapat terjadi dan menjadi catatan penting kemajuan serikat pekerja.(Tim Media ASPEK-TI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *